SURABAYA, Tugujatim.id – Video viral di jagat maya yang menyoroti anggaran pendidikan Surabaya memicu polemik tersendiri di kalangan masyarakat. Namun, alih-alih sekadar membantah, DPRD Surabaya justru mendorong pemkot untuk menjadikan momen ini sebagai langkah memperkuat transparansi dan edukasi publik soal pengelolaan anggaran.
Anggota Komisi D DPRD Surabaya Ajeng Wira Wati menilai, polemik ini menjadi pengingat bahwa masyarakat perlu mendapat pemahaman utuh mengenai struktur dan pembagian anggaran pendidikan di daerah.
Baca Juga: Viral Isu Anggaran Pendidikan di Surabaya Rendah Hanya 19 Persen, Pemkot: Faktanya 20,96 Persen!
“Jangan dilihat dari dinas pendidikan saja karena belanja pendidikan tersebar di banyak pos, termasuk beasiswa pemuda tangguh dan bantuan SMA/SMK,” terang Ajeng saat dikonfirmasi pada Jumat (16/05/2025).
Alokasi Anggaran Pendidikan
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Surabaya itu menilai narasi dalam video yang menyebut anggaran pendidikan Surabaya di bawah 20 persen bisa menyesatkan jika tidak dibarengi klarifikasi yang komprehensif.
“Dengan menyeruaknya isu ini bisa jadi peluang untuk meningkatkan literasi anggaran warga. Masyarakat berhak tahu, tapi juga perlu diberi konteks yang benar,” jelas Ajeng.
Dia pun mengaku akan mengecek ulang angka belanja fungsi pendidikan dalam APBD 2025. Ajeng pun yakin bahwa pemkot telah mengikuti amanat UU Sistem Pendidikan Nasional. Yang mana, mewajibkan alokasi minimal 20 persen dari APBD untuk pendidikan.
Anggaran Harus Transparan pada Masyarakat
Seperti yang diketahui, pemkot sebelumnya telah membantah klaim dalam video viral yang diunggah akun @maulifikr. Yang mana, pihak Pemkot Surabaya mengungkapkan bahwa total belanja fungsi pendidikan mencapai Rp2,588 triliun atau 20,96 persen dari total APBD Rp12,3 triliun.
Ajeng menekankan bahwa perdebatan ini seharusnya tidak berhenti di angka. Dia pun berharap, ke depan, pemkot dan DPRD Surabaya bisa lebih sinergis dalam membuka data anggaran secara terbuka dan mudah dipahami warga.
“Yang penting bukan cuma 20 persen atau tidak. Tapi apakah anggaran itu benar-benar menyentuh warga, memperluas akses, dan meningkatkan kualitas pendidikan?” ujarnya. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Layla Aini
Editor: Dwi Lindawati







