MALANG, Tugujatim.id – Operasional Bus Trans Jatim di Kota Malang bakal dimulai akhir November 2025. Karena itu, Komisi C DPRD Kota Malang dorong penetapan rute tidak mengganggu atau pro terhadap eksistensi angkot.
Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Malang Dito Arief Nurakhmadi mengatakan, rancangan rute Bus Trans Jatim harus matang yang memperhatikan eksistensi angkot.
Baca Juga: Operasional Bus Trans Jatim di Kota Malang Akhir November 2025, Bakal Libatkan Sopir Angkot!
“Saya kira perlu memetakan jalur atau rute baru yang potensi jadi marketnya Bus Trans Jatim. Khawatirnya, kehadiran Trans Jatim membuat angkot semakin sepi,” tuturnya.
Dia juga melihat ada sedikit dinamika di jalur angkot Arjosari-Gadang yang memicu gesekan. Karena itu, dia berharap pemerintah benar-benar menetapkan rute Trans Jatim agar tidak ada yang dirugikan.
Pemkot Malang Harus Bantu Peremajaan Armada Angkot
Menurut dia, tantangan memetakan operasional Bus Trans Jatim, salah satunya soal pemberdayaan sopir angkot. Terlebih, dia mengatakan, ada wacana memanfaatkan angkot sebagai feeder Trans Jatim.
“Karena tidak semua armada angkot kelayakannya bisa masuk kriteria. Ini yang perlu dikomunikasikan,” ucapnya.

Dia juga mendorong Pemkot Malang membantu para sopir untuk revitalisasi armadanya agar fasilitas lebih ramah penumpang. Opsi lain, dia melanjutkan, mengubah angkot menjadi angkutan gratis bagi pelajar atau siswa sekolah.
“APBD Kota Malang cukup memungkinkan dialokasikan untuk subsidi angkot gratis bagi pelajar sekolah. Ada wacana bus sekolah Kota Malang jadi feeder Trans Jatim. Itu saya kurang sepakat. Lebih baik untuk subsidi angkot gratis bagi siswa. Itu masih memungkinkan,” ujarnya. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: M. Sholeh
Editor: Dwi Lindawati








