JEMBER, Tugujatim.id – Dosen Jurusan Produksi Pertanian Politeknik Negeri Jember (Polije) berkontribusi dalam pengembangan budi daya buah manggis sebagai komoditas unggulan di Kabupaten Jember. Program dosen Polije ini mendapat dukungan pendanaan dari DPPM 2025 Ditjen Diktiristek.
Beberapa dosen Polije ini tergabung dalam tim pengabdian masyarakat dengan menggandeng Kelompok Tani Santoso Desa Klungkung. Para dosen itu terdiri dari Maria ‘Azizah SP MSi bersama Nur Aini Alfiah SP MSi, dan Descha Giatri Cahyaningrum SP MP.
Ketua tim pengabdian masyarakat Polije diketuai Maria ‘Azizah mengatakan, salah satu fokus utama dalam pengabdian ini, yakni dengan mengatasi masalah getah kuning pada manggis. Program ini menggunakan konsep penerapan Good Agricultural Practices (GAP). Selain untuk merawat budi daya buah manggis, juga mendorong proses pemasaran.
Baca Juga: Polije Dorong Budidaya Jeruk Berkelanjutan di Kelompok Tani Ngudi Rejeki
Perawatan manggis, tambah Maria ‘Azizah, harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Terlebih, manggis termasuk dalam buah yang memiliki julukan sebagai ratu buah tropis.
“Manggis adalah buah khas Indonesia yang dijuluki Ratu Buah Tropis. Untuk persoalan tentang getah kuning, dapat diminimalkan menggunakan praktik budi daya yang tepat,” katanya.
Tim dosen ini mengenalkan GAP sebagai solusi peningkatan kualitas panen. Caranya, mereka memberikan pelatihan komprehensif kepada para petani. Mulai dari teknik pemangkasan sanitasi, pemupukan seimbang, sampai dengan pengendalian getah kuning menggunakan pupuk kalsium sebelum masa berbunga.
“Kami juga melatih penggunaan pupuk organik agar petani lebih mandiri. Kami datang bukan hanya mengajarkan, tapi belajar bersama petani,” jelasnya.
Kendala Petani Jember soal Getah Kuning
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Santoso Ibni Hasim mengungkapkan, selama ini kendala yang dialami para petani, yakni kerap merugi karena banyak buah manggis yang terkena getah kuning.
“Dulu kami bisa memanen ton-tonan manggis. Tapi sekarang, keuntungan saja sulit. Banyak buah terkena getah kuning, harganya jatuh, bahkan tidak ada yang mau membeli,” ungkapnya.
Ibni Hasim menambahkan, pelatihan dari Polije sangat bermanfaat bagi anggotanya. Sehingga, para petani merasa lebih percaya diri menghadapi musim panen dengan bekal keterampilan baru.
“Selama ini kami hanya mengandalkan cara lama. Setelah dilatih, kami jadi tahu teknik pemangkasan dan pemupukan yang benar. Pohon manggis terlihat lebih sehat. Harapan kami, kualitas buah bisa meningkat,” tegasnya.
Program ini telah menunjukkan hasil positif. Pertumbuhan pohon membaik, angka infeksi getah kuning menurun, dan kualitas buah mulai meningkat. Dengan begitu, upaya ini diharapkan mengembalikan kejayaan manggis Desa Klungkung sebagai komoditas unggulan Jember.
Lebih jauh, harapannya mampu memberikan pengalaman praktik lapangan sekaligus kontribusi nyata bagi masyarakat, bukan hanya bagi dosen dan para petani, namun mahasiswa aktif yang ikut terlibat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Feni Yusnia
Editor: Dwi Lindawati








