JEMBER, Tugujatim.id – Kabupaten Jember kembali menjadi saksi perayaan spiritual umat Hindu yang sarat makna. Festival Spiritual Hindu Utsawa Dharma Gita X tahun 2025 berlangsung meriah dengan menghadirkan lebih dari seratus peserta dari berbagai penjuru wilayah.
Peserta yang hadir berjumlah sekitar 110 orang berasal dari beragam lokasi seperti Umbulsari, Kencong, Wringin Agung, komunitas urban Hindu, hingga mahasiswa perantau beragama Hindu. Acara tahun ini mengusung konsep “Dari Dharma Gita Menuju Anandam (Kebahagiaan Sejati)”, menekankan bahwa kebahagiaan hakiki lahir dari penerapan nilai-nilai spiritual dalam keseharian.
Iwan Sutikno selaku Kepala Bidang Analis Bina Mental dan Spiritual Bagian Kesejahteraan Rakyat Jember yang mewakili Bupati menjelaskan bahwa acara ini bukan sekadar kompetisi biasa. Festival ini menjadi wadah pembelajaran spiritual yang mendalam.
“Melalui festival ini, nilai-nilai mulia seperti kejujuran, kasih sayang, saling menghormati, dan hubungan harmonis dengan Sang Pencipta ditanamkan kepada peserta,” jelasnya pada Minggu (14/12/2025).
BACA JUGA: Night Street Parade Culture Warnai International Jember Marching Carnival 2025
Melalui berbagai bentuk seni suci seperti seloka, kidung, kekawin, dan puja, komunitas Hindu diingatkan untuk melestarikan warisan spiritual leluhur. Di era modern yang penuh perubahan, penguatan identitas spiritual dan budaya dianggap krusial untuk membangun karakter moral masyarakat.
“Setiap alunan yang terdengar bukan hanya soal estetika suara, melainkan pengingat akan prinsip dharma yang membimbing jalan hidup kita,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, ditekankan pula bahwa ajaran dharma memiliki fungsi vital sebagai panduan etika bermasyarakat. Bagi Jember yang majemuk, aktivitas keagamaan seperti ini memberikan sumbangsih konkret dalam memelihara kerukunan, memperkuat sikap toleran, dan memperkaya warisan budaya lokal.
Pemkab Jember menyampaikan penghargaan kepada Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Jember, para pembina, guru agama Hindu, pinandita, pemangku, serta seluruh tim penyelenggara yang berkontribusi mensukseskan acara.
BACA JUGA: Kabupaten Jember Jadi Tempat Event Nasional, Ribuan Warga Saksikan Pesta Budaya dan Kuliner Nusantara
“Dedikasi umat Hindu Jember dalam memelihara tradisi dan spiritualitas adalah bagian integral dari usaha kolektif membangun daerah yang harmonis dan beradab,” katanya.
Kepada semua peserta, Gus Fawait menyampaikan harapan agar festival ini dipahami sebagai perjalanan spiritual, bukan semata arena kompetisi.
“Jadikan dharma sebagai pelita dalam setiap aktivitas hidup, dan anandam sebagai destinasi spiritual yang terus dipupuk melalui pengabdian pada masyarakat,” pesannya.
Sementara itu, I Nyoman Semita yang menjabat sebagai Ketua PHDI Jember menegaskan bahwa Dharma Gita merupakan lantunan kebenaran yang menuntut implementasi konkret, bukan hanya hafalan teks atau kemampuan melantunkan.
BACA JUGA: Kejurprov Drum Band 2025 dan International Jember Marching Carnival Pertemukan Ratusan Peserta dari Dalam dan Luar Negeri
“Kitab Weda harus dipraktikkan dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, dan ketekunan. Nilai spiritual juga wajib terwujud dalam aksi sosial, pelestarian budaya, dan pengembangan sektor pariwisata,” tegasnya.
Ia melanjutkan bahwa melalui festival ini, komunitas Hindu di Jember ingin menunjukkan kontribusi aktif dalam memajukan daerah. “Kami memiliki kekayaan seni budaya dan pengalaman di sektor pariwisata. Ini adalah bentuk partisipasi kami dalam mewujudkan kemajuan Jember,” ujarnya.
Festival Utsawa Dharma Gita X Tahun 2025 diharapkan menjadi sarana penguatan spiritual sekaligus ajang kreativitas umat Hindu, serta memperkuat harmoni kehidupan beragama di Jember sebagai pondasi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








