SURABAYA, Tugujatim.id – Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya bakal menutup Rekreasi Hiburan Umum (RHU) dalam hal ini klub malam Ambyar klub dan Paradise.
Hal ini diputuskan oleh Komisi B DPRD Surabaya usai kecelakaan maut yang menewaskan pasutri di sebuah warung makan di Jalan Kedungdoro pada Jumat (1/11/2024) lalu. Pasutri yang sedang makan tersebut tewas ditabrak oleh A (18), warga Sumenep dengan menggunakan mobil innova reborn. Diduga, A mengendari mobil dalam kondisi mabuk berat usai mengunjungi sebuah kluh malam di Jalan Embong Malang.
Ketua Komisi B DPRD Surabaya Muhammad Faridz Afif mengantisipasi perihal kebijakan RHU kepada pelanggannya. Terutama klub malam Ambyar dan Paradise yang sebelumnya dikunjungi oleh pelaku.
Sayangnya, saat hiring di DPRD Surabaya pada Senin (11/11/2024), baik pihak Ambyar maupun Paradise pemiliknya tidak dapat hadir, hanya diwakilan manajemen.
“Ambyar dan Paradise tidak hadir. Kami Komisi B dan Pemkot terus Himpunan Pengusaha Rekreasi dan Hiburan Umum (Hiperhu) sudah hadir tapi pemilik tidak hadir,” kata Afif.
Untuk itu, Komisi B DPRD Surabaya akan mengagendakan pertemuan ulang dengan pemilik kedua klub malam tersebut bersama Dinas Pariwisata Jatim dan Dinas Lingkungan Hidup untuk membahas perihal kebijakan perizinan.
“Kami agendakan senin depan dan kami akan mengundang lagi Dinas Pariwisata Jatim dan DLH untuk menanyakan perijinan Paradise dan Ambyar,” tuturnya.
Jika pihak terkait tetap tidak memenuhi panggilan, maka DPRD Surabaya terpaksa mendorong Pemkot untuk menyegel klub Paradise dan Ambyar.
“Kalau nanti sampai Senin tidak hadir kami akan meminta Pemkot untuk menyegel diskotik tersebut sampai pemilik mau hadir di gedung DPRD Surabaya,” pungkasnya.
Sementara itu, Penanggung Jawab Paradise Klub Bambang Siswoyo mengatakan jika pihaknya telah bertanggung jawab kepada korban atas ulah pelanggannya dengan memberikan santunan kematian.
“Kami sudah memberikan bantuan kepada keluarga korban dengan uang. Kami juga prihatin dengan insiden tersebut,” katanya.
Pihak Paradise menyebut jika telah memberikan penawaran untuk mengantarkan pulang. Namun, korban mengaku enggan dan merasa kuat untuk mengemudi kendaraan.
“Setiap pelanggan yang mabuk pasti kami tawarkan untuk mengantar pulang karena kami punya fasilitas driver,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter : Izzatun Najibah
Editor: Darmadi Sasongko








