• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Salah satu slide penyampaian Dr. Rohmawati, M.A dalam acara Law’s Online Writing Class yang digelar Dema Fasih UIN SATU Tulungagung pada Sabtu (7/8/2021)/tugu jatim

Salah satu slide penyampaian Dr. Rohmawati, M.A dalam acara Law’s Online Writing Class yang digelar Dema Fasih UIN SATU Tulungagung pada Sabtu (7/8/2021). (Foto: Dokumen/Risma Wigati)

Etika Menulis Karya Ilmiah yang Perlu Diketahui Mahasiswa

Herlianto A by Herlianto A
5 years ago
in Pendidikan, Tips
0
Share on FacebookShare on Twitter

TULUNGAGUNG, Tugujatim.id – Menjadi mahasiswa, salah satu aktivitasnya adalah menulis karya ilmiah. Mereka dapat menulis berbagai topik yang berkaitan dengan bidangnya. Hanya saja, dalam membuat karya ilmiah tidak bisa sembarangan, ada etika yang harus dipatuhi.

Dr. Rohmawati, M.A, dosen Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum UIN SATU Tulungagung, menjelaskan setidaknya ada empat etik yang harus dipatuhi oleh mereka yang ingin menulis karya ilmiah. Hal ini sebagaimana beliau paparkan dalam acara Law’s Online Writing Class yang diselenggarakan oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung pada Sabtu (7/8/2021) lalu.

You might also like

Sekolah Rakyat di Blitar.

Bangunan Sekolah Rakyat di Blitar Capai 70 Persen, Cari Calon Siswa Sulit Terkendala Izin Orang Tua

13/06/2026 2:25 PM
UM

9.218 Mahasiswa UM Siap Mengabdi Lewat Program UM BBM 2026

13/06/2026 7:00 AM

Menurutnya, poin pertama yang harus dilakukan oleh seorang penulis karya ilmiah adalah menghindari fabrikasi atau pemalsuan data. Artinya data harus valid dan sesuai fakta tidak boleh dibuat-buat oleh penulis.

Poin kedua, harus menghindari praktik plagiarisme. Penulis tidak diperkenankan menjiplak karya orang lain. Jika terpaksa menggunakan ide orang lain maka harus mencantumkan sumber dengan footnote serta daftar pustaka.

“Teknik yang digunakan yaitu mengambil ide kemudian menuliskan dengan redaksi yang berbeda, atau biasa disebut parafrase,” terang ibu Rohmawati.

Kemudian poin ketiga, tidak boleh mengirimkan tulisan yang sama kepada banyak penerbit. Penulis hanya boleh mengirimkan tulisan kepada satu penerbit dan menunggu hingga ada jawaban dari pihak tersebut, diterima atau ditolak. Jika ditolak, boleh dikirimkan ke penerbit lain.

Poin keempat, menghindari publikasi berlebihan. Misalnya, melakukan publikasi karya ilmiah 12 kali dalam setahun, tentu saja hal ini sangat sulit dilakukan.

“Etika tersebut sangat penting untuk diperhatikan dan harus dijadikan acuan dalam menulis agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” tegas dosen asal Lamongan tersebut.

Dalam kegiatan bertajuk Tips and Tricks Law Article Writing, Act More about Law Write Skill tersebut, Rohmawati juga menyinggung soal literasi hukum. Sebagai akademisi bidang hukum, imbuhnya, menulis artikel ilmiah hukum bukan hanya keharusan tetapi kebutuhan.

“Pengembangan literasi tidak hanya tugas dosen, ilmuwan, para ahli, dan lain-lain, tetapi juga tugas mahasiwa,” tuturnya.

Tak lupa Bu Rohma, sapaan akrab Dr. Rohmawati, membahas beberapa topik seputar karya tulis mulai dari urgensi penulisan artikel hingga tips-tips menulis artikel ilmiah khususnya bidang hukum.

Sebagai mahasiswa, tentu sudah akrab dengan artikel ilmiah. Artikel ilmiah merupakan hasil penelitian atau pemikiran baik individu maupun kelompok yang ditulis dan diterbitkan dengan memenuhi kaidah ilmiah dan etika keilmuan dalam rangka memaparkan hasil penelitian atau kajian tema tertentu. Kemampuan menulis artikel ilmiah sangat penting dan harus dikembangkan.

Urgensi penulisan artikel ilmiah dalam bidang hukum, tambah Bu Rohma, ialah sebagai usaha pengembangan ilmu hukum, ketersediaan data, sumber informasi bagi masyarakat, dan sebagai problem solving atas berbagai permasalahan di bidang hukum.

Setelah itu, beliau sharing tentang tips menulis artikel ilmiah. Di antaranya, pemilihan tema yang menarik, aktual, dan bermanfaat, memperhatikan kepentingan atau ketertarikan penulis. Kemudian, pengumpulan bahan hukum, misalnya teori dandata.

Memaparkan analisis dengan tajam menggunakan bahasa baku, efektif, komunikatif, atau sesuai dengan KBBI dan PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia). Memberikan argumentasi yang konstruktif, jelas, dan mudah dimengerti.

Tak kalah pentingnya, Bu Rohmah memberikan solusi agar dapat menemukan ide menulis. Menurutnya, cara paling ampuh untuk mendapatkan ide menulis adalah membaca.

“Terdapat beberapa sumber bacaan yang relevan dengan kajian hukum, di antaranya, artikel jurnal, web hukumonline, Google Books, Common Knowledge, data statistik, wacana publik, aturan perundang-undangan, putusan pengadilan, dan kejadian luar biasa,” tuturnya.

Sebelum mengakiri sesinya, dosen senior tersebut mengingatkan tentang beberapa kesalahan dalam menulis artikel ilmiah. Di antaranya, judul tidak merepresentasikan substansi, tata bahasa tidak sesuai dengan PUEBI.

Lalu, struktur kalimat tidak sesuai kaidah bahasa yang baik dan benar, peraturan perundang-undangan yang digunakan sudah tidak berlaku, dan metode yang digunakan tidak jelas.

Tags: EtikaEtika Menulis Karya IlmiahmahasiswaUIN SATU
Herlianto A

Herlianto A

Related Stories

Sekolah Rakyat di Blitar.

Bangunan Sekolah Rakyat di Blitar Capai 70 Persen, Cari Calon Siswa Sulit Terkendala Izin Orang Tua

by Dwi Linda
13/06/2026 2:25 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Pembangunan proyek strategis nasional Sekolah Rakyat (SR) di Kelurahan Kauman, Kota Blitar, kini mencapai progres fisik lebih...

UM

9.218 Mahasiswa UM Siap Mengabdi Lewat Program UM BBM 2026

by Mochamad Abdurrochim
13/06/2026 7:00 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Sebanyak 9.218 mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) resmi diberangkatkan untuk mengikuti program Universitas Negeri Malang Belajar Bersama...

UNEJ

Mahasiswa UNEJ Sulap Limbah Kulit Kopi Jadi Snack Bar Kaya Antioksidan

by Mochamad Abdurrochim
10/06/2026 10:30 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Pangan (THP) Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UNEJ berhasil mengembangkan ChocoCara Bar. Chococara...

Siswa di Kota Blitar.

15 Ribu Siswa di Kota Blitar Tak Dapat MBG Imbas Transfer BGN Macet, 8 SPPG Stop Beroperasi

by Dwi Linda
09/06/2026 9:03 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Sebanyak 15.000 hingga 16.000 siswa di Kota Blitar sementara waktu tidak menerima pasokan Program Makan Bergizi Gratis...

Next Post
Kapolres Malang AKBP Raden Bagoes Wibisono memperlihatkan barang bukti ganja saat pers rilis di Mapolres Malang, Jumat (03/09/2021). (Foto: Rizal Adhi Pratama/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Dirumahkan karena Covid-19, Warga Lumajang Nekat Jadi Petani dan Jual Ganja di Malang

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID