Emas Jadi Top 30 Kovablik, Wali Kota Kediri: Harus Terus Berinovasi di Berbagai Bidang - Tugujatim.id

Emas Jadi Top 30 Kovablik, Wali Kota Kediri: Harus Terus Berinovasi di Berbagai Bidang

  • Bagikan
Dari kiri, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara (Menpan RB) Tjahjo Kumolo, dan Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar saat penyerahan penghargaan Kovablik Jatim 2021 di Exhibition Grand City Surabaya, Jumat (19/11/2021). (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
Dari kiri, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara (Menpan RB) Tjahjo Kumolo, dan Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar saat penyerahan penghargaan Kovablik Jatim 2021 di Exhibition Grand City Surabaya, Jumat (19/11/2021). (Foto: Dokumen)

KEDIRI, Tugujatim.id – Inovasi English Massive (Emas) berhasil meraih penghargaan TOP 30 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) Jatim 2021. Penghargaan ini diterima langsung oleh Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar yang diserahkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara (Menpan RB) Tjahjo Kumolo pada Jumat (19/11/2021) bertempat di Exhibition Grand City Surabaya. EMAS merupakan kursus bahasa Inggris gratis untuk warga Kota Kediri yang telah berjalan selama 6 tahun.

Mas Abu, sapaan akrab Wali Kota Kediri, mengungkapkan, setahun lalu Kota Kediri menjadi 30 Top Kovablik dalam hal pelayanan kesehatan yaitu Home Care Peduli. Kini pada 2021, Kota Kediri kembali meraih penghargaan tersebut namun untuk inovasi publik kursus Bahasa Inggris gratis English Massive (Emas). Hal tersebut berarti berbagai program inovasi yang digagas Pemkot Kediri berjalan dengan baik dan tepat guna.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar saat menerima penghargaan Kovablik Jatim 2021 di Exhibition Grand City Surabaya, Jumat (19/11/2021). (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar saat menerima penghargaan Kovablik Jatim 2021 di Exhibition Grand City Surabaya, Jumat (19/11/2021). (Foto: Dokumen)

Mas Abu berharap inovasi pelayanan publik dalam bidang apa pun harus terus dilakukan. Terpenting, inovasi pelayanan publik harus dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kota Kediri.

“Penghargaan itu hanya bonus, yang penting kita dapat melayani masyarakat dengan baik. Lalu yang dilayani pun paham bahwa pelayanan ini bisa dipakai dan tidak hanya diciptakan untuk bertanding saja,” harapnya.

Emas digagas oleh Mas Abu karena masih terbatasnya akses belajar bahasa asing. Padahal, bahasa asing menjadi alat komunikasi yang efektif untuk bersaing secara global di era industri 4.0. Selain itu, sebagai pengungkit kualitas sumber daya manusia. Dinas pendidikan yang menjadi leading sector dalam program ini membentuk tim untuk merancang konsep pembelajaran hingga menyeleksi tutor-tutor. Emas juga terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa batasan usia, latar belakang sosial, serta tanpa batasan waktu dan tempat.

Penghargaan Kovablik Jatim 2021 yang diperoleh Kota Kediri di Exhibition Grand City Surabaya, Jumat (19/11/2021). (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
Penghargaan Kovablik Jatim 2021 yang diperoleh Kota Kediri di Exhibition Grand City Surabaya, Jumat (19/11/2021). (Foto: Dokumen)

Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menuturkan, referensi inovasi dari berbagai kabupaten kota akan terus dilakukan lebih detail untuk bisa direplikasi di tempat lain. Dari proses yang dilakukan replikasi di berbagai daerah tentu harapannya adalah proses inovasi yang akan terus ditumbuhkembangkan. Khofifah berharap seluruh inovasi yang sudah diinisiasi akan terus bisa dilakukan capaian-capaian yang signifikan, baik di tingkat provinsi, kabupaten, kota, kecamatan, maupun desa.

“Terima kasih kepada bupati dan wali kota atas segala partnership yang luar biasa, penguatan di berbagai lini dan inovasi-inovasi berbagai improvement yang dilakukan oleh kabupaten kota semuanya,” ujarnya.

Suasana acara penghargaan Kovablik Jatim 2021 yang diperoleh Kota Kediri di Exhibition Grand City Surabaya, Jumat (19/11/2021). (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
Suasana acara penghargaan Kovablik Jatim 2021 yang diperoleh Kota Kediri di Exhibition Grand City Surabaya, Jumat (19/11/2021). (Foto: Dokumen)

Menpan RB Tjahjo Kumolo mengharapkan proses pelayanan publik harus lebih dipercepat. Dia melanjutkan, sekarang Jatim, baik kabupaten dan kota, sudah mulai meningkat dan merata untuk pelayanan publiknya.

“Saya harapkan kabupaten kota di Jatim kalau belum punya gedung pelayanan bisa pakai gedung lama, bisa pinjam atau sewa yang penting mempercepat proses pelayanan masyarakat dan mempercepat proses perizinan yang ada. Reformasi birokrasi merupakan satu bagian yang sangat simultan yang harus terus menerus dicermati dan digerakkan dengan membangun berbagai inovasi,” tambahnya.

Hadir pula dalam penganugerahan ini Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, Pelaksana Harian Konsul Jenderal Australia di Surabaya Majell Hind, Forkopimda Jatim, bupati dan wali kota se-Jatim. (*)

 

 

 

  • Bagikan