• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ilustrasi depresi karena pelecehan seksual/Pixabay

Ilustrasi depresi karena pelecehan seksual/Pixabay

Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Kepala SMK Swasta di Surabaya Dilaporkan ke Polrestabes

Korban Asusila Alami Depresi

Redaksi by Redaksi
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Dunia pendidikan kembali tercoreng dengan peristiwa yang terjadi di SMK swasta di Surabaya. Lagi-lagi pelecehan seksual pada anak terjadi kembali. Kasus tersebut menimpa putri dari Lukito (bukan nama sebenarnya), 56.

Lukito memberanikan diri melaporkan kebejatan perilaku asusila yang diduga dilakukan oleh kepala SMK swasta di Surabaya berinisial AB ke Polrestabes Surabaya. Hal itu karena putri dari Lukito yang duduk di kelas XII mendapat perlakuan tidak senonoh dari kepala sekolahnya.

You might also like

Pertanian di Malang.

Wamentan Sudaryono Dorong Modernisasi Pertanian di Malang, 50 Gapoktan Terima Bantuan Mesin Panen dan Olah Tanah

20/07/2026 2:02 PM
Tuban

Polresta Tuban Ungkap Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak, Ayah Tiri Jadi Tersangka

20/07/2026 12:04 PM

Lukito yang dulu juga berprofesi sebagai wartawan di salah satu portal berita online itu mengabarkan kepada media di Surabaya bahwa awalnya anaknya adalah sosok periang. Setiap hari Lukito mengantar anaknya berangkat ke sekolah, sebelum akhirnya ada keputusan untuk sekolah secara daring.

“Saat putri saya menginjak kelas XI (di SMK swasta di Surabaya, red), saya setiap pagi mengantar putri saya ke Jalan Dinoyo. Di sana tempat putri saya magang selama 3 bulan,” terang Lukito pada pewarta Tugu Jatim Kamis (04/03/2021).

Namun, sejak awal pandemi 2020 lalu, dia diberhentikan dari pekerjaannya sebagai wartawan karena perusahaan medianya gulung tikar. Lukito melancong ke Jakarta untuk mencari penghasilan guna membiayai pelunasan SPP sekolah putrinya yang sudah sering menunggak.

“Munculnya pandemi Covid-19, membuat saya tidak mudah untuk kembali pulang ke Surabaya. Hingga saya tertahan sampai setahun. Di saat itulah pihak sekolah putri saya melalui wali kelas dan guru BP menginformasikan kegiatan belajar mengajar terkait putri saya. Saat pandemi, putri saya yang seharusnya melakukan kegiatan belajar secara online, tapi mengalami kendala,” tegas Lukito.

Setahun setelah tertahan dan tidak bisa pulang ke Surabaya, pada 14 Februari 2021, dia baru bisa pulang. Lukito menanyakan kegiatan belajar daring yang dijalankan putrinya di sekolahnya.

“Sementara menunggu jawaban, saya tanya dia. Putri saya hanya mengeluarkan kata ‘ya’ dan ‘tidak’ tanpa memberi penjelasan yang memuaskan terkait sekolahnya yang sudah di kelas XII,” jelas Lukito.

Korban Pelecehan Seksual Mengalami Depresi

Lantas, Selasa (23/02/2021), Lukito memperoleh kabar dari guru BP putrinya bahwa akan ada ujian sekolah esok hari, putrinya tetap belum merespons sama sekali. Sebagai orang tua, dia jelas marah karena ketidakjelasan putrinya yang jarang aktif dalam mengikuti kegiatan sekolah.

Lukito mengatakan bahwa putrinya hanya mengurung diri di kamar, keluar kamar hanya untuk salat, makan, dan ke kamar mandi. Dia mencari tahu, mengapa sikap putrinya berubah drastis dan bertanya apa yang sudah terjadi.

Lukito meminta bantuan pada putra sulungnya untuk menggali informasi pada putrinya. Akhirnya terungkap bahwa putrinya tengah mengalami depresi akibat perlakuan kepala sekolahnya saat sebelum pandemi Covid-19. Keputusan belajar di rumah merupakan masa terhindar putrinya dari perbuatan asusila dari AB, kepala SMK swasta di Surabaya.

