• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
pendiri Perpustakaan Anak Bangsa, Eko Cahyono. (Foto: Rizal Adhi Pratama/Tugu Malang/Tugu Jatim)

pendiri Perpustakaan Anak Bangsa, Eko Cahyono. (Foto: Rizal Adhi Pratama/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Dari Tumpukan Koran jadi Perpustakaan, Ini Kisah Perjuangan Eko Cahyono Dirikan Perpustakaan

Gigih Mazda by Gigih Mazda
5 years ago
in Featured, News, Pendidikan, Pilihan Redaksi
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Perpustakaan Anak Bangsa yang berada di Desa Sukopuro, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang mungkin menjadi salah satu perpustakaan terbesar di Kabupaten Malang. Namun, siapa sangka perpustakaan yang menyimpan ribuan buku ini ternyata berawal dari berton-ton tumpukan koran.

“Dulu waktu 90-an buku itu masih susah, tapi aku memang suka baca-baca koran, dan menurutku koran itu meskipun dibaca kapanpun masih relevan. Karena di koran kita bisa baca cerpen, iklan dan masih banyak lagi,” terang pendiri Perpustakaan Anak Bangsa, Eko Cahyono saat melakukan live Instagram bersama Tugumalang.id grup Tugu Jatim, Kamis (08/04/2021).

You might also like

Rumah doa.

DPRD Kabupaten Pasuruan Terima Aduan Warga Tolak Dugaan Rumah Doa Ilegal di Bangil

20/07/2026 9:04 PM
Sekolah terpencil di Sidoarjo.

Sekolah Terpencil di Sidoarjo Viral Disebut Tak Dapat Perhatian, Ini Penjelasan Dispendikbud

20/07/2026 7:42 PM

Waktu itu, pria asli Jabung ini membeli berton-ton koran yang harganya waktu itu masih Rp 4.000,- per kuintal.

“Nah waktu itu aku beli berton-ton koran yang waktu itu harganya masih Rp 4.000,- per kuintalnya. Dan aku baca satu per satu karena memang sejak kecil aku suka baca,” ujarnya.

Kemudian, terpikirkan olehnya untuk mendirikan sebuah perpustakaan di desanya. Namun, ada masalah, ia membutuhkan banyak buku dan waktu itu harganya cukup mahal untuknya.

“Kemudian aku mulai berencana mengumpulkan buku buat melengkapi koleksi di perpustakaanku. Nah dulu kan gak kayak sekarang yang bisa serba online, jadi harus dor to dor,” bebernya.

Salah satu kisah uniknya dalam mengumpulkan buku adalah saat ia membuntuti salah satu pembeli buku di Gramedia.

pendiri Perpustakaan Anak Bangsa, Eko Cahyono. (Foto: Rizal Adhi Pratama/Tugu Malang/Tugu Jatim)
pendiri Perpustakaan Anak Bangsa, Eko Cahyono. (Foto: Rizal Adhi Pratama/Tugu Malang/Tugu Jatim)

“Misalnya pernah aku duduk di depan Gramedia dan nunggu orang yang beli banyak buku. Logikanya kan kalau dia beli banyak buku pasti koleksi bukunya juga banyak di rumahnya, jadi aku nyobain minta donasi buku ke dia,” kenangnya sambil tersenyum.

“Jadi, aku ikuti dia di jalan sampai dia sampai ke rumahnya, lalu gak sia-sia dia mau ngasih donasi 5 buku kan lumayan,” imbuhnya.

Ia bahkan juga sering mendatangi rumah-rumah penulis asal Malang guna mendapatkan donasi buku di perpustakaannya.

“Kemudian aku juga datangi rumah-rumah penulis di Malang dan mereka mau ngasih donasi buku-buku karangan mereka,” tuturnya.

Kini, ia mengatakan untuk mendapat ratusan buku sangatlah mudah dan tidak memerlukan usaha seperti dulu lagi.

“Kalau sekarang mudah banget, tinggal SMS Pak Jokowi atau Pak Menteri Pendidikan langsung dikirim ke Perpustakaan Anak Bangsa. Kemudian aku tinggal datang aja ke Gramedia atau Toga Mas dan mereka akan langsung kasih donasi buku,” ucapnya sambil tertawa.

“Intinya kalau kita membuat gerakan dengan tulus maka akan dilihat dan bakal banyak yang mensupport,” tambahnya.

Terakhir, ia memberi bocoran bagaimana caranya mendapatkan ratusan buku secara gratis untuk membuat perpustakaan sendiri.

“Sama saya kasih tahu satu rahasia, sekarang ini di Indonesia ada lebih dari 1 juta buku yang siap dibagikan secara gratis. Tapi tentu saingannya banyak dan gimana caranya kita mendapatkan perhatian dari mereka salah satunya Perpustakaan Republik Indonesia,” ungkapnya.

“Kalau mau tau caranya, datang langsung ke Perpustakaan Anak Bangsa biar aku kasih tahu caranya,” pungkasnya.

Tags: Kabupaten MalangMalangperpustakaansosoksosok inspiratif
Gigih Mazda

Gigih Mazda

Related Stories

Rumah doa.

DPRD Kabupaten Pasuruan Terima Aduan Warga Tolak Dugaan Rumah Doa Ilegal di Bangil

by Dwi Linda
20/07/2026 9:04 PM
0

PASURUAN, Tugujatim.id - Perwakilan warga Lingkungan Sukalipura, Kelurahan Dermo, Kecamatan Bangil, mendatangi kantor DPRD Kabupaten Pasuruan untuk audiensi pada Senin...

Sekolah terpencil di Sidoarjo.

Sekolah Terpencil di Sidoarjo Viral Disebut Tak Dapat Perhatian, Ini Penjelasan Dispendikbud

by Dwi Linda
20/07/2026 7:42 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Sidoarjo Netti Lastiningsih angkat bicara setelah kondisi sekolah terpencil...

Piala Dunia 2026.

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ribuan Warga Nobar di Sidoarjo Senang Berhadiah Umrah hingga Sepeda Gunung

by Dwi Linda
20/07/2026 6:05 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Ribuan warga memadati Jalan Cokronegoro di depan Pendopo Delta Wibawa, Kabupaten Sidoarjo, Senin dini hari (20/07/2026). Mereka...

Pungli.

Kasus Dugaan Pungli Sewa Lahan Pemkot Surabaya, LPMK Kalijudan Janji Kembalikan Uang Pedagang

by Dwi Linda
20/07/2026 5:18 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Kelurahan Kalijudan, Surabaya, menggelar pertemuan bersama LPMK Kalijudan dan para pedagang kali lima (PKL) terkait kasus pungutan...

Next Post
Sejumlah awak media di Kabupaten Tuban membubuhkan tanda tangan di atas kertas putih sebagai wujud dukungan kepada jurnalis majalah Tempo, Nurhadi yang dianiaya saat menjalankan proses kerja jurnalistiknya. (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)

Jurnalis Nusadaily.com jadi Korban Doxing, PWI Malang Raya Siap Beri Bantuan Hukum

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID