MOJOKERTO, Tugujatim.id – Sekolah Rakyat di Kabupaten Mojokerto diklaim mulai beroperasi pada pertengahan Juli 2025. Rencananya, sekolah khusus untuk keluarga prasejahtera ini melangsungkan kegiatan belajar mengajar untuk 2 rombongan belajar atau rombel pada tahun ajaran 2025/2026. Rombel untuk jenjang sekolah menengah pertama (SMP) tersebut nantinya berisi 25 siswa tiap Rombongan Belajar (Rombel).
“Secara teknis maupun fisik, semuanya sudah siap. Mulai ruang-ruang kelas, asrama, laboratorium hingga musala saat ini masih satu area dengan aula utama. Ke depan ruang untuk makan bisa dirapikan bila aula sedang digunakan,” kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melalui keterangan yang diterima, Selasa (01/07/2025).
Sementara itu, siswa dari Sekolah Rakyat sendiri berasal dari keluarga prasejahtera yang masuk dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional atau DTSEN. “Insya Allah 14 Juli 2025 siap beroperasi, karena (Sekolah Rakyat) secara nasional rencana diluncurkan 14 Juli itu,” sambung Gubernur Khofifah.

Lokasi Sekolah Rakyat Kabupaten Mojokerto berlokasi di aset milik Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Mojokerto yakni Gedung Balai Diklat di Jl Raya Terusan, Gedeg, Kabupaten Mojokerto. Sistem sekolah asrama membuat gedung tersebut mendapat anggaran revitalisasi sebesar Rp2,7 miliar oleh Kementerian PUPR.
BACA JUGA: Verifikasi Rampung! 150 Siswa Siap Ikuti Program Sekolah Rakyat di Pasuruan
Selain itu, lokasi sekolah ini berdiri di atas lahan seluas 5.000 meter persegi, dengan bangunan utama seluas sekira 795 meter persegi. Pendidikan gratis sekolah ini berbasis asrama alias boarding school atau asrama. Nantinya siswa dijadwalkan masuk asrama sehari sebelum hari pertama kegiatan belajar mengajar berlangsung.
Bila mengacu dari data Kementerian Sosial, tercatat lebih dari 6.571 anak di Kabupaten Mojokerto berpotensi melanjutkan sekolah ke jenjang menengah pertama (SMP). Data tersebut menjadi rujukan Dinas Sosial setempat melalui pendamping Program Keluarga Harapan untuk dilakukan verifikasi, seperti kepastian kesanggupan calon murid melalui blangko yang sudah tersedia. Dari 150 anak yang bersedia, hasil seleksi mengerucut pada 50 anak sesuai kebutuhan rombel.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Darmadi Sasongko








