• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Pakar Unair.

Ilustrasi kondisi perang yang ada di Timur Tengah. (Foto: Loytnu134/Pixabay)

Dampak Serangan AS ke Iran, Pakar Unair: Selat Hormuz Tutup, Krisis Energi Ancam Dunia

Dwi Linda by Dwi Linda
12 months ago
in Internasional, News
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Serangan militer Amerika Serikat (AS) terhadap instalasi nuklir Iran telah mengguncang tatanan geopolitik global. Pakar Unair pun angkat bicara.

Meski skalanya terbatas, langkah ini dipandang sebagai sinyal kuat keterlibatan Washington dalam konflik panas antara Iran dan Israel. Yang mana, bisa menyulut krisis lebih besar secara global.

You might also like

Pasar Gadang.

Pembangunan Pasar Gadang Malang Dinilai Lambat, Warga Khawatir Pedagang Kembali ke Pinggir Jalan

13/06/2026 6:08 PM
Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

13/06/2026 5:25 PM

Baca Juga: Begini Kata PT Tjiwi Kimia Soal Dampak Perang Tarif China-AS

Dosen Hubungan Internasional Universitas Airlangga (Unair) Agastya Wardhana menyampaikan keterlibatan Amerika bukan sekadar aksi militer, melainkan langkah strategis yang sarat kepentingan.

“Amerika Serikat jelas berdiri di sisi Israel. Di bawah kepemimpinan Donald Trump, tekanan terhadap program nuklir Iran menjadi misi utama,” kata akademisi yang akrab disapa Agas itu pada Selasa, (24/06/2025).

Trump dan Strategi “Hit and Run” di Timur Tengah

Menurut Agas, Trump ini sengaja memanfaatkan konflik tersebut untuk mengerem ambisi nuklir Iran tanpa perlu terjebak dalam perang berkepanjangan.

“Trump tidak mau kirim pasukan. Dia hanya ingin target dihantam, lalu mundur. Ini bukan soal perang total, tapi soal simbol kekuatan,” terang Agas.

Dia menilai pendekatan ini sengaja dipilih agar AS tetap berpengaruh secara militer tanpa menanggung risiko politik dan ekonomi jangka panjang.

“Justru dengan strategi ‘hit and run’ itu yang bisa memicu reaksi balasan Iran yang tidak terduga,” imbuhnya.

Selat Hormuz: Urat Nadi Energi Dunia

Salah satu konsekuensi paling mengkhawatirkan dari konflik ini adalah potensi penutupan Selat Hormuz oleh Iran. Dikarenakan, selat ini salah satu jalur yang menjadi nadi utama distribusi minyak dunia.

Agas pun memperingatkan bahwa sekitar 50–70 persen pasokan minyak global melewati selat tersebut.

“Kalau Iran menutup Selat Hormuz, harga minyak akan melonjak. Efeknya, dunia bisa kembali ke jurang krisis ekonomi,” paparnya.

Dia menambahkan, lonjakan harga emas dan minyak beberapa waktu terakhir merupakan cerminan ketidakpastian global akibat tensi geopolitik yang terus memanas.

Negara Berkembang Berada di Persimpangan

Lalu, dia menyebut bahwa posisi Indonesia dan negara-negara berkembang lainnya, mereka tidak punya kapasitas militer yang cukup untuk bisa ikut campur langsung. Namun, peran diplomatik tetap bisa dimainkan.

Menurut dia, diplomasi multilateral bisa menjadi alat untuk meredam eskalasi dan menawarkan solusi damai.

“Indonesia bisa bergerak lewat forum seperti OKI atau PBB. Setidaknya memberikan tekanan agar konflik tidak makin memburuk,” tuturnya.

Superioritas AS Tak Tertandingi

Agas juga menyebut bahwa hingga saat ini, hanya Amerika Serikat (AS) yang memiliki kapabilitas serangan militer sepresisi ini.

“Sebenarnya untuk Rusia dan China punya kekuatan besar, tapi tidak seefisien dan secepat AS dalam melakukan operasi semacam ini,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Layla Aini

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Akademisi UnairAkademisi Unair SurabayaHarga minyak duniaKrisis energi di duniaPerang AS X IranPerang Israel X IranSelat Hormuz
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Pasar Gadang.

Pembangunan Pasar Gadang Malang Dinilai Lambat, Warga Khawatir Pedagang Kembali ke Pinggir Jalan

by Dwi Linda
13/06/2026 6:08 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Warga Kota Malang mulai mempertanyakan kelanjutan proyek penataan Pasar Induk Gadang setelah proses relokasi pedagang dilakukan sejak...

Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

by Dwi Linda
13/06/2026 5:25 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi mulai berdampak pada biaya operasional pemerintah daerah. Di tengah...

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

by Dwi Linda
13/06/2026 8:58 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Sabtu (13/06/2026) didominasi hujan ringan, udara kabur, dan kondisi berawan di berbagai wilayah....

Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:54 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Operasi pencarian terhadap santri asal Kabupaten Kediri yang terseret ombak di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung,...

Next Post
Jemaah Haji Tuban meninggal.

Satu Lagi Jemaah Haji Tuban Meninggal di Tanah Suci, Total Jadi Empat Orang

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID