Fellowship Jurnalisme Pendidikan Angkatan III Selesai, Direktur Pelaksana: Insyaallah Dilanjut Angkatan Berikutnya

Fellowship Jurnalisme Pendidikan Angkatan III Selesai, Direktur Pelaksana: Insyaallah Dilanjut Angkatan Berikutnya

  • Bagikan
Direktur Pelaksana GWPP, Nurcholis MA Basyari, saat pelepasan peserta Fellowship Jurnalisme Pendidikan (FJP) Angkatan III.
Direktur Pelaksana GWPP, Nurcholis MA Basyari, saat pelepasan peserta Fellowship Jurnalisme Pendidikan (FJP) Angkatan III. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)

Tugujatim.id Fellowship Jurnalisme Pendidikan (FJP) 2021 Angkatan III yang diselenggarakan oleh Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP) telah selesai dilaksanakan. Penutupan berlangsung secara virtual dihadiri seluruh peserta angkatan III, mentor, bahkan peserta dari angkatan I dan II, Kamis (30/12/2021).

Direktur Pelaksana GWPP, Nurcholis MA Basyari, memaparkan bahwa GWPP mengusung misi “mengarusutamakan isu-isu pendidikan dalam liputan dan pemberitaan media.” Gerakan ini lahir atas dasar kesadaran konstitusional betapa penting dan strategisnya pendidikan sebagai salah satu sokoguru utama mewujudkan cita-cita luhur dalam memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Kita sama-sama saksikan pula kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di negara-negara maju di belahan bumi mana pun, berkait kelindan dengan kemajuan sektor pendidikan dan tingkat edukasi warganya,” ungkap Nurcholis.

Bahkan seiring berjalannya waktu, pers menjadi salah satu upaya untuk mencerdaskan bangsa dengan memberikan pemberitaan yang mendidik. Namun realitasnya, ungkap Nurcholis, isu-isu pendidikan kalah pamor di mata media jurnalistik. Tidak jarang, isu-isu pendidikan kalah bersaing dalam mendapatkan prioritas liputan dan pemberitaan.

“Wartawan pendidikan pun tergolong ‘langka’ dan kalah gengsi dengan wartawan politik, olahraga, ekonomi, hiburan/lifestyle, kriminal, misalnya,” tuturnya.

Untuk itu, atas dukungan personal dan institusional Chief Salman Subakat, GGWP menginisiasi program Fellowship Jurnalisme Pendidikan (FJP). Hingga saat ini FJP sudah pada angkatan ke III.

“Alhamdulillah, program Fellowship Jurnalisme Pendidikan ini telah sukses terselenggara sebanyak tiga angkatan dan Insyaallah akan dilanjutkan angkatan berikutnya,” kata Nurcholis.

Sementara itu, CEO PT Paragon Technology and Innovation, Salman Subakat, mengakatan dengan adanya program ini para jurnalis akan bisa mengajar bahkan menerbitkan buku.

CEO PT Paragon Technology and Innovation, Salman Subakat. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)

“Orang sukses banyak, tapi yang bisa menuliskan sedikit, saatnya jurnalis ada di tempat yang seharusnya,” ujarnya.

Selain itu, dia menekankan bahwa pendidikan yang perlu digaungkan adalah membangkitkan jiwa literasi dan jiwa jurnalis di setiap orang.

“Karena kita semua sekarang adalah media. Kalau kembali ke dasar, yang membuat orang menjadi besar itu karena orangnya diomongin,” ungkap dia.

Tentang FJP

Durasi program FJP GWPP per angkatan berlangsung selama tiga bulan, masing-masing diikuti 15 wartawan dari 15 media dari berbagai daerah di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Maluku. FJP Batch I dan II telah berlangsung secara berkelanjutan pada kurun Januari-Agustus 2021. Adapun FJP Batch III berlangsung pada 20 September–22 Desember 2021.

Kegiatan FJP GWPP mencakup tiga aspek, yakni pelatihan, praktik, dan pendampingan (dalam bentuk coaching & mentoring) dari lima wartawan senior yang punya reputasi dan pengalaman jurnalistik panjang di media-media terkemuka, nasional maupun internasional.

Kegiatan pelatihan dan pendampingan dilaksanakan secara intensif via daring. Adapun praktik liputan dan penulisan artikel dilakukan secara hybrid, kombinasi luring dan daring.

Peserta dan mentor Fellowship Jurnalisme Pendidikan (FJP). (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)

Materi pelatihan mencakup pengetahuan dan keterampilan jurnalistik, termasuk aspek etika dan hukum pers. Selain itu, para peserta juga mendapatkan pengayaan materi nonjurnalistik terkait pendidikan dan kebangsaan. Total ada 13 sesi pelatihan jurnalistik dan 14 sesi pengayaan materi nonjurnalistik selama berlangsungnya program FJP Batch III.

Total narasumber yang dihadirkan mencapai 27 orang dari kalangan praktisi media, guru, dosen, mahasiswa/mahasiswi, pelajar, aktivis/komunitas penggerak pendidikan, pengelola lembaga pendidikan, pejabat bidang pendidikan, dan pemangku kepentingan terkait pendidikan.

Program FJP GWPP dirancang sedemikian rupa agar memungkinkan semua peserta dapat mengikuti seluruh sesi pelatihan dan melaksanakan tugas-tugas liputan yang diberikan para mentor tanpa harus cuti atau meninggalkan tugas sehari-hari sebagai wartawan.

Program yang kami rancang justru mendorong para peserta tetap aktif bekerja dan produktif menghasilkan karya-karya jurnalistik untuk media masing-masing.

Selama September-Desember 2021, total karya jurnalistik yang ditulis para peserta mencapai 546 artikel. Jika dirata-rata, per peserta menghasilkan lebih dari 36 artikel (tiga artikel per pekan) tentang pendidikan, termasuk features, profil tokoh atau lembaga, dan laporan berkedalaman atau indepth reporting.

Artikel itu ditulis dan dipublikasikan, baik sebagai hasil penugasan liputan mandiri maupun liputan bersama. Khusus untuk liputan bersama, tema yang diangkat ialah Merdeka Belajar Kampus Merdeka.

  • Bagikan