MALANG, Tugujatim.id – Komandan Korem (Danrem) 083/Baladhika Jaya Kolonel Infanteri Kohir di tengah situasi keamanan yang penuh ketidakpastian, memilih pendekatan personal yang dia sebut lebih efektif untuk merajut persatuan bangsa.
Dengan metode “dari hati ke hati”, dia mengumpulkan ratusan warga Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) se-Malang Raya dalam acara silaturahmi, doa bersama, dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di kediaman dinasnya, Jl Panglima Sudirman No 100, Kota Malang, Kamis malam (11/09/2025).
Menurut Danrem Kolonel Kohir, acara yang dikemas dalam suasana akrab dan setara ini sengaja dirancang untuk membangun kedekatan emosional antara TNI dan masyarakat, yang dia yakini lebih berdampak daripada sekadar orasi formal.
Baca Juga: Malam Jelang HUT Ke-75 Bhayangkara, Danrem 083/BDJ Beri Surprise Kapolresta Malang
“Saya rasa (metode) ini efektif, karena kita bicara dari hati ke hati, kedekatan antar personal, chemistry yang dibangun. Kita duduk sama rata, sama-sama ingin berdiskusi untuk mencapai satu tujuan, persatuan dan kesatuan,” tegas Kolonel Kohir dalam wawancara khusus usai acara.
Gagasan ini disambut sebagai sebuah terobosan bersejarah oleh para tokoh masyarakat yang hadir. Ketua Badan Pengurus Wilayah (BPW) KKSS Jawa Timur Muslim Hamzah mengaku terkesan dengan kolaborasi yang terjalin begitu cepat dan hangat.
“Seingat saya, baru kali ini (ada acara kolaborasi seperti ini). Alhamdulillah, image kami, anggapan kami, ternyata tidak seperti itu,” ujarnya, merujuk pada keraguan sebagian masyarakat untuk mendekat pada institusi militer.
Menurut dia, tujuan utama KKSS adalah untuk menjaga silaturahmi dan acara ini telah membuka pintu persaudaraan yang lebih luas.
Rangkaian acara yang khidmat diawali dengan doa bersama untuk Indonesia Damai yang dipimpin oleh Serda Fathurrohim. Sesi ini menjadi pembuka spiritual sebelum dilanjutkan dengan serangkaian sambutan yang sarat akan pesan kebersamaan.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Ahmad Fuad Rahman dalam sambutannya berharap acara ini dapat memperkuat nilai-nilai luhur Bugis.
“Mudah-mudahan kita bisa Sipakatau, Sipakalebbi, Sipakainge (saling memanusiakan, saling menghormati, dan saling mengingatkan),” tuturnya.
Dia juga menyebutkan bahwa danrem kini telah menjadi bagian dari keluarga besar KKSS karena istrinya merupakan keturunan Bugis. Suasana semakin hangat saat dia menutup sambutan dengan sebuah pantun.
“Selamat bertugas Bapak Danrem 083 di sembilan kabupaten kota di Jawa Timur. Semoga selalu sukses memimpin kodim-kodim terbaik,” ucapnya.
Kolonel Kohir sendiri dalam sambutannya di panggung berhasil mencairkan suasana dengan candaannya yang personal. Dia mengaku selalu berusaha dekat dengan komunitas Bugis di mana pun dia bertugas.
“Karena kalau enggak, saya dimusuhi dari rumah,” kelakarnya, yang langsung disambut tawa meriah.

Dia juga memperkenalkan dirinya sebagai bagian dari “Persib” atau “Persatuan Istri Orang Bugis” yang semakin menegaskan kedekatannya dengan warga KKSS.
Puncak acara diisi dengan Mauidhoh Hasanah oleh Letkol Caj (Purn) Drs Muh Adam MSi. Dia mengingatkan ratusan hadirin akan pentingnya menjaga keseimbangan antara hubungan dengan Sang Pencipta (Hablum Minallah) dan hubungan dengan sesama manusia (Hablum Minannas).
“Ditimpa kemudaratan, kesesatan di mana pun kamu berada, kecuali melaksanakan Hablum Minallah dan Hablum Minannas,” pesannya, mengutip tafsir Surat Ali Imran ayat 112.
Dia juga berbagi pengalaman spiritualnya yang menyentuh.
“Dua minggu yang lalu, waktu Subuh… saya pernah lewat di sini… Ya Allah, kapan saya bisa masuk? Ternyata doa saya… ditelepon oleh Pak Hidayat… ‘Kita mau adakan peringatan Maulid Nabi Muhammad… di rumahnya Pak Danrem’. Alhamdulillah, berarti keinginan saya dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala,” ungkapnya dengan haru.
Pesan Danrem Hadapi Tantangan ke Depan
Antusiasme tidak hanya datang dari para sesepuh. Acara ini juga menjadi cerminan eratnya ikatan kekeluargaan yang diwariskan lintas generasi. Dengan kehadiran sekitar 150 orang, di antara keramaian, tampak hadir sejumlah mahasiswa yang datang bersama orang tua mereka.
Nana, seorang mahasiswi Universitas Brawijaya asal Sulawesi, mengaku hadir atas undangan orang tuanya yang aktif di paguyuban.
“Dari orang tua, dari KKSS yang undang,” katanya singkat saat ditemui di lokasi acara.
Suasana kekeluargaan semakin terasa dengan disajikannya hidangan khas seperti Coto Makassar, Jalangkote, dan Barongko yang disiapkan oleh panitia.
Sebagai penutup, Kolonel Kohir menitipkan pesan persatuan untuk seluruh bangsa Indonesia dalam menghadapi tantangan ke depan.
“Kita dalam menghadapi atau mencermati situasi seperti ini, hanya satu sebenarnya. Sama-sama saling menghormati, saling menghargai sesama antar suku, antar agama. Saling merangkul bersama-sama untuk menjaga agar Indonesia tidak terpecah,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Safiruddin Jailani/Magang
Editor: Dwi Lindawati








