Dapat Motivasi Lima Dosen Senior, Nurcholis MA Basyari Ujian Masuk S-3 saat Sakit Covid-19

  • Bagikan
Dari kiri, Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana, Guru Besar Ilmu Komunikasi Filkom Unpad Prof Deddy Mulyana MA PhD, dan Pemred Tugujatim.id Nurcholis MA Basyari saat foto bersama. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
Dari kiri, Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana, Guru Besar Ilmu Komunikasi Filkom Unpad Prof Deddy Mulyana MA PhD, dan Pemred Tugujatim.id Nurcholis MA Basyari saat foto bersama. (Foto: Dokumen)

DEPOK, Tugujatim.id – Niat dan tekad wartawan senior Nurcholis MA Basyari untuk bisa diterima kuliah pada program studi S-3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (Filkom Unpad) Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, sudah bulat. Bapak empat anak ini jauh-jauh hari mempersiapkan diri.

Motivasinya semakin bertambah setelah pertengahan Juni 2021 lalu mendapat semangat dari lima dosen senior Filkom Unpad. Hal itu diperolehnya saat silaturahim ke rumah mereka di Bandung.

Para dosen senior yang ditemui Nurcholis pada Kamis dan Jumat lalu (17-18/06/2021) adalah mantan Dekan Filkom Unpad Prof Deddy Mulyana, Dekan Filkom Unpad Dr Dadang Rahmat Hidayat, Wakil Dekan Filkom Unpad Prof Atwar Bajari, Ketua Program Studi S-3 Filkom Unpad Dr Dadang Sugiana, dan Ketua Program Studi S-3 Filkom Unpad Dr Edwin Rizal. Mereka pun memotivasi Nurcholis.

Nurcholis MA Basyari saat melakukan ujian melalui Zoom Meeting. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
Nurcholis MA Basyari saat melakukan ujian melalui Zoom Meeting. (Foto: Dokumen)

Dekan ke-9 Filkom Unpad Prof Deddy Mulyana adalah orang pertama di Filkom Unpad yang menyambut baik dan mendorong Nurcholis mengambl studi tingkat doktoral di kampus tersebut.

“Saya sangat bersyukur kepada Allah dan berterima kasih kepada Prof Deddy karena beliau bukan hanya berkenan menjadi ketua promotor dan memberikan Letter of Acceptance (LoA) sebagai salah satu syarat mendaftar S-3 Filkom Unpad. Lebih dari itu, saat silaturahim ke rumah beliau, saya mendapatkan hadiah istimewa berupa buku terbaru karya beliau bersama Dr Leila Mona Ganiem MSi berjudul Komunikasi Kesehatan: Pendekatan Antarbudaya,” ungkap Nurcholis.

Penulis (baju putih) bersama pakar komunikasi dan motivator Dr Aqua Dwipayana dan gurubesar Fikom Unpad Prof Deddy Mulayan, MA, PhD (tengah). (Foto: Dokumen)
Penulis (baju putih) bersama pakar komunikasi dan motivator Dr Aqua Dwipayana dan guru besar Fikom Unpad Prof Deddy Mulayan, MA, PhD (tengah). (Foto: Dokumen)

Di halaman pertama buku itu, dengan goresan tanda tangan beliau disertai sepenggal doa: “Untuk Mas Nurcholis. Semoga cepat menjadi doktor”.

Dr Dadang Rahmat Hidayat dan Dr Dadang Sugiana memberikan banyak wejangan kepada Nurcholis. Tujuannya agar Nurcholis mendapat gambaran hal-hal yang perlu dipersiapkannya untuk ujian masuk kuliah di program studi S-3 Filkom Unpad. Juga saat nanti telah dinyatakan lulus dan selama kuliah.

Dr Aqua Dwipayana dan Nurcholis MA Basyari juga bersilaturahim ke Dekan Filkom Unpad Dr H. Dadang Rahmat Hidayat SSos SH MSi.(Foto: Dokumen)
Dr Aqua Dwipayana dan Nurcholis MA Basyari juga bersilaturahim ke Dekan Filkom Unpad Dr H. Dadang Rahmat Hidayat SSos SH MSi.(Foto: Dokumen)

“Kalau lulus ujian masuk program studi S-3 Filkom Unpad, insyaa Allah Pak Nurcholis bisa mengikuti perkuliahan dengan baik dan lancar,” kata Dr Dadang Rahmat Hidayat memberi semangat kepada Nurcholis.