“Tentu saja hal ini membuat meledak amarah dan harga diri saya. Tak puas dengan kabar itu, saya masuk ke kamar dan meminta putri saya sendiri menjelaskan ikhwal kejadian itu. Bukan kejelasan yang saya dapat, justru tubuh putri saya menggigil penuh rasa takut sambil menangis. Putra sulung saya segera menarik saya ke luar kamar,” tuturnya.

Lukito sendiri langsung menghubungi guru BP putrinya melalui WhatsApp Messenger. Dia menumpahkan segala amarahnya, tapi guru BP putrinya tidak tahu menahu apa yang sedang terjadi pada Lukito, putrinya, dan kepala SMK swasta Surabaya itu.

“Lantaran hal itulah putri saya tak mau ke sekolah dan selalu ketakutan jika mendengar kata sekolah,” jelasnya.

Orang Tua Korban Pelecehan Seksual Lapor ke Polrestabes Surabaya

Lukito pun naik pitam. Sekolah putrinya ialah sekolah berbasis agama yang seharusnya menjunjung tinggi akidah dan akhlak mulia, tapi justru melakukan perbuatan pelecehan seksual pada putrinya.

“Kebejatan, kebiadaban dari AB tidak layak didiamkan. Dia telah merusak masa depan putri saya. Dua tahun lebih kami bersusah payah mencarikan biaya SPP yang sering nunggak, di akhir pendidikan putri saya dihancurkan dengan perbuatan asusila itu,” ujarnya penuh amarah.

Lukito lantas memberanikan diri untuk melapor ke Polrestabes Surabaya mengenai kasus tersebut. Berharap agar AB memperoleh hukuman dan dapat dicopot dari jabatan sebagai kepala sekolah di SMK swasta Surabaya itu. Selain itu, Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Oki Ahadian membenarkan bahwa pihaknya menerima laporan dari Lukito.

“Kami sudah menerima laporan dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum kepala SMK swasta di Surabaya. Berdasarkan laporan polisi tersebut, kami akan segera memanggil beberapa saksi, termasuk keluarga-keluarga korban maupun terlapor,” ujarnya. (Rangga Aji/ln)

Tags: Berita Anak SurabayaBerita Viralkasus asusilamuridpelecehan seksualPolrestabes SurabayasiswiSMK swastaSurabaya
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Pertanian di Malang.

Wamentan Sudaryono Dorong Modernisasi Pertanian di Malang, 50 Gapoktan Terima Bantuan Mesin Panen dan Olah Tanah

by Dwi Linda
20/07/2026 2:02 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat modernisasi pertanian. Upaya memajukan pertanian di...

Tuban

Polresta Tuban Ungkap Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak, Ayah Tiri Jadi Tersangka

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 12:04 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Satreskrim Polresta Tuban mengungkap kasus dugaan kekerasan seksual terhadap seorang anak di bawah umur. Seorang pria berinisial...

Muktamar

Sukseskan Muktamar ke-35 NU, IKABU Siapkan 50 Mobil Penjemputan Muktamirin

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 10:15 AM
0

JOMBANG, Tugujatim.id – Ikatan Keluarga Alumni Bahrul Ulum (IKABU) Tambakberas menyiapkan 50 unit mobil Toyota Innova untuk mendukung pelaksanaan Muktamar...

Jawa Timur

Cuaca Jawa Timur 20 Juli 2026 Berubah Drastis, Kabut Pekat hingga Hujan Mengintai Aktivitas Warga

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 8:41 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Senin (20/07/2026) menunjukkan variabilitas yang signifikan, dengan kemunculan kabut tebal hingga hujan sedang...

Next Post
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. (Foto: Dokumen/Kemendikbud) tugu jatim kuota internet gratis kemendikbud 2021

Cair 11-15 Maret, Berikut Rincian Kuota Internet Gratis Kemendikbud 2021

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID