BATU, Tugujatim.id – Prestasi membanggakan diraih Desa Tulungrejo di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Desa ini menjadi yang terbaik usai menjadi jawara 1 dalam ajang Lomba Desa/Kelurahan se-Jawa Timur berkat 8 inovasi unggulan dari 3 nominasi lain.
Desa Tulungrejo berhasil meraih juara diumumkan dalam acara puncak penilaian di Surabaya, 22 Mei 2024. Sebelumnya menjadi juara, Desa Tulungrejo bersanding dengan dua nominator desa terbaik, yaitu Desa Pontang, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember; dan Desa Kemirigede, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar.
Pj Wali Kota Batu Aries Agung Paewai menuturkan, Desa Tulungrejo mampu mengembangkan potensi dan inovasinya yang unggul. Mulai dari bidang pertanian, pariwisata, UMKM, dan kesejahteraan masyarakat.
Aries mengaku bangga atas prestasi yang diraih Desa Tulungrejo. Dia mengatakan, ini bukti desa-desa di Kota Batu tidak kalah dengan desa lain di Jatim yang memiliki potensi dan kemampuan untuk maju dan berkembang.
Dia berharap apa yang telah diraih desa ini menginspirasi desa lainnya di Kota Batu dan Jatim untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Selamat kepada Desa Tulungrejo, semoga semakin baik dalam pelayanan, pemberdayaan, dan pembangunan desa. Semoga desa ini menginspirasi desa lain di Kota Batu dan juga Jatim,” ujarnya pada Selasa (23/07/2024).
Delapan Program Unggulan Desa Tulungrejo
- APEL MANALAGI (Aplikasi Pelayanan Masyarakat Langsung dan Terintegrasi): Aplikasi untuk mempermudah masyarakat dalam hal pengurusan surat-menyurat.
- TEBAS SAMPAH (Tulungrejo Bebas Limbah dan Sampah): Penanganan limbah dan sampah yang terorganisasi untuk menjaga kebersihan desa.
- GELUNG BANTING (Gerakan Tulung-Tinulung Berantas Stunting): Program penurunan angka stunting yang sukses dengan kolaborasi berbagai pihak.
- DEGAP INTAN BATIN (Desa Tanggap Inflasi Melalui Ketahanan Pangan Nabati dan Hewani): Program ketahanan pangan untuk menghadapi inflasi dengan pemanfaatan pekarangan organik dan budidaya berbagai tanaman dan ternak.
- TUNTAS KEMISKINAN (Tulungrejo Berantas Kemiskinan): Program pengentasan kemiskinan yang menunjukkan hasil nyata dengan penurunan angka kemiskinan ekstrem yang signifikan.
- BINI DAYA (Pembinaan Wanita Berdaya): Program pemberdayaan wanita untuk meningkatkan peran wanita dalam pembangunan desa.
- JAKA RABA (Jaga Kampung Masyarakat Bahagia): Program keamanan desa yang menjaga ketenteraman dan kenyamanan masyarakat.
- GASEBO (Gelar Seni, Budaya dan Olahraga): Kegiatan untuk melestarikan budaya dan memeriahkan desa.
Sementara itu, Kepala Desa Tulungrejo Suliyono mengatakan, tim penilai selama menilai tidak hanya meninjau penataan desa dan lingkungan. Dia mengatakan, mereka juga menilai soal administrasi tata kelola pemerintahan hingga kependudukan.
“Bahkan ada 200 poin data yang harus diisi untuk dinilai. Kami dicek implementasi di lapangan. Jadi tidak hanya menjadi desa maju, tapi juga maju secara administrasi,” jelasnya.
Sedangkan Ketua Tim Juri Lomba Desa dan Kelurahan Provinsi Jatim Mochamad Wahyudi mengatakan, Desa Tulungrejo menjadi satu dari 7.721 desa dan kelurahan di Jatim yang terbaik. Dia mengatakan ini menjadi tantangan dan contoh bagi desa yang lain.
”Dalam penilaian ini kami tidak hanya meninjau kondisi di lapangan. Tapi juga memverifikasi kebenarannya pada masyarakat setempat,” jelasnya.
Selain Desa Tulunrejo, Desa Kemirigede, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, menempati juara II dan Desa Pontang, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, meraih juara III.
Untuk Kategori Kelurahan, Kelurahan Jemur Wonosari, Kota Surabaya, meraih juara I; Kelurahan Gadang, Kota Malang, juara II; dan Kelurahan Surodinawan, Kota Mojokerto, juara III.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: M. Ulul Azmy
Editor: Dwi Lindawati








