Diduga Lakukan Praktik Prostitusi, Satreskrim Polres Kediri Gerebek Panti Pijat Plus-Plus

  • Bagikan
Ilustrasi praktik pijat.(Foto:Pexels/Tugu Jatim)
Ilustrasi praktik pijat.(Foto:Pexels/Tugu Jatim)

KEDIRI, Tugujatim.id – Saat ini Satreskrim Polres Kediri tengah mendalami dugaan adanya praktik pijat plus-plus setelah mengamankan empat orang di Panti Pijat “Yulia Massage” Senin malam (22/03/2021). Petugas kepolisian mengamankan tiga laki-laki, yakni YL, 42, warga Kabupaten Trenggalek yang merupakan pemilik panti pijat; MF, 28, warga asal Pontianak yang bertugas sebagai kasir; dan NB, 35, warga asal Bogor, Jawa Barat, yang merupakan pelanggan pijat plus-plus. Sementara itu, satu orang perempuan berinisial AN, 29, warga Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, bertugas sebagai terapis.

Hasil dari penggerebekan itu, petugas kepolisian menemukan seorang tamu laki-laki bersama terapis perempuan. Diduga, keduanya baru saja selesai melakukan tindakan asusila di sana.

“Petugas menemukan seorang laki-laki bersama terapis masih berada di dalam kamar dan ada tisu bekas yang tergeletak di kasur,” kata Kasatreskrim Polres Kediri Kota Iptu Girindra Wardana Selasa (23/03/2021).

Barang bukti penggerebekan. (Foto:Polres Kediri Kota/Tugu Jatim)
Barang bukti penggerebekan. (Foto:Polres Kediri Kota/Tugu Jatim)

Saat diinterogasi polisi, NB, seorang tamu panti pijat yang berada di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Ngronggo, Kota Kediri, itu mengakui memesan paket pijat dengan harga Rp 100 ribu untuk layanan pijat selama satu jam. Selain itu, panti pijat ini diketahui memiliki tarif praktik pijat plus-plus yang cukup miring. Yakni, sebesar Rp 150 ribu.

“Sedangkan ada layanan pijat tambahan dengan ‘hand job‘ bertarif Rp 150 ribu,” ujar NB.

Sementara itu, Girindra juga mengatakan, selain mengamankan pelanggan praktik pijat plus-plus, juga mengamankan terapis di sana.

“Kami juga amankan AN, 29 tahun, satu-satunya perempuan sebagai terapis. Dia berasal dari Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Keempatnya bukan warga Kota Kediri,” terang Girindra.

Dalam penggerebekan itu, polisi juga mengamankan barang bukti berupa tisu, 1 buah seprai, tisu basah, pakaian dalam perempuan, 2 rekapan hasil pijat dan uang tunai yang disita dari kasir Rp 637.000, dan juga dari terapis Rp 300.000.

Selain itu, turut diamankan sertifikat LP3S (lembaga pendidikan, pelatihan, dan pijat sehat) dan surat izin penyehat tradisional atas nama Yuliati, pemilik panti Pijat Yulia Massage. Polisi memastikan tempat pijat ini hanya menjadi kedok praktik prostitusi yang melanggar Pasal 2 UU RI No 21 Tahun 2007 tentang TPPO dan Pasal 296 KUHP dan atau 506 KUHP. (noe/ln)

  • Bagikan