SURABAYA, Tugujatim.id – Citra Surabaya sebagai kota metropolitan dengan deretan gedung tinggi ternyata masih menyisakan ironi di sejumlah sudut wilayahnya. DPRD Surabaya menyoroti salah satunya yang terlihat di kawasan Tambak Lumpang, Kelurahan Sukomanunggal, di mana warga masih harus melintasi jalan tanah yang rusak parah setiap hari.
Kondisi jalan di kawasan tersebut cukup memprihatinkan. Sepanjang akses utama warga dipenuhi lubang besar. Saat hujan turun, jalan berubah menjadi kubangan air bercampur lumpur yang licin dan berbahaya bagi pengendara.
Baca Juga: Soroti Keluhan Warga, DPRD Surabaya Dorong Revitalisasi Instalasi Limbah Keputih
Tidak sedikit pengendara motor harus ekstra hati-hati saat melintas agar tidak tergelincir atau terperosok ke dalam lubang. Situasi ini pun kerap dikeluhkan warga karena mengganggu aktivitas harian.
Kondisi tersebut mendapat sorotan dari Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya Achmad Nurdjayanto. Dia menyayangkan masih adanya wilayah yang belum tersentuh pembangunan infrastruktur secara layak di tengah pesatnya perkembangan kota.
“Sangat miris melihat kondisi seperti ini. Di satu sisi Surabaya terus berkembang menjadi kota metropolitan dan industri, tetapi di sisi lain masih ada warga yang harus melewati jalan tanah dan berlumpur setiap hari,” kata Achmad pada Selasa (10/03/2026).
Dorong Kelurahan dan LPMK Usul Perbaikan Jalan
Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Surabaya itu menilai pembenahan jalan sekaligus sistem drainase di kawasan tersebut harus segera menjadi prioritas. Menurut dia, perbaikan dapat diawali dari koordinasi di tingkat kelurahan.
Dia mendorong lembaga pemberdayaan masyarakat kelurahan (LPMK) bersama pihak kelurahan untuk mengusulkan perbaikan jalan melalui skema dana kelurahan (dakkel).
“LPMK dan kelurahan harus peka dan memasukkan perbaikan ini sebagai prioritas dalam dana kelurahan. Jika anggarannya tidak mencukupi, maka dinas sumber daya air dan bina marga harus turun tangan,” tegasnya.
Achmad juga menekankan pentingnya koordinasi antarinstansi di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya agar pembangunan tidak hanya terpusat di kawasan tengah kota. Menurut dia, wilayah permukiman juga harus mendapatkan perhatian yang sama.
Baca Juga: Lonjakan Harga saat Imlek dan Ramadhan 2026, DPRD Surabaya Dorong Penguatan Pasokan Pangan
Dia menilai pembangunan jalan harus berjalan beriringan dengan perbaikan drainase agar masalah genangan tidak terus berulang setiap kali hujan turun.
Di sisi lain, Achmad meminta pemerintah kota memastikan terlebih dahulu status legalitas lahan di kawasan tersebut. Hal ini penting agar perbaikan infrastruktur bisa dilakukan tanpa melanggar aturan.
“Perlu dicek juga apakah jalan tersebut sudah menjadi aset Pemkot atau belum. Legalitas ini penting agar pembangunan melalui APBD bisa dilakukan secara tepat dan tidak menyalahi aturan,” pungkasnya. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Adira Salsabila
Editor: Dwi Lindawati








