Curi Rel Kereta Api, 2 Pekerja Outsourcing KAI di Malang Ditangkap Polisi - Tugujatim.id

Curi Rel Kereta Api, 2 Pekerja Outsourcing KAI di Malang Ditangkap Polisi

  • Bagikan
Kapolres Malang, AKBP Bagoes Wibisono mengungkap kasus pencurian rel kereta api yang dilakukan oleh dua orang pelaku yang kini telah ditangkap oleh jajarannya. (Foto: M Sholeh/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Kapolres Malang, AKBP Bagoes Wibisono mengungkap kasus pencurian rel kereta api yang dilakukan oleh dua orang pelaku yang kini telah ditangkap oleh jajarannya. (Foto: M Sholeh/Tugu Malang/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Dua orang karyawan outsourcing PT Kereta Api Indonesia (KAI) harus berurusan dengan polisi usai mencuri rel kereta api cadangan. Jajaran Reskrim Polsek Kepanjen, Polres Malang berhasil mengamankan kedua pelaku ini pada Sabtu (7/8/2021).

Diketahui, keduan pelaku tersebut adalah FPP (31), warga Desa Karangduren, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang dan MA (31) warga Desa Banggle, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar.

Kapolres Malang, AKBP Bagoes Wibisono menjelaskan, kedua pelaku didapati telah melakukan pencurian rel kereta api cadangan di area Kebun Sengon RT 05/RW 03, Kelurahan Ardirejo, Kecamatan Kepanjen.

“Setelah mendapat laporan, Reskrim Polsek Kepanjen langsung bergerak ke TKP. Aksi kedua tersangka dipergoki oleh petugas jaga dan Polsuska ketika sedang berpatroli. Selanjutnya mereka diamankan di Polsek Kepanjen untuk diproses lebih lanjut,” ujarnya, Jumat (20/8/2021).

Curi 10 Potong Rel

Disebutkan, petugas juga mengamankan barang bukti curian berupa 10 potong rel kereta api cadangan. Di mana tiap potong rel terdebut memiliki ukuran panjang sekitar 1,5 meter.

Selain itu, petugas juga mengamankan satu unit pick up Daihatsu Zebra bernomor polisi N 8824 DH, satu tabung gas LPG 3 kilogram, dua tabung oksigen, satu set blander atau alat pemotong besi.

“Rel yang mereka curi ini sudah dipotong-potong menjadi 10 potong berukuran sekitar 1,5 meter. Semua barang bukti ini kami amankan guna menguatkan persangkaan,” paparnya.

Akibat perbuatannya, Bagoes mengatakan bahwa kedua pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Di mana ancaman hukumannya 7 tahun penjara.

Bagoes menegaskan, pihaknya juga tengah melakukan pengembangan untuk mencari keterlibatan pelaku lain. Di mana memang disinyalir ada keterlibatan dari oknum karyawan PT. KAI lainnya.

“Diduga ada keterlibatan oknum PT KAI. Untuk oknum ini masih dilakukan upaya penyelidikan dan penyidikan, masih terus berlanjut. Untuk penadah juga masih kita telusuri,” tegasnya.

 

  • Bagikan