MOJOKERTO, Tugujatim.id – DPRD Kabupaten Mojokerto memanggil 2 OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yakni Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Dinas Pertanian dipanggil Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mojokerto.
Kedua OPD ini diminta membeberkan penjelasan menyusul adanya perubahan dari Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Kabupaten Mojokerto.
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Mojokerto Elia Joko Sambodo mengatakan bahwa pihaknya memanggil Bapenda setempat untuk menggali keterangan lebih lanjut soal OPD-OPD yang telah dan belum memenuhi target pendapatan asli daerah (PAD) tahun ini. Selain itu, politisi dari PDI Perjuangan ini juga meminta pemerintah daerah (pemda) setempat meningkatkan peran masyakarat untuk memaksimalkan perolehan target PAD tahun 2025.
“Kami bersama Bapenda melakukan inventarisasi, OPD mana yang telah memenuhi (target perolehan PAD) dan mana yang belum memenuhi (target perolehan PAD). Kami evaluasi, termasuk mana yang perlu perbaikan, perlu dukungan atau support, serta mana yang perlu mendapat warning, agar target OPD-OPD dapat terpenuhi,” terangnya, Sabtu(05/07/2025).
Selanjutnya, Komisi II DPRD Kabupaten Mojokerto juga berfokus pada Dinas Pertanian, terutama soal tambahan anggaran sebesar Rp1,5 miliar. “Tambahan itu juga nantinya digunakan apa saja, seperti adanya rencana pembangunan gudang tembakau,” lanjut Elia.
BACA JUGA: Sekolah Rakyat di Kabupaten Mojokerto Dimulai Pertengahan Juli 2025
Selain itu, penyaluran pupuk juga menjadi sorotan legislator Kabupaten Mojokerto. Sebab, pemenuhah pupuk urea baru terpenuhi 85% dari pengajuan data Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) di Kabupaten Mojokerto. Pelibatan petani untuk mendongkrak PAD melalui pembuatan pupuk cair organik juga masuk dalam usulan legislator.
“Bisa melibatkan kelompok tani atau petani yang bisa membuat pupuk tersebut, nanti hasilnya bisa distandarkan berdasarkan standar nasional,” ungkap Elia.
Harapannya, pupuk organik produksi kelompok tani atau petani dibeli oleh pemda setempat lantas disalurkan lagi untuk pemenuhan kebutuhan pupuk. “Efeknya jangka panjang, untuk meningkatkan produktifitas dan kesuburan tanah juga sebab organik tadi,” tandas Elia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Darmadi Sasongko








