MOJOKERTO, Tugujatim.id – Salah satu hewan kurban yakni kambing tampak berkeliaran di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Randegan, Kota Mojokerto. Terlihat, kambing makan sampah dilepas secara liar oleh pemilik. Mirisnya, hewan yang sering dikurbankan saat Iduladha datang ini makan secara sembarangan.
Kambing makan sampah organik maupun non organik di TPA Randegan. Hal ini mendapat atensi dari Aswaja NU Center PCNU Kabupaten Mojokerto tentang bagaimana kesehatan hewan kurban yang melahap makanan tidak layak sebelum dikurbankan.
Baca Juga: Viral Pasangan Remaja Terciduk Mesum di Taman Surya Surabaya, Wali Kota Panggil Orang Tua
“Jawaban singkat kami, fenomena tersebut sudah beberapa kali dibahas para kiai dalam forum bahtsul masail dan hukumnya makruh jika kotoran atau najis yang dimakan oleh hewan kurban sampai mengubah rasa dagingnya. Jika tidak, maka boleh (halal) dikonsumsi. Hal ini dianalogikan dengan ikan lele yang dibudidaya dalam septic tank,” beber Sekretaris Aswaja NU Center PCNU Kabupaten Mojokerto Ulil Abshor Cholish kepada wartawan, Sabtu (01/06/2024).
Gus Ulil, sapaan Ulil Abshor Cholish, mengatakan, sebelumnya memang tidak ada imbauan khusus dan terbuka akan fenomena yang dimaksud. Termasuk pengawasan terhadap apa yang dilahap oleh hewan kurban jelang penyembelihan saat Iduladha.
“Sebab, hal ini sudah maklum bahwa prinsip makanan dalam Islam itu halalan thayyiban yang berarti halal dan baik. Tentu di antara prinsip tersebut untuk menjaga kesehatan seperti higienis, bergizi, dan tidak membahayakan (kesehatan),” urainya.

Sementara itu, Gus Ulil mengimbau pemeriksaan hewan kurban selalu disampaikan tiap tahun lewat kerja sama dengan dinas peternakan setempat.
“Memang tidak mungkin diperiksa semua hewan kurban. Namun, setidaknya diperiksa secara intens. Kami juga menginisiasi beberapa kali pelatihan Juleha (Juru Sembelih Halal) dan terbentuk organisasinya di berbagai daerah,” tambah Gus Uli.
Untuk perayaan Iduladha tahun ini, warga juga berharap kesehatan hewan kurban menjadi atensi berbagai pihak. Tidak hanya pemeriksaan tentang potensi adanya penyakit, termasuk pula bahan makanan yang dimakan oleh hewan kurban.
“Karena kan kurban ini melibatkan orang banyak. Bukan hanya pemberi kurban, penerima kurban juga harus dipastikan mendapat daging yang baik dan halal,” ucap ZA, salah satu warga Mojokerto, Sabtu (01/06/2024).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati