MOJOKERTO, Tugujatim.id – Jumlah desa terdampak kekeringan di Kabupaten Mojokerto kini bertambah. Berdasarkan hasil asesmen Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, satu dusun yakni Tempuran di Simongagrok, Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, butuh droping air bersih. Sementara itu, sejumlah 110 kepala keluarga (KK) di Tempuran terdampak krisis air bersih.
“Kalau sebelumnya tiga, ternyata mengalami penambahan di wilayah Dawarblandong. Hasil asesmen yang terdampak sejumlah 110 KK tersebut,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto, Abdul Khakim, Jumat (27/09/2024).
Baca Juga: Skor Telak Tottenham vs Qarabag 3-0: Spurs Pecundangi The Horsemen di Liga Eropa bersama 10 Pemain
Diketahui sebelumnya, krisis air bersih yang melanda Kunjorowesi, Ngoro, dialami oleh 1.558 kepala keluarga (KK) atau sejumlah 4.937 orang. Lalu, sejumlah 597 KK atau 1.861 orang di Manduro Manggung Gajah, Ngoro, mengalami hal serupa seperti di Kunjorowesi. Disusul, krisis air bersih dialami oleh 483 KK atau 1.522 orang di Duyung, Trawas.
Sebagai upaya penanganan, Pemkab Mojokerto meneken Status Darurat Siaga Bencana Kekeringan dan Karhutla yang berlaku sejak 19 Juni lalu hingga 15 November 2024. Pemkab Mojokerto juga melakukan dropping air bersih sejak 1 Juli 2024.
“Bantuan air bersih dari Pemprov Jatim sudah dimulai sejak Rabu (07/08/2024). Penyaluran air bersih rencana dilakukan hingga 14 September 2024 dengan total jumlah 340 tangki air bersih,” tambah Khakim.
Bantuan air bersih dari Pemprov Jatim disalurkan melalui truk tangki dengan kapasitas 4.000 liter per truk. Sementara itu, penyaluran yang dimulai pada Rabu (07/08/2024) tersebut dimulai di Kunjorowesi, Ngoro, Kabupaten Mojokerto, dengan alokasi 4 tangki. Lalu, disusul Manduro Manggung Gajah, Ngoro, Kabupaten Mojokerto, dengan 3 tangki serta Duyung, Trawas, Kabupaten Mojokerto, dengan 3 tangki.
Baca Juga: Aliansi Masyarakat Gelar Aksi Tuntut Netralitas ASN di Tuban, Soroti Baliho Calon Petahana
Sementara itu, bantuan dropping air bersih tetap berjalan. Terlihat, bantuan air bersih terus datang dari berbagai pihak. Seperti tampak pada Selasa (17/09/2024) bahwa BPBD Kabupaten Mojokerto mengirimkan sebanyak 1 tangki, disusul Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas sejumlah 2 tangki, lalu dari komunitas Info Kriminal Lintas Jawa Timur (IKLJ) sebanyak 2 tangki dan Dompet Duafa Jatim dengan 1 tangki.
“Kemarin (17/09/2024) total ada bantuan air bersih sebanyak 6 tangki dengan kapasitas 4.000 liter setiap truk. Dropping itu untuk membantu warga yang terdampak krisis air bersih,” beber Khakim.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








