• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Wali Kota Malang, Sutiaji saat memaparkan pemaksimalan 3T (testing, tracing dan treatment) untuk mengatasi pandemi Covid-19 di Balai Kota Malang beberapa waktu lalu. (Foto: Dokumen/Pemkot Malang)

Wali Kota Malang, Sutiaji saat memaparkan pemaksimalan 3T (testing, tracing dan treatment) untuk mengatasi pandemi Covid-19 di Balai Kota Malang beberapa waktu lalu. (Foto: Dokumen/Pemkot Malang)

Dana Rp 110 Miliar untuk Penanganan Covid-19 di Kota Malang Dinilai Nganggur

Gigih Mazda by Gigih Mazda
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – DPRD Kota Malang mengaku kecewa atas upaya penanganan Covid-19 oleh eksekutif di Kota Malang yang terkesan tak serius. Pasalnya, dari berbagai cara dan strategi mengatasi dampak pandemi yang ada hingga saat ini tak ada progres signifikan. Ini bisa dilihat dari serapan anggaran penanganan yang tak maksimal.

Seperti diketahui, akibat pandemi yang tak kunjung mereda ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang punya anggaran sebesar Rp 110,6 miliar. Namun hingga Juli 2021, serapannya hanya ada separuhnya, Rp 52,6 miliar.

You might also like

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

04/06/2026 8:52 PM
Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

04/06/2026 3:30 PM

Tak hanya itu, masih ada alokasi cadangan lewat dan Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp 56,4 miliar yang juga bisa digunakan. Namun, serapannya ada sebesar Rp 34 miliar.

Ketua DPRD Kota Malang, I Made Rian Diana Kartika. (Foto: M Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Ketua DPRD Kota Malang, I Made Rian Diana Kartika. (Foto: M Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Ketua DPRD Kota Malang I Made Rian Diana Kartika menyebutkan bahwa dengan anggaran segitu, harusnya penanganan pandemi bisa maksimal. Tapi faktanya, di lapangan masih banyak sektor yang carut marut, terkesan normatif. Padahal, yang sedang dihadapi adalah keselamatan warga.

”Saya kira kalau penanganan benar pasti masalah kita hari ini sudah beres. Tapi kan masih banyak riak di bawah. Artinya, ada yang gak beres. Saya lihat selama ini Pak Wali Kota selalu menyampaikan yang normatif-normatif saja,” kata Made belum lama ini.

Dewan menilai, dari sekian anggaran yang dipakai hingga saat ini juga tak jelas juntrungannya. Seperti dikatakan anggota dari Fraksi PKB, Arief Wahyudi, bahwa peran pemerintah memaksimalkan 3T (Testing, Tracing dan Treatment).

”Anggaran padahal ada dan jelas. Kenapa gak di tes swab PCR saja semua sekalian. Kan enak kalau ketauan bisa langsung di-treatment. Satu alat berapa sih, bisa kok,” tegas dia.

Dari kebijakan yang bertele-tele itulah kata Arief membuat penanganan carut-marut. Bahkan, sampai ledakan kasus positif saat ini pun, eksekutif masih tak serius. Buktinya, karena Rumah Sakit overload, warga terpaksa isolasi mandiri (isoman).

Gara-gara isoman tanpa pengawasan penuh dari tenaga kesehatan, ungkap Arief membuat banyak warga yang isoman meninggal dunia.

”Harusnya Pemkot melarang ini (isoman). Masih banyak kok aset yang bisa dialihfungsi jadi safe house,” ucap dia.

Sengkarut masalah yang jadi bola liar inilah disebut anggota Fraksi PDIP, Harvard Kurniawan, Pemkot Malang tak punya perencanaan kebijakan yang jelas dan terukur. Artinya, penanganan kesehatan seolah bukan menjadi prioritas.

”Kapan target vaksinasi tercapai? kapan Kota Malang bisa zona kuning, zona hijau. Semua itu tidak pernah tahu. Padahal, kepala daerah itu mininal pasti harus punya indikator, lalu target. Jadi perencanaan kebijakannya jelas,” ungkapnya.

Alih-alih pandemi, lanjut Harvard, Pemkot Malang malah sibuk mencari bantuan kesana-kesini dengan tajuk beramal. Selain itu, Wali Kota Malang juga memotong tunjangan penghasilan (TPP) ASN untuk dipakai membantu penanganan Covid-19.

”Daripada menggalang dana, kan harusnya fokus menata kebijakan yang konkrit ya. Manfaatkan dari anggaran sendiri yang ada juga bisa kok,” jelasnya.

Dewan Sarankan Pangkas Anggaran Mamin Daripada Potong Gaji ASN

Ditambahkan juga lagi oleh Ketua Dewan, I Made Rian Diana Kartika, bahwa alih-alih memotong tunjangan ASN, ada cara lain yang lebih efektif. Yaitu memangkas biaya-biaya yang tak perlu, seperti anggaran makanan dan minuman (mamin).

”Hasil penyisiran saya, anggaran mamin di dewan yang sekelas 1 OPD saja bisa sampai 4 miliar. Bayangkan, di Pemkot ada berapa OPD? Itu saja yang dipangkas daripada motong gaji,” ujar Made.

Ketua DPC PDIP Kota Malang ini justru khawatir dampak dari potong gaji ini akan membuat para ASN selama kerjanya mencari-cari uang yang tidak resmi.

”Kerja mereka juga butuh biaya. Dengan dipotong, takutnya nanti mereka cari-cari tambahan dari yang tidak resmi. Saya gak sepakat itu dipotong,” kata dia,

Sebab itu, dia berharap Pemkot Malang lebih vaik melakukan sejumlah langkah diskresi. Pihaknya selaku legislatif siap mendukung selama untuk kepentingan masyarakat.

”Di kita (dewan) juga siap refocusing anggaran, kita siapkan Rp 10,3 miliar. Saya kan sudah sering bilang, kalau perlu habiskan saja karena ini untuk keselamatan rakyat,” pungkasnya.

Tags: berita malangberita Malang hari inicovid-19DPRD Kota MalangKota MalangMalangPemkot Malang
Gigih Mazda

Gigih Mazda

Related Stories

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 8:52 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id- Sebagai upaya meningkatkan transparansi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, memasang foto juru parkir (jukir) pada rambu parkir digital di...

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

by Dwi Linda
04/06/2026 1:57 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Event tahunan di Banyuwangi, Jatim, jadi salah satu magnet wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki...

Jemaah haji Kabupaten Malang.

Update 2 Jemaah Haji Kabupaten Malang Wafat di Makkah, Sakit Sempat Dirawat di RS

by Dwi Linda
04/06/2026 1:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabar duka datang dari dua jemaah haji Kabupaten Malang yang meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi. Mereka...

Next Post
Buku berjudul Titik Tangguh merupakan rangkuman kisah ketangguhan member Pondok Inspirasi yang dikemas dalam satu buku antologi. (Foto: Dokumen)

RBI ke-19, Pondok Inspirasi Luncurkan Buku "Titik Tangguh"

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID