• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ilustrasi penyebaran virus corona. Penerapan PSBB Jawa-Bali atau istilah barunya PPKM yang bakal diterapkan mulai 11-25 Januari mendatang. (Foto: Pixabay)

Penerapan PSBB Jawa-Bali atau istilah barunya PPKM yang bakal diterapkan mulai 11-25 Januari dan 26 Januari-8 Februari (Foto: Pixabay)

Dinkes Surabaya Sebut PPKM Terbukti Turunkan Kasus COVID-19

Redaksi by Redaksi
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya mengungkapkan bahwa penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Surabaya terbukti bisa menurunkan penyebaran wabah COVID-19. Meski tak signifikan, jumlah tersebut ditaksir menurun 9,5 persen dari sebelum diterapkannya PPKM.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinkes Surabaya, Febria Rachmanita dalam sesi Dialog Penanganan COVID-19 yang dihadiri oleh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Surabaya yang digelar di Balai Kota Surabaya, Senin (8/2/2021) pagi.

You might also like

Pemkot Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir, Area tanpa Izin Terancam Ditutup

21/07/2026 8:30 PM
Gus Kikin.

Gus Kikin Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Ngaku Terima Penugasan PWNU Jatim

21/07/2026 7:17 PM

“Mulai ada penurunan kasus walaupun belum stabil. Bila dibandingkan 3 minggu yang lalu (sebelum PPKM di Surabaya, red). Kasus sebelum PPKM terdapat 264 kasus. Sebelumnya, bisa sampai 63 kasus per hari, sekarang turun menjadi 57 kasus per hari,” terang Febria Rachmanita, Senin (08/02/2021). Artinya, di sana terjadi penurunan antara 9-10 persen.

Dialog Penanganan COVID-19 yang dihadiri oleh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Surabaya untuk membahas evaluasi PPKM dan penerapan PPKM Mikro. (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)
Dialog Penanganan COVID-19 yang dihadiri oleh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Surabaya untuk membahas evaluasi PPKM dan penerapan PPKM Mikro. (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)

Febria juga menjelaskan catatan data mengenai pasien terkonfirmasi COVID-19 yang dirawat di Rumah Sakit (RS) Asrama Haji yang sebelumnya 245 pasien positif, sekarang berkurang di bawah angka tersebut. Mengingat, jumlah bed yang disediakan untuk uang isolasi di RS Asrama Haji sebanyak 1.000 bed.

“Seperti kita ketahui, RS Asrama Haji Surabaya disediakan ruang isolasi pasien yang terkonfirmasi COVID-19 sebanyak 1000 bed. Pada bulan lalu, terdapat 245 pasien yang dirawat di asrama haji, untuk angka saat ini sudah berkurang (di bawah 245 pasien terkonfirmasi COVID-19, red),” lanjutnya.

Selain itu, Febria juga menerangkan soal tracing lapangan yang perlu ditingkatkan lagi untuk menekan penyebaran dari satu orang ke orang lainnya. Febria juga menyebut ada 8 kluster penyebaran yang berkembang di Kota Surabaya.

“Semakin banyak kontak erat yang kita ‘tracing’ (melakukan Swab Test pada masyarakat, red) kasus di lapangan semakin baik, dari hasil ‘tracing’ yang ditemukan ada 8 kluster di Kota Surabaya. Ini hasil tracing dari tempat kerja, keluarga, tempat ibadah, luar kota, tempat umum, pasar, sekolah dan juga dari luar negeri,” tegasnya.

Untuk klaster keluarga, jelas Febria, sudah semakin meningkat karena ada beberapa keluarga tidak mau melakukan isolasi di RD Asrama Haji. Rumah yang ditinggali dimungkinkan sudah memenuhi syarat untuk isolasi mandiri. Sedangkan untuk kasus tertinggi ada di Surabaya Timur, Surabaya Selatan, Surabaya Barat, Surabaya Utara, dan Surabaya Pusat.

“Kalau kita melihat dari lapangan, wilayah Surabaya Selatan itu memang ketat sekali untuk pengawasa PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, red). Pada pukul 8 malam sudah sepi, tapi di wilayah Surabaya Timur masih buka dan maaih ada aktivitas jadi tertinggi kasusnya. Untuk kasus konfirmasi tertinggi di wilayah Tambaksari,” lanjutnya.

Febri menyampaikan untuk kasus aktif yang tertinggi saat ini adalah Rungkut, sedangkan untuk kelurahan dengan kasus tertinggi ada di Kelurahan Karah. Angka kesembuhan Kota Surabaya memiliki presentase 92,60 %. Untuk Cost Recovery Rate (CRR) tertinggi di wilayah Lakarsantri. Untuk Case Fatality Rate (CFR) terendah wilayah Lakarsantri juga. (Rangga Aji/gg)

Tags: berita Surabayacorona viruscovid-19Dinkes SurabayaKota SurabayaPPKMpsbbSurabayavirus corona
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Pemkot Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir, Area tanpa Izin Terancam Ditutup

by Dwi Linda
21/07/2026 8:30 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mengawasi dengan ketat terhadap pengelolaan parkir. Pemkot Surabaya mengawasi berbagai tempat mulai...

Gus Kikin.

Gus Kikin Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Ngaku Terima Penugasan PWNU Jatim

by Dwi Linda
21/07/2026 7:17 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin...

Angkot pelajar gratis.

80 Angkot Pelajar Gratis Segera Hadir di Malang, Pemkot Tunggu Audit 4 Koperasi Rampung

by Dwi Linda
21/07/2026 6:45 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui dinas perhubungan (dishub) terus mematangkan pelaksanaan program angkot pelajar gratis. Saat ini,...

Penjual kambing.

Viral Penjual Kambing Kota Batu Disebut Mirip Yesus, Ternyata Niat Awalnya untuk Berdakwah

by Dwi Linda
21/07/2026 6:33 PM
0

BATU, Tugujatim.id – Seorang penjual kambing Kota Batu, Jawa Timur, mendadak viral menjadi perbincangan di media sosial. Faiq Muhammad Alkhatiri...

Next Post
NU Kabupaten Malang Peduli merupakan program yang digagas untuk membantu para korban bencana di wilayah Kabupaten Malang. (Foto: Dokumen/NU Kabupaten Malang Peduli) tugu jatim

NU Kabupaten Malang Bentuk Program untuk Bantu Korban Bencana

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID