Tugujatim.id – Berikut catatan seri ke-18 dalam program Umrah Bersama Chatour Travel yang penuh makna pada medio hingga akhir Agustus lalu.
Menuju Tanah Suci yakni Makkah dan Madinah di Arab Saudi, banyak menyebut sebagai takdir Ilahi. Orang yang mempunyai uang belum tentu ditakdirkan ke dua tempat ini, sedangkan orang yang tidak mampu, sudah banyak cerita bisa berkunjung.
Ustad Mujib, mutowif atau pembimbing ibadah yang mendampingi rombongan kami selama di Makkah dan Madinah bercerita agar Allah SWT selalu memanggil kita ke haramain.
Menurut pria asal Pamekasan, Madura, ini memperbanyak berbuat baik merupakan salah satu hal yang bisa mengantarkan seseorang ke haramain. Tentu saja, orang Islam harus semangat dan rajin bekerja sehingga bisa mempunyai dana yang cukup untuk pergi ke Makkah dan Madinah.
”Meskipun motif orang ke Makkah dan Madinah itu banyak motifnya, tapi menurut saya senantiasa berbuat baik bisa menjadi jalan untuk dianugerahi berziarah ke Makkah dan Madinah,” kata Mujib.
Dalam sejarahnya, memang ada banyak motif orang bisa masuk ke Makkah dan Madinah. Motif itu tidak hanya ibadah.
”Ada orang masuk Madinah karena ingin mencuri jazad Rasulullah, pernah juga orang masuk ke Makkah karena ingin membakar Kakbah, jadi motifnya nggak selalu baik, tapi berbuat baik di mana pun, bisa seseorang diantarkan ke sini,” imbuhnya.

Selain itu, rutin membaca salawat juga bisa menjadi sebab seseorang bisa ziarah ke Makkah dan Madinah. Salah satu manfaat salawat adalah menumbuhkan cinta kepada Nabi Muhammad SAW. Ketika sudah cinta, otomatis seseorang akan ingin berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW yang berada di Madinah.
”Rasa cinta yang dibarengi dengan implementasi baca salawat itulah, yang menjadikan seseorang dapat segera dianugerahi seseorang bisa ziarah Makkah dan Madinah,” imbuhnya.
Seperti Salawat Fatih misalnya, dia mengatakan, mempunyai sejarah yang berkaitan ketika Nabi Muhammad SAW ingin membuka Kota Makkah, yang dulu dikuasai oleh kalangan jahiliyah. Intinya, salawat itu ditujukan kepada Nabi Muhammad SAW yang berhasil menaklukkan Kota Makkah dengan cahaya iman. Serta menutup zaman kegelapan yang telah berlalu.
Adapun teks Salawat Fatih seperti di bawah ini:
Allāhumma shalli wa sallim wa bārik ‘alā sayyidinā Muhammadinil Fātihi limā ughliqa, wal khātimi limā sabaqa, wan nāshiril haqqā bil haqqi, wal hādī ilā shirātin mustaqīm (ada yang baca ‘shirātikal mustaqīm’). Shallallāhu ‘alayhi, wa ‘alā ālihī, wa ashhābihī haqqa qadrihī wa miqdārihil ‘azhīm.
Artinya: Ya Allah, limpahkanlah salawat, salam, dan keberkahan kepada junjungan kami, Nabi Muhammad SAW, pembuka apa yang terkunci, penutup apa yang telah lalu, pembela yang hak dengan yang hak, dan petunjuk kepada jalan yang lurus. Semoga Allah melimpahkan salawat kepadanya, keluarga dan para sahabatnya dengan hak derajat dan kedudukannya yang agung.
”Dengan membaca Salawat Fatih, jalan yang tidak mungkin baginya untuk sampai ke Kota Makkah, bisa menjadi mungkin hal itu terjadi, meskipun ada banyak salawat lain yang diyakini bisa mempermudah seseorang ziarah ke Makkah dan Madinah,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Irham Thoriq
Editor: Dwi Lindawati








