Diguncang Gempa 6,7 Magnitudo, Ratusan Pengunjung MOG Malang Berusaha Selamatkan Diri - Tugujatim.id

Diguncang Gempa 6,7 Magnitudo, Ratusan Pengunjung MOG Malang Berusaha Selamatkan Diri

  • Bagikan
Pengunjung di Mal Olympic Garden (MOG) Kota Malang berhamburan keluar gedung usai terjadi gempa kuat berskala 6,7 Magnitudo pada Sabtu (10/04/2021). (Foto: Azmy/Tugu Jatim)
Pengunjung di Mal Olympic Garden (MOG) Kota Malang berhamburan keluar gedung usai terjadi gempa kuat berskala 6,7 Magnitudo pada Sabtu (10/04/2021). (Foto: Azmy/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Gempa bumi berskala 6,7 Magnitudo mengguncang wilayah Malang Raya, termasuk dirasakan warga Kota Malang. Getaran itu dirasakan sampai dua kali sekitar pukul 14.00 WIB pada Sabtu (10/04/2021). Pantauan reporter, ratusan pengunjung yang semula ada di dalam gedung Mal Olympic Garden (MOG) Kota Malang sontak berlarian dan berhamburan keluar gedung. Andre, 29, salah satu pengunjung, juga terkejut begitu merasakan getaran kuat saat dirinya di dalam mal.

Untung saja, Andre berada di lantai 1 sehingga bisa menyelamatkan diri keluar gedung dengan cepat. Sementara itu, pengunjung lain ikut histeris dan berusaha menyelamatkan diri.

“Saya sama Ibu ikut panik waktu itu. Untung ada di lantai satu, jadi bisa cepet keluar,” kisahnya.

Para pengunjung MOG yang panik karena gempa. (Foto: Azmy/Tugu Jatim)
Para pengunjung MOG yang panik karena gempa. (Foto: Azmy/Tugu Jatim)

Beruntung tidak ada korban jiwa akibat gempa yang cukup kuat ini. Berangsur-angsur, pengunjung mulai tenang dan kembali melanjutkan aktivitasnya di pusat perbelanjaan itu.

Terpisah, Kepala BMKG Stasiun Geofisika Malang Mamuri menegaskan, gempa bumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Dia mengatakan, pusat gempa berada di barat daya Kabupaten Malang. Gempa ini juga dirasakan di sejumlah daerah Jatim, bahkan hingga Surabaya.

“Gempanya tergolong kuat, tapi bagaimanapun kami imbau masyarakat agar tetap tenang. Sampai saat ini, belum ada info kerusakan dari warga,” terang dia saat dihubungi awak media.

Mamuri menambahkan, gempa bumi itu disebabkan aktivitas zona subduksi di mana adanya pergeseran antara lempeng Indo-Australia dan Eurasia.

“Lempeng Indo-Australia menyusut ke Lempeng Eurasia. Tapi, dari analisis kami sejauh ini tidak ada potensi gempa susulan,” ujarnya.

  • Bagikan