Sedangkan Dr Dadang Sugiana yang penggemar musik-musik Koes Plus, selain yakin Nurcholis tekun melaksanakan kuliah, juga bakal lancar menulis disertasinya. Karena selama ini telah berpengalaman menulis puluhan buku.

Dr Aqua mengoptimalkan silaturahim menuju kediaman Dr Dadang Sugiana MSi di kawasan Rancaekek.(Foto: Dokumen)
Dr Aqua mengoptimalkan silaturahim menuju kediaman Dr Dadang Sugiana MSi di kawasan Rancaekek.(Foto: Dokumen)

“Jika jadi kuliah di program studi S-3 Filkom Unpad, insyaa Allah Pak Nurcholis lancar kuliah dan menulis disertasinya. Pengalaman bapak selama ini menulis banyak buku, sangat bermanfaat saat nulis disertasi,” ungkap Dr Dadang Sugiana.

Sementara dua surat rekomendasi akademik yang wajib dilampirkan saat mendaftar program studi S-3 Filkom Unpad diperoleh Nurcholis dari dua orang dosen senior. Mereka adalah Prof Atwar Bajari dan Dr Edwin Rizal.

Prof Atwar dan Dr Edwin dalam rekomendasi tertulisnya secara senada mengatakan Nurcholis sangat layak kuliah di program studi S-3 Filkom Unpad. Mereka yakin jika diterima kuliah di sana, mantan Wakil Pemimpin Redaksi Majalah Warta Ekonomi, ini dapat melaksanakan dan menuntaskan kuliahnya dengan baik.

Dr Aqua Dwipayana juga silaturahim ke Dr Edwin Rizal yang termasuk dosen favorit di kalangan mahasiswa se-Filkom Unpad. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
Dr Aqua Dwipayana juga silaturahim ke Dr Edwin Rizal yang termasuk dosen favorit di kalangan mahasiswa se-Filkom Unpad. (Foto: Dokumen)

Di samping itu, kedua dosen senior tersebut tahu bahwa Nurcholis sebagai asesor Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat ini produktif menulis dan mengedit buku. Jumlah karyanya sudah mencapai puluhan buku.

Kepada Nurcholis, Prof Atwar dan Dr Edwin banyak memberikan masukan terkait dengan kuliah di program studi S-3 Filkom Unpad. Menyampaikan berbagai hal yang perlu dilakukan para mahasiswa agar kuliahnya lancar.

Penulis bersama pakar komunikasi dan motivator Dr Aqua Dwipayana (tengah) bersilaturahim ke Guru Besar Fikom Unpad Prof Dr Drs Atwar Bajari, MSc (kanan) di kediamannya di kawasan Manglayang, Bandung, Jawa Barat.
Penulis bersama pakar komunikasi dan motivator Dr Aqua Dwipayana (tengah) bersilaturahim ke Guru Besar Fikom Unpad Prof Dr Drs Atwar Bajari, MSc (kanan) di kediamannya di kawasan Manglayang, Bandung, Jawa Barat. (Foto: Dokumen)

“Paling penting adalah niat kuliah di program studi S-3 Filkom Unpad. Kemudian selama kuliah harus rajin dan tekun sehingga dapat mengikuti semua mata kuliah dan melaksanakan seluruh pesan dosen,” ujar mereka senada.

Nurcholis menyimak semua yang disampaikan keempat dosen senior itu. Dia bertekad untuk melaksanakannya secara serius dan sungguh-sungguh.

“Jika jadi kuliah di program studi S-3 Filkom Unpad, saya mohon bimbingan, nasihat, dan arahan dari bapak. Saya sangat membutuhkan itu untuk kelancaran selama kuliah di Filkom Unpad,” kata Nurcholis serius menyampaikan permohonan kepada mereka.

Siapkan Proposal dan Ujian Wawancara

Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Hal itu dirasakan Nurcholis. Saat sedang proses ujian masuk program studi S-3 Filkom Unpad, dia positif Covid-19.

Di samping mempersiapkan proposal rencana riset disertasi, Nurcholis juga harus ujian wawancara melalui zoom meeting.

Selain itu, bersama istrinya Yayah Nuriyah dan putra sulungnya Nur Muhammad Romdhoni Assalavi, Nurcholis melaksanakan isolasi mandiri di rumahnya. Mereka bertiga sama-sama kena Covid-19 dalam waktu yang hampir bersamaan.

Setelah melalui beberapa tahapan, pada Kamis (08/07/2021), Nurcholis melaksanakan tes wawancara. Waktu itu bersamanya ada delapan calon mahasiswa S-3 lainnya yang ikut ujian. Nurcholis mendapat urutan terakhir.

