• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Dispendik Surabaya.

Kepala Dispendik Surabaya Yusuf Masruh. (Foto: Izzatun Najibah/ Tugu Jatim)

Kurikulum Tambahan, Dispendik Surabaya Bakal Terapkan Edukasi Seks bagi Siswa SD hingga SMP

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
3 years ago
in Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya akan menerapkan kurikulum tambahan tentang edukasi seks kepada pelajar SD dan SMP. Rencana Dispendik Surabaya soal penerapan kurikulum tersebut akan dilaksakan mulai semester depan.

“Pembahasannya sudah kami siapkan. Nanti akan segera kami jalankan untuk SD kelas 5 dan 6, lalu SMP kelas 7 dan 8. Ini yang akan menjadi bahan pertimbangan karena di usia itu menjadi masa peralihan anak-anak (menuju remaja),” ungkap Kepala Dispendik Surabaya Yusuf Masruh pada Selasa (07/03/2023).

You might also like

Jatim

Dindik Jatim Tegaskan Kepala Sekolah Dilarang Terima Titipan Siswa pada SPMB 2026

03/06/2026 3:53 PM
LPPM UM.

Kolaborasi LPPM UM X Direktorat Inovasi UM Dorong Hilirisasi Riset Global melalui Pameran AFRASIA 2026

03/06/2026 3:16 PM

Untuk penerapan kurikulum edukasi seks sendiri, dia mengatakan, rencananya Dispendik Surabaya akan mulai memberlakukan tahun ini pada awal semester depan.

“Penerapannya, maksimal semester depan tahun ajaran baru harus jalan. Ini tinggal ujian-ujian praktik,” paparnya.

Sementara itu, materi-materi yang akan tercantum pada edukasi seks khusus siswa SD dan SMP tersebut seputar pengenalan batasan-batasan apa yang boleh dan tidak boleh mereka lakukan.

“Kami siapkan untuk teman-teman guru. Jadi, nanti tentang batasan-batasan anak yang sudah dewasa. Kalau tatanan guru, siswa itu bisa sinkron tentang batasan-batasannya, mana yang boleh dan tidaknya. Ini yang mungkin nanti ke guru agama dan BK,” jelas Yusuf.

Selain itu, komitmen Dispendik Surabaya dalam membangun karakter pelajar melalui eduaksi seks juga akan menyasar pada penguatan aspek religi, akademis, serta talenta ekstrakurikuler di masing-masing pelajar.

“Pak Wali Kota menyampaikan pembentukan karakter dua jam atau lebih. Sebenarnya teman-teman swasta sudah ada yang jalan, tapi kami nguati. Karakter kondisi tadi, minimal di sekolah tuntas aspek agama religinya, akademisnya, tuntas talenta melalui ekstrakurikulernya,” tuturnya.

Jika sudah berjalan secara masif, Dispendik Surabaya akan mengevaluasi berkala. Sebab, menurut Yusuf, setiap sekolah memiliki standar atau karakter masing-masing dalam menerapkan model pembelajaran. Selain itu, juga didukung dengan perubahan-perubahan budaya yang terjadi di setiap era.

“Pendidikan tidak ada target, kami semua harus jalan nanti evaluasi terus nanti ditambah, mana untuk pengembangan anak-anak. Soalnya perubahan budaya, karakter sekolah tidak sama. Saya yakin semua teman-teman guru tahu porsi bagaimana menyampaikan edukasi anak-anak. Cuma kan mesti di-refresh dengan pola-pola. Makanya ada orang tua yang bertanya, kenapa sih pak guru-guru berubah-ubah? Karena menyesuaikan kondisi kebutuhan anak-anak, mode, dan eranya,” jelas Yusuf.

Untuk penyusunan kurikulum edukasi seks sendiri, Yusuf mengatakan, pihaknya akan melibatkan kelompok kerja guru (KKG),  musyawarah guru mata pelajaran (MGMP),  musyarawarah kerja kepala sekolah (MKKS), serta akademisi.

Yusuf juga menegaskan bahwa menjadi supervisi, kepala sekolah memiliki andil besar dalam membangun ekosistem lingkungan pembelajaran yang baik dan nyaman di masing-masing sekolah.

“Kepala sekolah itu supervisi. Tidak hanya pada supervisi, pada praktik pembelajaran saja tapi keseharian juga. Mungkin teman-teman kalau ngajar itu bisa dimonitor. Di setiap sekolah punya standar masing-masing dari kondisional perilaku, model pembelajaran. Nah, saya yakin sudah ter-manage,” ujarnya.

Tags: Berita Kota Surabaya hari iniDinas Pendidikan Kota SurabayaDispendik Kota SurabayaEdukasi SeksEdukasi seks bagi siswaEdukasi seks di sekolah SurabayaKota Surabaya hari iniKurikulum tambahan edukasi seksPelajar Kota SurabayaPenerapan edukasi seksSiswa Kota Surabaya
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Jatim

Dindik Jatim Tegaskan Kepala Sekolah Dilarang Terima Titipan Siswa pada SPMB 2026

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 3:53 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim menegaskan seluruh kepala sekolah SMA, SMK, dan SLB negeri di wilayah setempat dilarang...

LPPM UM.

Kolaborasi LPPM UM X Direktorat Inovasi UM Dorong Hilirisasi Riset Global melalui Pameran AFRASIA 2026

by Dwi Linda
03/06/2026 3:16 PM
0

MALANG, Tugujatim.id — Pusat Sains dan Rekayasa (PSR) di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri...

Pelanggaran Etik Sosial

Pelanggaran Etika Sosial Masih Marak, Tempat Umum dan Medsos Jadi Lokasi Dominan

by Mochamad Abdurrochim
02/06/2026 8:10 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Pelanggaran etika sosial masih kerap ditemukan di tengah masyarakat. Tempat umum dan media sosial disebut menjadi lokasi...

Net Zero Campus.

Perkuat Transformasi, UM Inisiasi Kerja Sama Net Zero Campus dengan Climateworks Centre Monash University

by Dwi Linda
30/05/2026 11:19 AM
0

MALANG, Tugujatim.id - Universitas Negeri Malang (UM) menginisiasi kerja sama dengan program Net Zero Campus dari Climateworks Centre, Monash University,...

Next Post
Tour travel Mojokerto.

Jelang Porprov VIII Jatim, Pelaku Tour Travel Mojokerto Didorong Raup Peluang hingga Cuan

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID