Dosen Unikama Lolos Pendanaan Riset Keilmuan, Bakal Kembangkan Digitalisasi Kelompok Difabel di Lawang - Tugujatim.id

Dosen Unikama Lolos Pendanaan Riset Keilmuan, Bakal Kembangkan Digitalisasi Kelompok Difabel di Lawang

  • Bagikan
Dosen Unikama. (Foto: Dok Unikama/Tugu Jatim)
Para dosen Unikama sedang diskusi bersama Kepala Desa Turirejo H. Arif Sumawanto SH MM. (Foto: Dok Unikama)

MALANG, Tugujatim.id – Para dosen Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) mengembangkan dan melaksanakan tridharma perguruan tinggi. Salah satu cara dosen Unikama ini dengan mengembangkan digitalisasi kelompok difabel usai lolos kompetisi nasional riset keilmuan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Tahun anggaran 2021-2022 dalam skema riset kemanusiaan.

Kelompok dosen Unikama ini diketuai Dr Roni Alim Ba’diya Kusufa MPd dengan anggota Iva Nurdiana N SE MM dan Sri Wilujeng SE MM. Roni Alim Ba’diya menjelaskan, riset ini wujud pelaksanaan tridharma perguruan tinggi.

“Riset ini merupakan salah satu wujud dari tridharma dosen Unikama. Mulai bidang pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Riset ini didanai LPDP dengan tujuan mengembangkan keilmuan dosen di setiap perguruan tinggi,” ujarnya pada Rabu (03/04/2022).

Dosen Unikama. (Foto: Dok Unikama/Tugu Jatim)
Diskusi gayeng untuk pengembangan kelompok difabel di antara para dosen Unikama dan Kepala Desa Turirejo H. Arif Sumawanto SH MM. (Foto: Dok Unikama)

Pelaksanaan riset dilakukan di Desa Turirejo, Kecamatan Lawang, dengan judul “Kerangka Kajian Sosioetnografi: untuk Pengembangan Digitalisasi Desa Wisata Kaki Gunung Wedon di Masa Pandemi COVID-19”. Untuk diketahui, kajian sosioetnografi fokus kepada kelompok difabel dalam aktivitasnya sehari-hari.

Roni Alim Ba’diya juga menerangkan, tema dalam riset ini dilatarbelakangi adanya stigma kepada kelompok difabel yang kurang mendapatkan ruang dan perhatian di dalam masyarakat. Selain itu, minimnya pelayanan kesehatan bagi mereka. Hal tersebut juga didasari oleh keterbatasan sumber daya manusia (SDM) penduduk lokal dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek).

Sementara itu, anggota kelompok dosen bernama Sri Wilujeng SE MM juga mengatakan, pemberdayaan kelompok difabel bisa mengembangkan desa wisata.

“Pemberdayaan kelompok difabel secara tidak langsung dapat mendukung pengembangan desa wisata agar ekonomi kreatif desa dapat berjalan secara maksimal. Karena itu, kelompok difabel mempunyai peran penting serta mampu menjadi pribadi yang mandiri dan berdikari,” tambah Sri Wilujeng.

Sedangkan Iva Nurdiana menambahkan, riset ini juga menghasilkan luaran berupa Rancangan model Peduli Anak Hebat (PAHAT); Rekonstruksi RPS Matakuliah Geografi Ekonomi; Jurnal internasional bereputasi; Jurnal nasional terindeks Sinta; Buku ajar geografi ekonomi ber-ISBN; Hak kekayaan intelektual HKI; Video kegiatan Hasil riset dan Publikasi di media massa.

Dosen Unikama. (Foto: Dok Unikama/Tugu Jatim)
Para dosen Unikama foto bersama Kepala Desa Turirejo H. Arif Sumawanto SH MM. (Foto: Dok Unikama)

Menanggapi ide dari dosen Unikama, Kepala Desa Turirejo H. Arif Sumawanto SH MM menyampaikan apresiasi atas riset yang dilakukan oleh tim ini. Dia juga turut mendukung penuh kelompok difabel untuk mengaktualisasikan bakat dan minatnya.

Dia juga mengatakan, ini tindakan ikut berperan dalam kehidupan bermasyarakat sehingga kelompok difabel mempunyai kesetaraan dengan masyarakat pada umumnya.

“Atas nama pemerintah desa, saya siap mendukung, mengaktualisasikan bakat dan minat mereka, dengan membuka desa wisata kaki Gunung Wedon ramah difabel dan pembukaan bumi perkemahan, serta posyandu khusus difabel,” tuturnya.

Pengembangan untuk difabel ini disambut baik oleh Iin Indrayanti, ketua perkumpulan orang tua difabel.

“Harapan kami, kelompok difabel ini mendapatkan kesetaraan di berbagai bidang sesuai dengan bakat, minat, dan keahliannya,” tutup dia. (adv)

 

 


Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

  • Bagikan