• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Dispendik Surabaya.

Kepala Dispendik Surabaya Yusuf Masruh. (Foto: Izzatun Najibah/ Tugu Jatim)

Kurikulum Tambahan, Dispendik Surabaya Bakal Terapkan Edukasi Seks bagi Siswa SD hingga SMP

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
3 years ago
in Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya akan menerapkan kurikulum tambahan tentang edukasi seks kepada pelajar SD dan SMP. Rencana Dispendik Surabaya soal penerapan kurikulum tersebut akan dilaksakan mulai semester depan.

“Pembahasannya sudah kami siapkan. Nanti akan segera kami jalankan untuk SD kelas 5 dan 6, lalu SMP kelas 7 dan 8. Ini yang akan menjadi bahan pertimbangan karena di usia itu menjadi masa peralihan anak-anak (menuju remaja),” ungkap Kepala Dispendik Surabaya Yusuf Masruh pada Selasa (07/03/2023).

You might also like

Polije

Polije Siapkan Kampus 7 di Situbondo, Perluas Akses Pendidikan Vokasi

20/07/2026 3:00 PM
Unesa

Diduga Lakukan Kekerasan Verbal di Grup Whatsapp, Unesa Nonaktifkan Enam Mahasiswa

19/07/2026 12:53 PM

Untuk penerapan kurikulum edukasi seks sendiri, dia mengatakan, rencananya Dispendik Surabaya akan mulai memberlakukan tahun ini pada awal semester depan.

“Penerapannya, maksimal semester depan tahun ajaran baru harus jalan. Ini tinggal ujian-ujian praktik,” paparnya.

Sementara itu, materi-materi yang akan tercantum pada edukasi seks khusus siswa SD dan SMP tersebut seputar pengenalan batasan-batasan apa yang boleh dan tidak boleh mereka lakukan.

“Kami siapkan untuk teman-teman guru. Jadi, nanti tentang batasan-batasan anak yang sudah dewasa. Kalau tatanan guru, siswa itu bisa sinkron tentang batasan-batasannya, mana yang boleh dan tidaknya. Ini yang mungkin nanti ke guru agama dan BK,” jelas Yusuf.

Selain itu, komitmen Dispendik Surabaya dalam membangun karakter pelajar melalui eduaksi seks juga akan menyasar pada penguatan aspek religi, akademis, serta talenta ekstrakurikuler di masing-masing pelajar.

“Pak Wali Kota menyampaikan pembentukan karakter dua jam atau lebih. Sebenarnya teman-teman swasta sudah ada yang jalan, tapi kami nguati. Karakter kondisi tadi, minimal di sekolah tuntas aspek agama religinya, akademisnya, tuntas talenta melalui ekstrakurikulernya,” tuturnya.

Jika sudah berjalan secara masif, Dispendik Surabaya akan mengevaluasi berkala. Sebab, menurut Yusuf, setiap sekolah memiliki standar atau karakter masing-masing dalam menerapkan model pembelajaran. Selain itu, juga didukung dengan perubahan-perubahan budaya yang terjadi di setiap era.

“Pendidikan tidak ada target, kami semua harus jalan nanti evaluasi terus nanti ditambah, mana untuk pengembangan anak-anak. Soalnya perubahan budaya, karakter sekolah tidak sama. Saya yakin semua teman-teman guru tahu porsi bagaimana menyampaikan edukasi anak-anak. Cuma kan mesti di-refresh dengan pola-pola. Makanya ada orang tua yang bertanya, kenapa sih pak guru-guru berubah-ubah? Karena menyesuaikan kondisi kebutuhan anak-anak, mode, dan eranya,” jelas Yusuf.

Untuk penyusunan kurikulum edukasi seks sendiri, Yusuf mengatakan, pihaknya akan melibatkan kelompok kerja guru (KKG),  musyawarah guru mata pelajaran (MGMP),  musyarawarah kerja kepala sekolah (MKKS), serta akademisi.

Yusuf juga menegaskan bahwa menjadi supervisi, kepala sekolah memiliki andil besar dalam membangun ekosistem lingkungan pembelajaran yang baik dan nyaman di masing-masing sekolah.

“Kepala sekolah itu supervisi. Tidak hanya pada supervisi, pada praktik pembelajaran saja tapi keseharian juga. Mungkin teman-teman kalau ngajar itu bisa dimonitor. Di setiap sekolah punya standar masing-masing dari kondisional perilaku, model pembelajaran. Nah, saya yakin sudah ter-manage,” ujarnya.

Tags: Berita Kota Surabaya hari iniDinas Pendidikan Kota SurabayaDispendik Kota SurabayaEdukasi SeksEdukasi seks bagi siswaEdukasi seks di sekolah SurabayaKota Surabaya hari iniKurikulum tambahan edukasi seksPelajar Kota SurabayaPenerapan edukasi seksSiswa Kota Surabaya
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Polije

Polije Siapkan Kampus 7 di Situbondo, Perluas Akses Pendidikan Vokasi

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 3:00 PM
0

SITUBONDO, Tugujatim.id - Politeknik Negeri Jember (Polije) bersama Pemerintah Kabupaten Situbondo bergegas mematangkan persiapan pembukaan Kampus 7 Polije di Kabupaten...

Unesa

Diduga Lakukan Kekerasan Verbal di Grup Whatsapp, Unesa Nonaktifkan Enam Mahasiswa

by Mochamad Abdurrochim
19/07/2026 12:53 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Sebanyak 6 mahasiswa vokasi dinonaktifkan sementara selama proses investigasi yang dilakukan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan...

Mahasiswa UM.

Mahasiswa UM Kembangkan GS-PBL, Strategi Pembelajaran Berbasis Game Tingkatkan Kolaborasi Siswa

by Dwi Linda
19/07/2026 12:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) kembali menghadirkan inovasi di bidang pendidikan. Yonna Divanka Yuanvanelli, mahasiswa UM Program...

Peneliti UM.

Peneliti UM Kembangkan EL-PBL, Inovasi Pembelajaran IPA Bikin Siswa Lebih Kreatif dan Semangat Belajar

by Dwi Linda
19/07/2026 11:05 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Tim peneliti Universitas Negeri Malang (UM) menghadirkan inovasi pembelajaran berupaya menciptakan suasana belajar IPA yang lebih menyenangkan...

Next Post
Tour travel Mojokerto.

Jelang Porprov VIII Jatim, Pelaku Tour Travel Mojokerto Didorong Raup Peluang hingga Cuan

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID