SURABAYA, Tugujatim.id – Hilangnya rumah radio Bung Tomo kembali menjadi sorotan publik setelah Presiden RI Prabowo Subianto mempertanyakan keberadaannya dalam Rapat Kerja Nasional. Perhatian Presiden itu langsung ditindaklanjuti DPRD Surabaya, khususnya Komisi A.
Ketua Komisi A DPRD Surabaya dari Fraksi Gerindra Yona Bagus Widyatmoko mengaku prihatin atas lenyapnya bangunan bersejarah yang pernah menjadi pusat penyiaran semangat perlawanan arek-arek Surabaya.
Baca Juga: BREAKING NEWS! Ketua DPRD Surabaya Dominikus Adi Sutarwijono Meninggal di Jakarta
“Kami langsung bergerak setelah ada pertanyaan dari Bapak Presiden. Dari informasi yang kami peroleh, sejak 2016 rumah radio Bung Tomo sudah tidak berada dalam penguasaan Pemkot Surabaya dan akhirnya hilang. Ini sangat disayangkan,” kata Yona, yang akrab disapa Cak Yebe, Selasa (10/02/2026).
Rumah radio yang berada di Jalan Mawar itu memiliki peran penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan. Dari tempat tersebut, Bung Tomo menyampaikan orasi-orasi yang membakar semangat rakyat untuk melawan penjajah, terutama dalam peristiwa 10 November 1945.
“Setiap tahun kami memperingati Hari Pahlawan, tapi justru titik sejarah yang sangat penting ini sudah tidak ada. Padahal, di sinilah suara Bung Tomo menggerakkan perlawanan rakyat,” ungkapnya.
Negara Harus Hadir Kuatkan Warisan Sejarah
Cak Yebe, sapaan akrabnya, menilai, negara seharusnya hadir lebih kuat dalam menjaga warisan sejarah, meskipun lahan tersebut berada di bawah kepemilikan pihak lain. Menurut dia, perlindungan terhadap situs perjuangan merupakan tanggung jawab bersama.
“Bangunannya mungkin sudah hilang, tapi lokasinya masih ada. Ini harus diamankan dan diupayakan kembali menjadi milik negara,” tegas Cak Yebe.

Saat ini, Komisi A DPRD Surabaya tengah berkoordinasi dengan komisi lain untuk menelusuri kronologi hilangnya rumah radio tersebut. Pihak-pihak yang terlibat dalam pembahasan sejak 2016 juga akan dipanggil untuk dimintai keterangan.
“Kami ingin tahu secara jelas bagaimana prosesnya sampai situs sejarah ini bisa lenyap. Ini bukan sekadar aset daerah, tapi bagian dari sejarah bangsa,” tuturnya.
Baca Juga: DPRD Surabaya Minta Izin Black Owl Dicabut, Diduga Jual Miras ke Anak di Bawah Umur
Dia juga membandingkan kondisi rumah radio Bung Tomo dengan sejumlah situs bersejarah lain di Surabaya yang masih terawat, seperti rumah HOS Tjokroaminoto dan rumah kecil Soekarno di Peneleh.
“Kalau yang lain bisa dijaga, seharusnya rumah radio Bung Tomo juga bisa. Jangan sampai sejarah kita hilang begitu saja,” ungkapnya.

Terkait kemungkinan adanya unsur kelalaian, DPRD masih mendalaminya. Hasil investigasi nantinya akan disampaikan kepada Pemerintah Kota Surabaya.
“Jika ditemukan adanya keteledoran, tentu akan kami bahas bersama pemkot. Apalagi ini sudah menjadi perhatian langsung Presiden,” pungkasnya. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Adira Salsabila
Editor: Dwi Lindawati








