JEMBER, Tugujatim.id – Egy Caesar Gian Fraska tak pernah membayangkan hari ulang tahunnya yang jatuh pada Jumat (22/8/2025) lalu, akan diwarnai kesedihan mendalam. Pasalnya, kakaknya Febrian Arisandi (24) yang dikenal pendiam justru ditemukan tewas di hari spesial tersebut.
Ironisnya, beberapa waktu sebelum tragedi terjadi, Febrian yang biasanya acuh terhadap momen perayaan justru merencanakan surprise istimewa untuk sang adik bungsu. Padahal selama ini, keluarga mereka tidak memiliki tradisi merayakan hari kelahiran siapa pun.
“Biasanya kami tidak pernah ada acara khusus untuk ulang tahun. Tapi kali ini Febrian tiba-tiba bilang mau buat acara untuk Egy,” kenang Firman, kakak tertua dari Febrian saat ditemui Tugujatim.id usai acara tahlil pada Rabu (27/8/2025).
Rencana sederhana yang digagas Febrian bukanlah pesta mewah atau pemberian barang berharga. Ia hanya ingin mengumpulkan seluruh anggota keluarga untuk menikmati hidangan bersama di rumah mereka.
Tidak ada kue tart, tidak ada acara jalan-jalan, hanya sekadar momen kebersamaan yang hangat. “Maunya cuma ngumpulin keluarga, makan bareng di rumah,” ungkap Firman mengenang percakapan terakhir dengan adiknya.
Sayangnya, diskusi mengenai acara tersebut tidak pernah tuntas. Dua hari menjelang ulang tahun Egy, manajemen tempat Febrian bekerja melarangnya pulang ke rumah. Akibatnya, pembicaraan tentang rencana kejutan itu pun terhenti.
Namun takdir berkata lain. Tepat pada tanggal yang seharusnya menjadi hari bahagia Egy, keluarga justru menerima kabar menggemparkan. Firman mendapat sambungan telepon dari kolega Febrian yang menyampaikan berita mencengangkan bahwa adiknya ditemukan tidak bernyawa dengan kondisi menggantung diri di asrama pekerja.
Kuswadi, ayah korban mengaku terpukul karena tidak seorangpun dari mereka yang merasakan adanya pertanda buruk. “Semalam sebelumnya dia masih video call sama kami, bercanda kayak biasa. Sama sekali tidak ada yang aneh. Siapa sangka berakhir seperti ini,” tuturnya dengan suara bergetar.
Pria paruh baya itu menegaskan bahwa baik dirinya maupun anggota keluarga lainnya sama sekali tidak merasakan firasat negatif. Tidak ada peristiwa khusus yang bisa dijadikan indikasi atau tanda-tanda akan terjadi musibah. Perilaku Febrian pun tampak normal seperti biasanya.
“Semua terlihat wajar-wajar saja, cara dia ngobrol dengan keluarga juga seperti biasa, kelihatannya tidak ada gangguan apa-apa,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








