MOJOKERTO, Tugujatim.id – Tumpukan karung limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) ditemukan dibuang sembarangan di Bangun, Pungging, Kabupaten Mojokerto. Timbunan limbah B3 ini diduga berasal dari kawasan Jombang.
Tidak pelak, warga dibikin geger akibat temuan limbah B3 yang dibuang sembarangan di ruang terbuka ini.
Baca Juga: Bukan Gudang Solar, Kebakaran di Senori Akibat Limbah Bleaching Briket
Kabid Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Mojokerto Elia Sutanti membenarkan hal itu. Pihaknya juga telah mendatangi lokasi penemuan limbah B3 ini.
“Limbah diduga merupakan abu peleburan aluminium, ditemukan sekitar 14 gundukan dalam 1 lokasi. Kondisi limbah dikemas dalam sak karung tetapi bagian atas sudah terbuka semua,” ujarnya, Sabtu (08/11/2025).
Saat diverifikasi lapangan oleh DLH Kabupaten Mojokerto, begitu masuk ke lokasi, tercium aroma yang begitu menyengat serta membuat mata pedih. Keterangan yang digali oleh pihak DLH dari warga setempat, bau menyengat mulai terasa dalam waktu 1 bulan terakhir.
“Sudah ditutupi menggunakan terpal dan dipasang dengan PPLH line. Masih belum diketahui asal limbah tersebut,” lanjut Elia.
Limbah Bau Menyengat jika Terkena Air Hujan
Sementara itu, menurut asesmen DLH, karakteristik limbah abu peleburan aluminium ini sangat berbahaya. Selain itu, limbah ini ketika masih aktif bentuknya seperti pasir halus lembut berwarna abu-abu. Ketika limbah ini dalam kondisi kering, cenderung tidak berbau.
“Namun bila terkena air saat hujan turun, limbah tersebut mengeluarkan bau yang sangat menyengat kalau terhirup terasa menusuk sampai ke dada dan membuat mata pedih,” imbuh Elia.
Namun, lama-kelamaan, limbah abu peleburan alumunium ini memadat seperti batu atau semen. Karakter ini yang kemudian seringkali dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan urugan.
“Dugaan kami, limbah ini dibuang saat malam hari,” tutup Elia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