Pengujinya empat dosen senior. Mereka adalah Prof Deddy Mulyana, Dr Dadang Rahmat Hidayat, Dr Suwandi Sumartias, dan Dr Evie Ariadne Shinta Dewi.

Sebelumnya dalam kondisi sakit Covid-19, dengan serius Nurcholis mengerjakan proposal rencana riset disertasi. Penulis banyak buku itu serius dan tekun melakukannya.

Semangatnya untuk kuliah pada program studi S-3 Filkom Unpad “mengalahkan” berbagai keluhan saat sakit Covid-19. Nurcholis menyelesaikan proposal rencana riset disertasinya hingga Kamis dini hari (08/07/2021), pukul 01.00.

Judul proposal rencana riset disertasi Nurcholis adalah “Etika Komunikasi Politik Pejabat Publik: Studi Kasus Kampanye Penerapan Protokol Kesehatan Dalam Penanganan Covid-19”. Seluruhnya 22 halaman.

“Saya sangat serius mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian masuk S-3 Filkom Unpad. Salah satu bukti keseriusan itu adalah saat menulis proposal rencana riset disertasi. Meski dalam kondisi sakit Covid-19, saya tetap mengerjakannya secara optimal. Begitu juga ketika ujian wawancara,” ungkap bapak dari Nur Muhammad Romdhoni Assalavi, Nur Habibur Rohman Assalavi, Nurul Amelia Assalavi, dan Mikyal Rahmadani Assalavi, ini.

Meski sakit Covid-19 dan kurang istirahat, saat ujian wawancara sekira 20 menit, Nurcholis berusaha tampil prima. Menjawab semua pertanyaan pewawancara dan menjelaskan tentang proposal rencana riset disertasinya.

Selesai melaksanakan ujian wawancara, Nurcholis merasa sangat bersyukur. Perjuangannya tidak sia-sia. Semua pertanyaan pewawancara bisa dijawabnya dengan baik. Meski hal itu belum menentukan kelulusannya.

“Saya sudah berusaha secara maksimal. Meski saat melaksanakan ujian itu kondisi saya sedang sakit Covid-19. Apa pun hasilnya, saya yakini itulah yang terbaik,” kata ketua tetap rombongan umroh The Power of Silaturahim itu penuh semangat.

Kualitasnya Bagus

Salah seorang penguji Nurcholis, Prof Deddy Mulyana mengapresiasinya saat ujian wawancara. Walau dalam kondisi sakit Covid-19, penampilannya baik. Begitu juga proposal rencana riset disertasinya, aktual dengan situasi sekarang ini.

“Saat tadi Nurcholis ujian wawancara, saya perhatikan dari wajahnya dia kurang istirahat. Mungkin kelelahan karena sedang sakit. Walau begitu ketika menjelaskan dan menjawab pertanyaan para penguji lancar sekali,” ujar Prof Deddy.

Sebelum melanjut kuliah S-3 di Filkom Unpad, laki-laki asal Slawi, Jawa Tengah, ini telah menuntaskan kuliah S-1 dan S-2-nya di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI). Masing-masing di Departemen Hubungan Internasional dan Departemen Ilmu Komunikasi.

Perintis pendirian Koran Jakarta ini tertarik melanjutkan S-3 di Filkom Unpad karena menilai kualitasnya bagus, selain sebagai fakultas Ilmu Komunikasi tertua di Indonesia. Juga satu-satunya yang berbentuk fakultas di antara semua universitas negeri di Indonesia. Lainnya adalah jurusan atau departemen.

“Jika memang rezeki saya diterima kuliah di program studi S-3 di Filkom Unpad, saya yakin mendapatkan banyak ilmu, wawasan, dan pengalaman selama kuliah di sana. Hal itu pasti bermanfaat sekali buat saya,” lanjut Pemred Tugujatim.id ini.

Perjuangan Nurcholis untuk masuk program studi S-3 Filkom Unpad diawali saat mendaftar. Dia harus membuat akun di website resmi https://pendaftaran.unpad.ac.id untuk mengikuti Seleksi Masuk Universitas Padjadjaran (SMUP).

Kemudian menyiapkan berkas-berkas pribadi, seperti KTP, KK, ijazah berikut transkrip nilai kuliah S-1 dan S-2. Semua berkas dijadikan dalam format PDF untuk diunggah sebagai lampiran pendaftaran via online menggunakan akun calon mahasiswa. Keterangan lebih rinci dapat diakses di http://smup.unpad.ac.id.

