Jurnalis Nusadaily.com jadi Korban Doxing, PWI Malang Raya Siap Beri Bantuan Hukum

  • Bagikan
Sejumlah awak media di Kabupaten Tuban membubuhkan tanda tangan di atas kertas putih sebagai wujud dukungan kepada jurnalis majalah Tempo, Nurhadi yang dianiaya saat menjalankan proses kerja jurnalistiknya. (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)
Sejumlah awak media di Kabupaten Tuban membubuhkan tanda tangan di atas kertas putih sebagai wujud dukungan kepada jurnalis majalah Tempo, Nurhadi yang dianiaya saat menjalankan proses kerja jurnalistiknya. (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya mengecam keras tindakan doxing terhadap dua jurnalis Nusadaily.com, yakni Amanda Egatya, dan Lionita. Dugaan doxing itu diduga dilakukan oleh akun Instagram @mmgachannel dan @aaayyyuuubbb_.

Jurnalis Nusadaily.com, mengalami serangan doxing atau pelacakan dan pembongkaran data identitas seseorang. Pembongkaran identitas pribadi itu dengan tujuan negatif terkait karya jurnalistik korban.

Yakni artikel berjudul ‘Rumah Dinas Wali Kota Malang Dilempari Flare’ dan ‘Surat Pesawat Kertas, Ini Isinya’. Artikel itu terbit Pukul 21.05 WIB tanggal Senin 5 April 2021. Artikel itu kemudian dikoreksi dengan judul Rumah Dinas Wali Kota Malang Dilempari Surat Pesawat Kertas, Ini Isinya:. Koreksi naik pada pukul 21.50 WIB.

Chief Operating Officer (COO) nusadaily.com, Bagus Ary Wicaksono didampingi Chief Executive Officer nusadaily.com, Hanan Jalil, dan juga Amanda Egatya selaku korban dugaan serangan doxing melaporkan ke Polresta Malang Kota. (Foto: Nusadaily.com)
Chief Operating Officer (COO) nusadaily.com, Bagus Ary Wicaksono didampingi Chief Executive Officer nusadaily.com, Hanan Jalil, dan juga Amanda Egatya selaku korban dugaan serangan doxing melaporkan ke Polresta Malang Kota. (Foto: Nusadaily.com)

Ketua PWI Malang Raya, Cahyono mengecam tindakan doxing yang didapatkan Amanda. Sedangkan menanggapi keputusan untuk melaporkan kasus tersebut ke penegak hukum diarasa sudah benar.

“Dan agenda mengadukan ke polisi itu sudah tepat menurut saya. Si Amanda mengadukan itu sudah benar,” tegas Cahyono dalam pernyataan resmi yang diterima Tugu Jatim, Kamis (8/4/2021) malam.

Tak hanya, itu, PWI Malang Raya juga mengaku siap akan memberikan bantuan hukum dalam kasus yang menimpa Amanda Egatya tersebut.

“Kami lakukan dukungan karena Amanda ini sebagai anggota PWI Malang Raya sampai kasus tersebut selsai,” tuturnya.

Cahyono pun sangat menyayangkan perilaku doxing itu. Sebab, berita terkait kasus ‘Pelemparan Flare’ itu sudah diubah oleh pihak redaksi Nusadaily.com.

“Manda kan sudah diubah beritanya. Yang merubah kan pihak redaksinya. Jadi sangat disayangkan. Seharusnya kalau sudah diubah ya kan tidak perlu protes. Hak koreksi sudah dilakukan oleh pihak perusahaan,” tutup dia. (*)

  • Bagikan