Dinsos dan PPA Trenggalek Wujudkan Shelter untuk Masyarakat Rentan Tahun Ini - Tugujatim.id

Dinsos dan PPA Trenggalek Wujudkan Shelter untuk Masyarakat Rentan Tahun Ini

  • Bagikan
Kepala Dinas Sosial Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Trenggalek Ratna Sulistyowati. (Foto: Zamzuri/Tugu Jatim)
Kepala Dinas Sosial Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Trenggalek Ratna Sulistyowati. (Foto: Zamzuri/Tugu Jatim)

TRENGGALEK, Tugujatim.id – Dinas Sosial dan Perlindungan Perempuan dan Anak (Dinsos dan PPA) Trenggalek terus memberikan perhatian kepada masyarakat rentan. Salah satunya dengan mewujudkan shelter untuk mereka. Sebab, selama ini mereka belum memiliki shelter dan harus menumpang di panti milik provinsi. Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Sosial Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Trenggalek Ratna Sulistyowati mengatakan, sudah memperjuangkan bangunan shelter dan segera terwujud, Kamis (27/05/2021).

Sempat terhenti, karena fokus pengentasan pandemi Covid-19, kini Dinas Sosial dan PPA Kabupaten Trenggalek akan segera miliki shelter seluas 1 hektare. Meski sempat menghadapi beberapa kendala masalah tak tertangani OGDJ menjadi geliat tersendiri untuk segera wujudkan shelter ini sebagai tempat penampungan.

“Kami sebenarnya prihatin dengan keadaan masyarakat yang terimpit dengan masalah sosial. Untuk itu, tergugahlah kami melalui koordinasi dengan bupati Trenggalek dan di-support penuh Komisi IV DPRD Trenggalek, target tahun ini harus segera terwujud shelternya,” jelas Ratna.

Dalam pembangunan shelter, desain dan studi kelayakannya sudah matang. Tapi, untuk pembangunannya akan dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Trenggalek. Jadi, dinsos dan PPA tinggal menempati saja.

“Kalau masalah pagu anggaran, kami tidak mengerti sama sekali. Cuma pesan kami untuk pembangunan dilimpahkan saja langsung ke dinas PUPR, jadi dinsos tinggal menempati saja,” ungkapnya.

Sebelumnya di Kecamatan Durenan sudah ada tempat bina karya, tapi dari segi keamanan masih kurang. Di sana memang ditempati sebagai pembinaan terhadap masyarakat rentan dan yang barusan keluar dari lapas (Rumah Budaya, red).

“Di Kecamatan Durenan sebenarnya ada bina karya, tapi belum memenuhi syarat kelayakan, jadi harus membangun ulang,” kata Ratna.

Dalam pembangunan shelter nanti tidak hanya sebagai tempat tidur, tapi juga sebagai tempat di mana masyarakat rentan tersebut berkreasi dalam pemberdayaan.

“Nanti ada semacam tempat pemberdayaan, seperti bercocok tanam dan pembuatan kerajinan, karena lahan kami sangat luas dan tentunya fasilitas diusahakan memadai dan layak,” ujar Ratna.

  • Bagikan