Ekspedisi Kali Porong Temukan 856 Pohon Dipenuhi Sampah Plastik

  • Bagikan
Sampah plastik yang ditemukan River Warrior, Pos Koordinasi Keselamatan Korban Lumpur Lapindo (PoskoKKLuLa) dan Brigade Evakuasi Popok dalam Ekspedisi Kali Porong. (Foto: Dokumen/Ecoton)
Sampah plastik yang ditemukan River Warrior, Pos Koordinasi Keselamatan Korban Lumpur Lapindo (PoskoKKLuLa) dan Brigade Evakuasi Popok dalam Ekspedisi Kali Porong. (Foto: Dokumen/Ecoton)

SIDOARJO, Tugujatim.id – Kondisi pencemaran lingkungan di Kali Porong, Sidoarjo terbilang miris dan memprihatinkan. Bagaimana tidak, setidaknya terdapat 856 pohon di tepian sungai sepanjang 14 km itu dipenuhi limbah sampah plastik rumah tangga. Mulai dari saset sampo, tas kresek, popok, hingga food packaging berserakan di sana-sini memenuhi akar-akar pohon.

Ya, hal miris tersebut diketahui setelah komunitas pegiat dan pemerhati lingkungan, River Warrior, Pos Koordinasi Keselamatan Korban Lumpur Lapindo (PoskoKKLuLa) dan Brigade Evakuasi Popok melakukan penyusuran sungai-sungai di Sidoarjo bertajuk “Ekspedisi Kali Porong”.

Temuan ratusan pohon yang dipenuhi sampah plastik tersebut disampaikan oleh Koordinator River Warrior, Aeshnina Azilan Aqilani.

“Kami menemukan 856 pohon-pohon di tepian Kali Porong yang terbungkus dengan sampah plastik seperti saset sampo, tas kresek, popok dan food packaging (bungkus makanan, red),” ujar Aeshnina , Senin (05/07/2021).

Baca Juga: Kota Bogor Langka Gas Oksigen, Pasien Positif COVID-19 Meningkat – Kliktimes.com

Baca Juga: Dua Pemuda Asal Surabaya Curi Burung untuk Beli Miras- Javasatu.com

Diduga karena Tak Tersedia Tempat Sampah Memadai

Lebih Lanjut, Aeshnina juga menyebutkan temuan tentang banyaknya timbulan sampah rumah tangga di Kanal Mangetan dan Kali Porong. Hal itu, jelas Aeshnina, dampak dari kurangnya tempat sampah yang memadai.

“Tidak tersedianya tempat sampah yang memadai (di kawasan tersebut, red) membuat masyarakat Sidoarjo membuang sampahnya ke sungai,” tegasnya.

Selain temuan sampah plastik, tim ekspedisi Kali Porong juga menemukan 3 pabrik kertas daur ulang yang membuang limbah cair yang berpotensi mencemari Kali Porong.

“Kami menemukan masih adanya pabrik-pabrik yang membuang limbah cair mencemari sungai, kami temukan limbah cair dari PT Tjiwi Kimia Tbk, PT Pakerin (Pabrik Kertas Indonesia, red), dan PT Eratama Megasurya yang berbau menyengat, berwarna putih pekat yang berpotensi mencemari Kali Porong,” bebernya.

Temuan sampah plastik di Kali porong dan kanal Mangetan disebabkan oleh kelalaian pemerintah dengan tidak memberikan pelayanan sampah rumah tangga secara maksimal.

“Pemerintah tidak menyediakan tempat sampah sehingga banyak orang yang tinggal dekat sungai membuang sampahnya ke sungai, pemerintah juga harus membuat peraturan pelarangan penggunaan plastik sekali pakai,” pungkasnya.

Perlu diketahui, bahwa sampah plastik menjadi momok bagi lingkungan dan perairan karena 52% sampah yang ada di sungai adalah sampah plastik.

  • Bagikan