BATU, Tugujatim.id – Dosen Departemen Pendidikan IPA, FMIPA Universitas Negeri Malang (UM), menggelar Workshop Pengembangan Perangkat Ajar Responsif Budaya Berbasis Understanding by Design (UbD) bagi guru-guru IPA SMP di Kota Batu. Kegiatan dosen Pendidikan IPA UM dilaksanakan di SMPN 3 Batu, Rabu (23/07/2025).
Kegiatan dosen Pendidikan IPA UM ini tujuannya meningkatkan kemampuan guru dalam merancang pembelajaran yang kontekstual, berpusat pada siswa, serta menghargai keragaman budaya dan potensi lokal.
Baca Juga: Observasi Awal, Tim Dosen UM Jajaki Potensi Desa Gajahrejo Dorong Kemandirian Ekonomi
Workshop dibuka dengan pengantar konsep Understanding by Design (UbD) oleh Umi Fitriyati MPd yang menjelaskan pentingnya rancangan pembelajaran yang dimulai dari penentuan capaian belajar, penilaian autentik, dan kegiatan belajar yang bermakna bagi siswa.
Materi berikutnya disampaikan oleh Sugiyanto SPd MSi yang memaparkan penerapan Culturally Responsive Teaching (CRT) melalui model Problem-Based Learning (PBL). Dalam sesi ini, peserta diajak memahami bagaimana pembelajaran berbasis masalah dapat dikembangkan secara responsif terhadap budaya dan konteks kehidupan siswa di lingkungan sekolah.

Pada sesi mini workshop, peserta secara aktif menyusun perangkat ajar berbasis UbD yang memadukan pendekatan PBL dengan prinsip pembelajaran responsif budaya. Hasil rancangan tersebut kemudian dipresentasikan dan mendapatkan umpan balik dari fasilitator serta rekan sejawat.
Kegiatan ditutup dengan arahan teknis pelaksanaan open lesson oleh Dr Yayuk Mulyati SSi SPd MSi dan Elisa Mariana Magnani SPd.
Dr Yayuk menyampaikan, kegiatan ini merupakan bentuk komitmen UM dalam mendukung peningkatan kompetensi guru dan implementasi Kurikulum Merdeka secara kontekstual dan kolaboratif.
“Kami berharap guru-guru mampu menjadi agen perubahan yang menghadirkan pembelajaran bermakna, berpijak pada budaya, dan mendorong keterampilan berpikir kritis serta kolaboratif siswa,” ujarnya. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Editor: Dwi Lindawati






