• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Stasiun di Lamongan

Kota Lamongan (Sumber: lamongankab.go.id)

Daftar Stasiun di Lamongan: Sejarah, Lokasi, dan Fasilitas Transportasi Strategis Jawa Timur

Dwi Linda by Dwi Linda
1 year ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

LAMONGAN, Tugujatim.id – Stasiun di Lamongan memiliki peran yang penting dalam jaringan transportasi kereta api di Pulau Jawa, terutama di wilayah Jawa Timur.

Kabupaten Lamongan yang berada di pesisir utara provinsi ini dikenal tidak hanya karena kuliner khas seperti soto Lamongan dan wingko babat, tetapi juga karena memiliki dua stasiun utama, yaitu Stasiun Lamongan dan Stasiun Babat.

You might also like

Pemkot Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir, Area tanpa Izin Terancam Ditutup

21/07/2026 8:30 PM
Gus Kikin.

Gus Kikin Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Ngaku Terima Penugasan PWNU Jatim

21/07/2026 7:17 PM

Kedua stasiun ini menjadi penunjang utama mobilitas masyarakat serta distribusi barang antardaerah.

Jalur kereta api yang melintasi Kabupaten Lamongan merupakan bagian dari lintas utama Jakarta–Semarang–Surabaya, dan telah dilengkapi jalur ganda yang meningkatkan efisiensi perjalanan.

Keberadaan stasiun-stasiun ini memberikan konektivitas yang baik ke kota-kota besar serta akses ke pelabuhan penting seperti Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, sehingga turut mendukung pertumbuhan ekonomi dan aktivitas sehari-hari masyarakat di kawasan Lamongan.

Stasiun Lamongan

Lokasi Stasiun Lamongan

Stasiun di Lamongan yang paling utama adalah Stasiun Lamongan (kode LMG), sebuah stasiun kereta api kelas I yang terletak di Jl. Lamongrejo, Dapur Utara, Sidokumpul, Kec. Lamongan, Kabupaten Lamongan.

Stasiun yang termasuk lintas utara Jawa ini berada di bawah pengelolaan Daerah Operasi VIII Surabaya dan juga melayani KAI Commuter, menjadikannya stasiun aktif paling timur di wilayah Lamongan.

Sejarah Singkat Stasiun Lamongan

Sejarah Stasiun Lamongan bermula pada tahun 1900 ketika Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS), perusahaan kereta api swasta pada masa Hindia Belanda, membangun jalur rel kereta api Surabaya (Pasarturi)–Lamongan–Babat sepanjang 69 kilometer.

Jalur Surabaya–Lamongan selesai pada 1 April 1900, sedangkan Lamongan–Babat selesai pada 15 Agustus 1900. Pembangunan jalur ini merupakan bagian dari proyek besar jalur kereta api Gundih-Surabaya yang rampung pada tahun 1903.

Stasiun di Lamongan
Stasiun Lamongan (Foto: IG/niron_almansor)

Bangunan stasiun ini masih mempertahankan arsitektur peninggalan masa Hindia Belanda, sehingga memiliki nilai historis. Stasiun Lamongan memiliki empat jalur kereta api dengan jalur 2 dan 3 sebagai sepur lurus, serta tiga peron (satu peron sisi dan dua peron pulau).

Sistem persinyalan sudah menggunakan teknologi elektrik yang mendukung operasi jalur ganda yang mulai beroperasi sejak 2014.

Sejak Gapeka 2025 diberlakukan, beberapa kereta api penumpang cepat seperti Argo Bromo Anggrek, Sembrani (jadwal pagi), dan Argo Anjasmoro tidak berhenti di stasiun ini, meski stasiun tetap melayani kereta api lokal dan komuter yang menghubungkan Lamongan dengan kota-kota besar di sekitarnya.

Secara geografis, stasiun ini terletak di jalur utama yang menghubungkan Surabaya dan Semarang, sehingga berperan penting dalam mobilitas dan perekonomian daerah Lamongan serta wilayah sekitarnya.

Fasilitas Stasiun Lamongan

  • Area parkir yang luas untuk kendaraan pribadi
  • Ruang tunggu yang nyaman bagi penumpang
  • Toilet dan ruang menyusui
  • Musala untuk ibadah
  • Loket pemesanan tiket langsung di stasiun
  • Pusat informasi untuk membantu kebutuhan penumpang
  • Kios makanan dan minuman serta pertokoan kecil
  • Fasilitas cetak tiket mandiri
  • Tempat mengisi baterai perangkat elektronik
  • Akses transportasi umum seperti angkutan kota dan ojek online yang mudah ditemukan di sekitar stasiun

Selain itu, peron pulau di stasiun ini telah diperpanjang dan dilengkapi dengan kanopi baru untuk melayani kereta api dengan rangkaian panjang. Sistem persinyalan di stasiun juga sudah menggunakan teknologi elektrik yang mendukung kelancaran operasional kereta api di jalur ganda ini.

Stasiun Babat

Stasiun Babat (kode BBT) adalah stasiun kereta api kelas I yang terletak di Jl. St., Gilang, Babat, Kec. Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur 62271, pada ketinggian +7 meter di lintas utara Jawa.

Stasiun ini termasuk dalam pengelolaan Daerah Operasi VIII Surabaya dan juga melayani KAI Commuter. Stasiun Babat merupakan stasiun paling barat di Kabupaten Lamongan dengan jarak sekitar 655,2 km dari Stasiun Jakarta Kota ke arah timur.

Sejarah Singkat Stasiun Babat

Stasiun Babat mulai dibangun pada 24 September 1896 oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) sebagai bagian dari jalur kereta api baru yang menghubungkan Stasiun Gundih dengan Surabaya (kini Stasiun Pasarturi).

Stasiun ini diresmikan bersamaan dengan peresmian lintas Babat–Lamongan pada 15 Agustus 1900.  Awalnya bangunan stasiun sangat sederhana dan terbuat dari kayu.

Pada sekitar tahun 1920-an, bangunan stasiun diperbesar dan direnovasi menjadi permanen dengan kanopi pelana yang mirip dengan stasiun-stasiun lain di Jawa Timur, dan bangunan ini masih dipertahankan hingga kini.

Stasiun di Lamongan
Stasiun Babat (Foto: Sayiddah Rahma)

Stasiun Babat sekarang memiliki tujuh jalur kereta api dengan jalur 3 dan 4 sebagai sepur lurus untuk arah Semarang dan Surabaya. Terdapat empat peron, yaitu satu peron sisi dan tiga peron pulau, yang telah diperpanjang dan dilengkapi dengan fasilitas modern.

Untuk Sistem persinyalan stasiun sudah menggunakan teknologi elektrik setelah pengoperasian jalur ganda pada 2014.

Di sebelah barat stasiun terdapat jalur cabang menuju Tuban dan Jombang yang saat ini belum aktif, namun direncanakan akan diaktifkan kembali untuk mendukung pembangunan wilayah Gerbangkertosusila.

Fasilitas Stasiun Babat

  • Lahan parkir yang memadai untuk kendaraan penumpang
  • Sistem tiket online dan loket pemesanan tiket langsung di stasiun
  • Mushola untuk ibadah
  • Toilet umum
  • Ruang tunggu yang nyaman
  • Area merokok
  • Kios makanan dan minuman
  • Peron yang telah diperpanjang dengan kanopi pelindung
  • Sistem persinyalan elektrik yang modern mendukung kelancaran operasional kereta api
  • Aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, meskipun masih ada beberapa kendala yang perlu diperbaiki seperti ramp dan toilet yang sesuai standar kursi roda.

Stasiun Babat memiliki empat peron (satu peron sisi dan tiga peron pulau) dan tujuh jalur kereta api, yang mendukung layanan kereta api antarkota dan KAI Commuter secara optimal dan menjaga kenyataan untuk calon penumpang kereta api.

Dengan demikian, stasiun di Lamongan menjadi salah satu elemen penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Keberadaan infrastruktur ini tidak hanya menghubungkan Lamongan dengan kota-kota besar di Pulau Jawa, tetapi juga memperkuat posisi Lamongan sebagai wilayah yang terus berkembang dalam sektor transportasi dan logistik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Rahmatika Putri Supuasari (Maximize)

Editor: Dwi Lindawati

Tags: stasiun babatstasiun lamongan
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Pemkot Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir, Area tanpa Izin Terancam Ditutup

by Dwi Linda
21/07/2026 8:30 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mengawasi dengan ketat terhadap pengelolaan parkir. Pemkot Surabaya mengawasi berbagai tempat mulai...

Gus Kikin.

Gus Kikin Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Ngaku Terima Penugasan PWNU Jatim

by Dwi Linda
21/07/2026 7:17 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin...

Angkot pelajar gratis.

80 Angkot Pelajar Gratis Segera Hadir di Malang, Pemkot Tunggu Audit 4 Koperasi Rampung

by Dwi Linda
21/07/2026 6:45 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui dinas perhubungan (dishub) terus mematangkan pelaksanaan program angkot pelajar gratis. Saat ini,...

Penjual kambing.

Viral Penjual Kambing Kota Batu Disebut Mirip Yesus, Ternyata Niat Awalnya untuk Berdakwah

by Dwi Linda
21/07/2026 6:33 PM
0

BATU, Tugujatim.id – Seorang penjual kambing Kota Batu, Jawa Timur, mendadak viral menjadi perbincangan di media sosial. Faiq Muhammad Alkhatiri...

Next Post
Sidoarjo.

Warga Ngeluh, Pemkab Sidoarjo Gerak Cepat Ambil Alih Penanganan TPS3R Ngampelsari

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID