• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Proyek pembangunan taman berman anak-anak yang longsor dan menimpa rumah warga di Malang. (Foto: Khusnul Hasana/Tugumalang.id)

Proyek pembangunan taman berman anak-anak yang longsor dan menimpa rumah warga di Malang. (Foto: Khusnul Hasana/Tugumalang.id)

Dua Rumah di Malang Hancur Tertimpa Longsoran Taman Bermain

Redaksi by Redaksi
7 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id, Malang – Dua rumah warga di Kelurahan Mergosono, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang hancur tertimpa longsoran taman bermain, Kamis (26/12/2019) siang. Tidak ada korban dari peristiwa longsornya proyek pembangunan taman bermain anak-anak tersebut.

Untuk diketahui, proyek pembangunan taman bermain tersebut merupakan bagian dari program Kota Tanpa Kumuh atau KOTAKU dari Provinsi Jawa Timur. Namun karena proyek tersebut berada di ketinggian dan fondasi yang kurang kuat, akhirnya bangunan tersebut longsor.

You might also like

Jawa Timur

Variasi Cuaca di Jawa Timur Mencolok, Dominasi Udara Kabur Berbanding Terbalik dengan Suhu Cerah yang Tinggi

19/07/2026 10:00 AM
Jalan Menuju Surga.

Jalan Menuju Surga di Kota Malang Viral Bikin Penasaran, Ternyata Dibangun untuk Antar Jenazah

18/07/2026 6:15 PM

Bagus Setiadi, anak pemilik salah satu rumah tersebut mengungkapakan bahwa sebenarnya pihaknya telah mengetahui hal tersebut (longsor) cepat atau lambat bakal terjadi dan menimpah rumahnya.

“Dua bulan lalu sudah saya dan keluarga ketahui. Karena setiap hari ada retakan dan bunyi,” terang Bagus saat dijumpai di lokasi rumahnya Kamis (26/12/2019) siang.

Bagus memaparkan, keluarganya telah mengungsi dan mebereskan barang-barangnya di rumah tetangga bebera hari sebelum rumahnya tertimpa bangunan tersebut.

Sementara itu, ia bercerita terdapat dua keluarga yang tinggal di rumahnya itu.

“Yang tinggal di sini ada saya dan keluarga saya. Juga ada bapak dan ibu saya,” ungkapnya.

Sebenarnya, pihaknya jauh-jauh hari telah melapor al itu kepada RT, RW, maupun kelurahan bahwa bangunan yang berada tepat di samping atas rumahnya tidak baik-baik saja. Fondasinya juga tidak seperti fondasi pada umumnya.

“Saya sudah lapor ke RT RW tidak ada tanggapan. Kelurahan juga sudah, tapi cuma dilihat saja. Tidak diapa-apakan,” akunya.

Meski tidak ada  korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian material yang diakibatkan diperkirakan cukup besar akibat kejadian tersebut.

Bangunan yang menimpah rumah bagus dan keluarga adalah proyek pembangunan pemerintah provinsi Jawa Timur yakni program Kota Tanpa Kumuh. Proyek tersebut berupa taman bermain anak-anak.

Sementara itu, Lurah Kelurahan Margosono, Karliono membenarkan hal tersebut. Sejauh ini, pihak kelurahan telah berkordinasi dengan Lembaga Ketahanan Masyakarat Kelurahan (LKMK) dan tokoh masyarakat untuk melakukan langkah awal mengatasi hal itu.

“Langkah awal yang kami lakukan adalah memotong beban bangunan agar tidak semakin jatuh dan membersikan saluran yang ada di bawah agar tidak menyumbat,” terang Karliono.

Terkair bantuan materiil, Karliono masih belum dapat memberikan bantuan apapun kepada korban lantaran masih harus berkordinasi dengan dengan Camat dan Walikota Malang.

Sementara itu pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, mengungkapkan telah melakukan upaya untuk mengatasi hal tersebut.

“Tim Kaji Cepat tengah melakukan asesmen untuk mengetahui kronologi kejadian, menentukan data-data primer, serta memberikan rekomendasi penanganan yang semuanya akan dijadikan dasar untuk tindakan selanjutnya,” terang analis bencana BPBD Kota Malang, Mahfuzi. (Tugumalang.id)

Reporter: Khusnul Hasana
Editor: Gigih Mazda

Tags: Bencanabencana alamKota MalangMalangTanah Longsor
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Jawa Timur

Variasi Cuaca di Jawa Timur Mencolok, Dominasi Udara Kabur Berbanding Terbalik dengan Suhu Cerah yang Tinggi

by Mochamad Abdurrochim
19/07/2026 10:00 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Minggu (19/07/2026) menunjukkan dinamika atmosfer yang cukup kontras antara wilayah satu dengan lainnya....

Jalan Menuju Surga.

Jalan Menuju Surga di Kota Malang Viral Bikin Penasaran, Ternyata Dibangun untuk Antar Jenazah

by Dwi Linda
18/07/2026 6:15 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Sebuah gang kecil di Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, belakangan viral di media sosial karena memiliki...

Polres Blitar Kota.

Berkali-kali Tersandung Narkoba, Polisi Senior di Polres Blitar Kota Dipecat

by Dwi Linda
18/07/2026 5:00 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Seorang anggota Polres Blitar Kota berinisial Aiptu EW resmi dijatuhi sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) karena...

Parkir digital di Surabaya.

82 Persen Wajib Pajak Sudah Beralih Parkir Digital di Surabaya, 500 Titik Masih Belum Berizin

by Dwi Linda
18/07/2026 4:04 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berupaya menata sektor perparkiran dengan penerapan pembayaran non tunai atau digital secara perlahan...

Next Post
Tahun 2020, Kabupaten Malang Digelontor Dana Desa Rp 456 Miliar

Tahun 2020, Kabupaten Malang Digelontor Dana Desa Rp 456 Miliar

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID