Dr Aqua Dwipayana Ingatkan Siswa, Keberhasilan Bermula dari Sikap Hormat pada Orangtua dan Guru

Dr Aqua Dwipayana Ingatkan Siswa, Keberhasilan Bermula dari Sikap Hormat pada Orangtua dan Guru

  • Bagikan
Dr Aqua Dwipayana bersama para siswa SD di Sumenep, Madura.
Dr Aqua Dwipayana bersama para siswa SD di Sumenep, Madura. (Foto: Dokumen)

SUMENEP, Tugujatim.id – Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana mengingatkan semua siswa untuk selalu menghormati kedua orangtua. Pria yang hobi silaturahim itu meminta agar juga melakukan hal yang sama pada semua guru. Hal itu penting sekali untuk keberhasilan pendidikan yang dijalani siswa.

“Jangan ada seorang siswa pun yang tidak patuh apalagi sampai melawan gurunya. Karena konsistensi sikap menghormati semua guru sangat menentukan keberhasilan setiap siswa,” terang Dr Aqua mengawali kiprah lanjutannya Sharing Komunikasi dan Motivasi di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur Rabu (8/6/2022).

Setelah sukses melaksanakan Sharing Komunikasi dan Motivasi sebanyak tujuh sesi di Kabupaten Sumenep pada Senin sampai Rabu (22-24/5/2022), Dr Aqua Rabu hingga Jumat (8-10/6/2022) kembali melakukan kegiatan serupa di Kota Keris itu. Seluruhnya delapan sesi. Semua kegiatan tersebut berlangsung di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep.

Kehadiran Dr Aqua tersebut di Kabupaten Sumenep, diinisiasi oleh Founder Komunitas Sales Super Nusantara (Konus) Yudi Ananta. Termasuk aktivitasnya Sharing Komunikasi dan Motivasi di sekolah itu. Sebelumnya telah banyak tokoh nasional yang datang ke sana termasuk psikologi anak Kak Seto, panggilan akrab Prof Dr Seto Mulyadi.

“Saat Pak Aqua sedang di Sumenep, saya ingin bapak memotivasi para siswa dan semua guru di SDN Pajagalan II. Sayang sekali jika kehadiran Pak Aqua tidak dioptimalkan,” ujar Yudi yang mengatur semua agenda Dr Aqua selama di Sumenep.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep Sunaryanto juga hadir di acara itu. Dia mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep Agus Dwi Saputra yang sedang tugas ke Malang.

Pria yang senang diskusi itu, meminta para siswa untuk melaksanakan semua perintah gurunya. Kemudian intens berkomunikasi sekaligus banyak belajar pada mereka. Sedangkan kepada sesama siswa, tutur Dr Aqua agar saling menghargai dan selalu kompak. Jangan ada siswa yang mem-“bully” temannya karena itu perilaku yang tidak terpuji.

Para siswa SDN Pajagalan II Sumenep menyalami Dr Aqua Dwipayana.
Para siswa SDN Pajagalan II Sumenep menyalami Dr Aqua Dwipayana. (Foto: Dokumen)

“Siswa yang berprestasi agar mau dengan ikhlas mengajari teman-temannya, sehingga mereka yang diajari jadi semangat belajar. Dengan begitu akan terjalin kebersamaan sesama siswa,” tutur pria yang sampai sekarang masih akrab dengan teman-teman sekolahnya.

Para siswa yang orangtuanya kurang mampu, kata Dr Aqua, tidak perlu kecil hati apalagi putus asa. Tetaplah semangat belajar yang tinggi untuk mewujudkan cita-cita. Kemudian Dr Aqua cerita sekilas tentang kondisi kedua orangtuanya. Meski sederhana namun dengan biaya sendiri dia bisa menyelesaikan kuliahnya hingga doktor.

Lebih jauh, Dr Aqua yang juga mantan wartawan di banyak media besar termasuk Harian Jawa Pos itu menegaskan, komunikasi di SDN Pajagalan II baik sesama guru dan siswa maupun dengan pihak terkait lainnya paling penting adalah kualitasnya, bukan kuantitasnya. Kuncinya saling menghargai.

Peran para guru, papar Dr Aqua, sangat strategis untuk mewujudkan komunikasi yang berkualitas dan efektif tersebut. Para siswa bakal mencontohnya dengan melihat kebiasaan gurunya.

Jadi kemuliaan sebagai guru perlu ditunjukkan secara terus-menerus kepada para siswa. Hal itu penting sekali untuk menjadikan anak didik yang berkualitas baik dari sisi adab maupun ilmu.

Memberi Semangat

Uniknya, seusai apel pagi ratusan siswa langsung “menyerbu” Dr Aqua. Mereka berebut menyalami tangan motivator ulung. Awalnya Dr Aqua sempat kaget saat “diserbu” semua siswa peserta apel. Ia sama sekali tidak menyangka hal itu terjadi.

Para siswa dari berbagai arah mendekati Dr Aqua. Mereka antusias sekali dan berdesakan untuk menyalami pria kelahiran Pematang Siantar, Sumatera Utara, pada 23 Januari 1970 itu. Dengan ramah sambil tersenyum, Dr Aqua menyalami satu-persatu para siswa tersebut. Sambil mengingatkan mereka agar jangan berdesak-desakan.

Dr Aqua Dwipayana diserbu para siswa setelah apel pagi. (Foto: Dokumen)

“Semuanya pasti kebagian salaman dan dilayani. Tolong adik-adik jangan berdesak-desakan ya. Semuanya pasti kebagian untuk salaman sama saya,” kata Staf Ahli Ketua Umum KONI Pusat bidang Komunikasi Publik itu dengan ramah.

Beberapa siswa begitu senangnya dengan kehadiran penulis buku “super best seller” yang berjudul The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi itu, sehingga mereka salamannya dua kali. “Pak Aqua boleh salaman lagi kan,” pinta mereka senada.

Sementara para guru tidak mau kalah sama siswanya. Jika siswa minta salaman, guru-guru SDN Pajagalan II mendekati Dr Aqua untuk mengajak swafoto (selfie). Secara bergantian para guru mengajak pria yang memiliki jejaring pertemanan sangat luas itu untuk swafoto. Ada yang secara lugas memintanya, tapi ada juga guru yang malu-malu menyampaikannya.

Sementara Hudi Susilo mengucapkan terima kasih atas kehadiran Dr Aqua yang telah memberikan motivasi kepada seluruh guru dan para siswa di sekolah yang dipimpinnya. Manfaatnya terasa sekali. “Semoga dengan kehadiran Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana ke SDN Pajagalan II Sumenep membuat semua siswa dan guru makin semangat untuk terus belajar dan berkarya,” ujar Hudi.

Dia menambahkan apel pagi kali ini merupakan aktivitas di luar ruang pertama yang dilaksanakan di SDN Pajagalan II sejak pandemi Covid-19. Semoga ini pertanda baik untuk ke depannya. Di samping bersyukur, Hudi mengamati kehadiran Dr Aqua memberi semangat kepada semua siswa dan guru. Saat penyampaian amanat mereka serius menyimak, seperti tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan langka tersebut.

Selama apel pagi semua siswa dan guru tetap mematuhi protokol kesehatan. Hal itu sebagai bentuk komitmen SDN Pajagalan II pada himbauan pemerintah.

Saat tiba di SDN Pajagalan II Jalan Gotong Royong No. 2 Kelurahan Pajagalan Kota Sumenep, Dr Aqua kaget karena disambut ratusan siswa dan puluhan gurunya yang dengan antusias berdiri dengan rapi di halaman sekolah itu. Semua siswa berpakaian seragam lengkap dengan topinya.

Mereka telah siap menyambut dan menerima Sharing Komunikasi dan Motivasi dari Dr Aqua. Doktor Komunikasi dari Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran itu langsung berdiri di depan sebagai pembina upacara. Hudi mendampingi di sebelahnya.

Kemudian Achmad Syaufah, siswa kelas 5 SDN Pajagalan II yang tampil sebagai pemimpin upacara menyampaikan laporan tentang kesiapan pelaksanaan upacara tersebut. Dr Aqua menyambutnya dengan serius.

Kehadiran Dr Aqua di SDN Pajagalan II seperti memberikan energi baru kepada para siswa dan seluruh guru. Apalagi selama pandemi Covid-19 proses belajar dan mengajarnya daring.

Hanya Sebentar

Mengawali amanatnya, Dr Aqua mengucapkan terima kasih karena telah diberi kesempatan untuk menjadi pembina upacara apel pagi itu. Di antara semua SD di Kabupaten Sumenep, SDN Pajagalan II adalah satu-satunya yang didatanginya.

Bapak dari Alira Vania Putri Dwipayana dan Savero Karamiveta Dwipayana itu merasa sangat terhormat berada di tengah-tengah siswa dan para guru yang selama ini telah banyak menorehkan prestasi. Sehingga ingin memaksimalkan kehadirannya.

Dr Aqua Dwipayana saat menjadi pembina upacara di salah satu sekolah di Sumenep Madura. (Foto: Dokumen)

Sebagai Pakar Komunikasi, Dr Aqua tahu persis bahwa kemampuan manusia berkonsentrasi saat berdiri pada apel ketika upacara terbatas sekali. Terkait dengan itu amanat yang disampaikannya tidak lama sehingga kegiatan tersebut efektif.

“Biasanya saat apel seperti ini, para peserta yang semuanya berdiri, tidak bisa lama untuk fokus dan konsentrasi. Terkait itu, saya hanya sebentar saja di sini. Menyampaikan beberapa hal penting buat para siswa dan guru,” tegas pria ramah yang rendah hati ini.

Kepada semua guru yang hadir, Dr Aqua mengingatkan agar saat jadi pembina upacara pada apel pagi, jangan terlalu lama memberikan amanat. Kasihan para pesertanya jika waktunya lama dan pasti para peserta tidak konsentrasi. Jadi pesan yang disampaikan tidak bisa mereka serap dan cerna.

Jika mau menyampaikan banyak pesan dan waktunya lama, tambah Dr Aqua, sebaiknya disampaikan di dalam ruangan atau tempat yang teduh. Seluruh pesertanya duduk agar bisa fokus dan konsentrasi menyimak semua pesan.

Selama ini menurut anggota Dewan Pakar Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indonesia (ISKI) Pusat tersebut banyak orang termasuk pembina upacara yang tidak memahami hal itu. Saat memberi amanat asyik bicara dan waktunya lama. Sementara para peserta upacara yang berdiri tidak konsentrasi sehingga pesan-pesan yang disampaikan mubazir dan tidak mengenai sasaran.

Jangan Ada Jarak

Di sisi lain, Dr Aqua mengungkapklan, untuk efektivitas belajar mengajar antara guru dan para siswa lanjut Dr Aqua, kelancaran komunikasi sangat penting. Jangan sampai ada jarak. Sebaiknya semua guru secara serius dan sungguh-sungguh berupaya menjadikan siswa seperti anaknya sendiri.

Hubungan sesama guru dan para pegawai ungkap pria yang sangat menghormati semua guru itu, perlu selalu dijaga. Ini penting sekali karena terkait erat dengan kelancaran seluruh proses belajar mengajar.

“Semua pegawai termasuk guru di SDN Pajagalan II harus kompak. Bersama-sama melayani para siswa dan memajukan sekolah ini,” pesan Dr Aqua.

Dr Aqua Dwipayana berfoto dengan para guru SD di Sumenep, Madura. (Foto: Dokumen)

Saat menyampaikan amanat tersebut, Dr Aqua banyak memberi penekanan kepada para siswa. Terutama yang terkait keberhasilan mereka menyelesaikan pendidikannya. Kepada para siswa, selain selalu menghormati kedua orangtuanya, pria yang hobi silaturahim itu meminta agar juga melakukan hal yang sama pada semua guru. Itu penting sekali untuk keberhasilan pendidikannya.

“Jangan ada seorang siswa pun yang tidak patuh apalagi sampai melawan gurunya. Karena konsistensi sikap menghormati semua guru sangat menentukan keberhasilan setiap siswa,” terang Dr Aqua.

Pria yang senang diskusi itu, meminta para siswa untuk melaksanakan semua perintah gurunya. Kemudian intens berkomunikasi sekaligus banyak belajar pada mereka.

Sedangkan kepada sesama siswa, tutur Dr Aqua agar saling menghargai dan selalu kompak. Jangan ada siswa yang mem-bully temannya karena itu perilaku yang tidak terpuji.

“Siswa yang berprestasi agar mau dengan ikhlas mengajari teman-temannya, sehingga mereka yang diajari jadi semangat belajar. Dengan begitu akan terjalin kebersamaan sesama siswa,” tutur pria yang sampai sekarang masih akrab dengan teman-teman sekolahnya.

Para siswa yang orangtuanya kurang mampu, kata Dr Aqua, tidak perlu kecil hati apalagi putus asa. Tetaplah semangat belajar yang tinggi untuk mewujudkan cita-cita.

Kemudian Dr Aqua cerita sekilas tentang kondisi kedua orangtuanya. Meski sederhana namun dengan biaya sendiri dia bisa menyelesaikan kuliahnya hingga doktor.

Selesai apel pagi, dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata dari Kepala SDN Pajagalan II Hudi Susilo berupa aksesoris khas Madura. Juga tiga buku karya siswa dan guru.

Ketiga buku itu berjudul “Sajak Anak Negeri” yang merupakan antologi puisi peserta didik kelas V. “Cerapas Senja (Cerita Apa Saja Sepanjang Jalan)” yang isinya antologi cerita pendek peserta didik sekolah dasar. Terakhir “Bedah Literasi Kelas (Catatan Literasi Pak Guru)” karya guru Ali Harsojo.

Dr Aqua senang sekali menerima hadiah tiga buku itu dan mengapresiasinya. Pria yang sejak puluhan tahun lalu rata-rata sehari membaca enam jam sehari paling suka diberi hadiah buku. Sebaliknya sering memberi hadiah buku.

“Terima kasih banyak Pak Hudi untuk hadiah semua bukunya. Insya Allah saya baca. Saya yakin isinya bagus,” ujar Dr Aqua.

Menurut Ali buku karyanya dan karya para siswanya bukanlah karya yang tiba-tiba ada. Tetapi, membutuhkan proses, ketelatenan, waktu dan semangat tersendiri untuk mewujudkannya.

“Kami semua berproses, buku Bedah Literasi Kelas itu merupakan program literasi kelas yang kami bukukan. Sedangkan, buku karya siswa sebagai hasil dari kegiatan literasi di kelas,” papar Ali.

Kepada Dr Aqua, Hudi dan Ali menyampaikan dalam waktu dekat akan menerbitkan buku karya siswa yang isinya pengalaman belajar selama pandemi Covid-19. Mereka berdua meminta Dr Aqua memberikan Kata Sambutan pada buku itu.

“Insya Allah saya siap. Silakan dikirimkan draft bukunya untuk saya baca. Setelah itu akan saya buatkan Kata Pengantar,” ujar Dr Aqua yang telah menulis buku “super best seller” Trilogi The Power of Silaturahim.

Mengawali di SDN Pajagalan II

Rabu pagi Dr Aqua mengawali Sharing Komunikasi dan Motivasinya di SDN Pajagalan II. Merupakan salah satu sekolah favorit yang ada di Kecamatan Kota Sumenep. Dihadiri seluruh siswa yang jumlahnya 315 orang dan 31 guru yang dipimpin Kepala sekolahnya Hudi Susila.

Banyak prestasi yang telah ditorehkan SDN Pajagalan II Sumenep. Diantaranya salah seorang siswi yang bernama Tia Nur Cahya Kamaranti juara tiga menyanyi tunggal. Sedangkan Muhammad Arif Rahman dan Rendra Alamsyah Putra juara tiga lomba Pantomim. Semuanya di tingkat Kabupaten Sumenep.

Sementara siswa yang berprestasi di tingkat provinsi Jawa Timur yakni Ayyid yang juara lomba menghitung menggunakan kalkulator tangan.

Sedangkan siswa yang berprestasi di tingkat nasional adalah Tia Nur Cahya menyanyi tunggal dan fashion. Selain itu Ilham juara tenis meja.

Selama ini Di SDN Pajagalan II tidak hanya mengutamakan prestasi akademik saja, apalagi nilai raport. Tetapi juga mementingkan kegiatan non akademik. Salah satunya di ektrakurikulernya ada ektra Hadrah.

Kegiatan ekstrakurikuler Hadrah ini dilatih salah seorang guru Sri Budi Astutik. Pesertanya siswa kelas empat dan lima.

“Kegiatan ekstrakurikuler Hadrah ini merupakan salah satu dakwah untuk mengajak para siswa dan masyarakat agar lebih mengagungkan Allah SWT dan selalu memuji Nabi Muhammad SAW,” terang Hadi.

Selain di SDN Pajagalan II, di Kabupaten Sumenep Dr Aqua Sharing Komunikasi dan Motivasi di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja, Perusahaan Daerah Air Minum, Dharma Wanita Persatuan, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sumenep.

 


Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

  • Bagikan