Selanjutnya mengajukan untuk mendapatkan LoA dari calon ketua promotor. Pengajuan via sistem di website resmi menggunakan akun calon. Nurcholis berhasil mendapatkan persetujuan dari Prof Deddy Mulyana sebagai calon ketua promotornya.

Prof Deddy sudah lama mengenal Nurcholis dan tahu persis berbagai kiprah positif editor buku “super best seller” Trilogi The Power of Silaturahim itu. Sehingga begitu diminta untuk memberikan LoA untuk kebutuhan kuliah Nurcholis di program studi S-3 Filkom Unpad langsung menyatakan kesediaannya.

“Saya melihat keseriusan Nurcholis selama ini dalam berbagai kegiatan, termasuk akademik saat kuliah S-1 dan S-2 di Fisip Universitas Indonesia. Sehingga saat dia menghubungi saya dan menyampaikan permintaan LoA sebagai calon ketua promotornya, langsung saya penuhi. Jika Nurcholis diterima kuliah S-3 di Filkom Unpad, insya Allah kuliahnya lancar hingga tamat,” ungkap Prof Deddy.

Setelah itu harus mendapatkan dua surat rekomendasi akademik dari dua orang dosen. Prof Atwar Bajari dan Dr Edwin Rizal telah memberikan rekomendasi akademik kepada Nurcholis.

Persiapan TKA

Proses berikutnya mendaftar untuk Tes Kemampuan Akademik (TKA) di Pusat Psikologi Unpad dan Tes Kemampuan Bahasa Inggris (TKBI) di Pusat Bahasa Fakultas Ilmu Budaya Unpad. Pendaftaran dilakukan secara terpisah via daring. Setelah itu calon mahasiswa akan mendapatkan jadwal tes via daring.

Khusus untuk calon mahasiswa yg sudah memiliki sertifikat TKA dan TKBI dari lembaga lain dan masih berlaku, mereka tidak perlu lagi ikut kedua jenis tes tersebut. Nilai TKA dan TKBI masing-masing minimal 500.

Calon mahasiswa juga harus menyertakan esai “Statement of Purposes” atau Pernyataan Tujuan. Isinya tentang latar belakang calon mahasiswa dan motivasi kuliah S-3 di Filkom Unpad dan bidang peminatan.

Juga harus menyiapkan proposal rencana riset disertasi. Hal itu secara singkat disampaikan saat tes wawancara.

Nurcholis MA Basyari akan melanjutkan program studi S-3 di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (Filkom Unpad) Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
Nurcholis MA Basyari akan melanjutkan program studi S-3 di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (Filkom Unpad) Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat. (Foto: Dokumen)

Semua berkas lengkap, termasuk hasil TKA dan TKBI, kemudian diunggah sebagai lampiran di website pendaftaran resmi tersebut. Kalau ada yang salah atau tidak lengkap, sistem secara otomatis akan menolak dan memberikan notifikasi langsung di layar monitor. Pengunggahan/pendaftaran terakhir pada 23 Juni 2021.

Setelah semua persyaratan dilengkapi, calon mahasiswa akan mendapatkan tagihan pembayaran. Dibayarkan via akun virtual di sejumlah bank rekanan Unpad.

Setelah pembayaran pendaftaran, calon mahasiswa mendapatkan kartu yang dapat di-download. Sesudah itu menunggu jadwal wawancara yang kemudian diumumkan via grup WhatsApp (WA) yang dikelola oleh Sekretariat Filkom Unpad.

Kamis sore, 15 Juli 2021 kemarin Nurcholis mendapat pemberitahuan dari Pusat Psikologi Unpad tentang pelaksanaan jadwal TKA. Pelaksanaannya pada Jumat, 23 Juli 2021.

“Saya sudah mendaftar dan membayar untuk TKA. Telah diunggah bukti pembayaran berikut berkas lainnya. Sekarang tinggal menunggu verifikasi yang perlu waktu maksimal dua hari. Setelah verifikasi ok, nanti akan mendapatkan kartu peserta yang dapat diunduh untuk kepentingan pelaksanaan TKA daring pada 23 Juli 2021,” ujar Nurcholis.

Dalam kondisi pemulihan kesehatannya, setelah selesai melaksanakan TKBI dan ujian wawancara, kini Nurcholis mempersiapkan dirinya untuk TKA. Mantan Kepala Biro harian Media Indonesia Padang, Sumatera Barat, ini berusaha melaksanakannya secara maksimal agar hasilnya optimal. (*)

  • Bagikan