Ficky Haris Ardiansyah, Anak Pengepul Gula Merah asal Banyuwangi Lolos Program Model United Nation di New York

Ficky Haris Ardiansyah. (Foto: Dok Ficky Haris Ardiansyah for Tugu Jatim)
Ficky Haris Ardiansyah (kanan) saat wawancara dan menjadi narasumber di Voice of America (VOA). (Foto: Dok Ficky Haris Ardiansyah for Tugu Jatim)

BOGOR, Tugujatim.id – Siapa yang menyangka jika perjuangan Ficky Haris Ardiansyah, mahasiswa Statistika IPB University sekaligus penerima Bidikmisi/KIP Kuliah, ini bakal berbuah manis. Mahasiswa berprestasi kelahiran Banyuwangi itu kini berkesempatan untuk mengikuti Model United Nation (MUN) di New York, Amerika Serikat (AS), pada 28-31 Juli 2022. Seperti apa kisah perjuangan Ficky hingga bisa terbang ke Negeri Paman Sam itu?

Untuk diketahui, Model United Nations (MUN) merupakan pendidikan simulasi dan kegiatan akademik, di mana mahasiswa dapat belajar tentang diplomasi, hubungan internasional, dan PBB. MUN juga mengajarkan mahasiswa untuk dapat meneliti, berbicara di depan umum, negosiasi, menulis, dan menyusun dokumen.

Selain itu, MUN juga menjadi ajang yang cukup prestisius di kalangan mahasiswa di dunia. Anak dari pasangan Abdul Hafidz dan Risalatul Muawanah itu menjadi salah satu mahasiswa yang beruntung bisa lolos. Dia mengaku senang bisa membanggakan kedua orang tuanya yang bekerja sebagai pengepul gula merah dan ibu rumah tangga.

“Tentu saja saya ingin membanggakan kedua orang tua saya. Hal yang luar biasa, saya anak pengepul gula merah asal Banyuwangi bisa lolos ke New York,” ujarnya.

Ficky Haris Ardiansyah. (Foto: Dok Ficky Haris Ardiansyah for Tugu Jatim)
Ficky mendapatkan kesempatan menyampaikan argumentasi saat sidang Model United Nation (MUN) di New York, Amerika Serikat (AS). (Foto: Dok Ficky Haris Ardiansyah for Tugu Jatim)

Berawal dari ingin mengembangkan dan mengasah potensinya, Ficky Haris Ardiansyah terus mengukir prestasi di tingkat nasional hingga internasional meski di tengah pandemi Covid-19. Ya, sebelumnya ke New York, sederet prestasi di dunia karya tulis ilmiah telah diraihnya. Mulai tingkat regional, nasional, hingga internasional.

Untuk program MUN ini, dia harus bertarung dengan ribuan pendaftar lainnya dalam membuat aplikasi, tapi hanya terpilih ratusan mahasiswa untuk mengikuti ajang internasional tersebut. Ficky salah satu mahasiswa yang lolos MUN di New York, 28-31 Juli 2022, dan membawa delegasi Uni Emirat Arab di Komiti UNHCR.

Sebanyak lebih dari 500 mahasiswa (lebih dari 20 negara, red) datang di acara tersebut yang tergabung ke dalam empat komiti. Dalam kesempatan ini, Ficky membawa topik pidato perubahan iklim di Uni Emirat Arab.

Laki-laki yang hobi bermain badminton ini memaparkan soal model matematika berupa ramalan iklim dengan fokus antisipasi pengungsi akibat perubahan iklim yang terjadi.

“Saya memberikan masukan kepada PBB untuk tidak hanya menangani masalah pengungsi akibat perubahan iklim, tapi juga fokus ke teknologi bagaimana ini dapat diantisipasi, ditekan dampaknya atas perubahan iklim yang terjadi di UEA. Nah, kalau ketahuan model perubahan iklimnya akan lebih mudah,” papar lulusan MA Nurul Jadid itu.

Persiapan ke AS, Bikin Proposal hingga Perkuat Relasi

Lolos MUN di New York, menurut laki-laki kelahiran 26 Mei 2002 ini, merupakan hal yang paling berkesan. Tak berhenti di situ saja, dia melakukan persiapan termasuk membuat proposal pengajuan dana ke beberapa perusahaan.

“Segala peluang saya coba. Alhamdulillah, mendapatkan bantuan dana dari PT Paragon Technology and Innovation dan Direktorat Kemahasiswaan IPB University. Juga berkesempatan magang di kedua instansi tersebut,” tuturnya.

Di kesempatan yang sama, mahasiswa IPB University jalur ketua OSIS, ini juga harus mempersiapkan position paper yang akan dibawakan saat mengikuti kegiatan tersebut, termasuk mempelajari tentang topik dan negara yang didapat. Tak hanya menuntaskan di ajang MUN, dia juga berencana membangun jejaring ketika di Amerika Serikat.

Kesempatan Langka Bertemu Orang-Orang Inspiratif

Sementara itu, Prof Tatacipta Dirgantara selaku pengawas Pondok Inspirasi, membuka jejaring di Konsulat Jenderal RI di New York untuk mendapatkan bantuan akomodasi dan magang beberapa hari. Mulai dari KJRI hingga wawancara Voice Of America.

Ficky pun memutuskan untuk menambah lama tinggalnya menjadi 10 hari untuk memperkuat jejaring dan mengambil peluang magang beberapa hari di KJRI. Di New York, dia tinggal di penginapan KJRI New York yang diberikan secara gratis bagi warga Indonesia.

Selama di KJRI, Ficky juga diberikan peluang untuk bersosialisasi dengan para karyawan sekaligus mengikuti beberapa kegiatan. Istimewanya, Ficky juga mendapatkan fasilitas antar jemput dengan mobil dari KJRI saat akan keliling New York.

Selain Prof Tatacipta Dirgantara, Konsul Jenderal RI di New York Dr Arifi Saiman MA juga berpesan agar selalu kerja keras dengan memiliki skill.

Ficky Haris Ardiansyah. (Foto: Dok Ficky Haris Ardiansyah for Tugu Jatim)
Ficky Haris Ardiansyah bersama Konsul Jenderal RI Dr Arifi Saiman MA di New York. (Foto: Dok Ficky Haris Ardiansyah for Tugu Jatim)

“Tetap selalu kerja keras karena belajar di perguruan tinggi negeri maupun swasta tidak ada pembedanya. Bedanya adalah lulusan yang siap dengan skill tinggi atau sama sekali tak punya,” pesan Dr Arifi Saiman MA.

Ficky pun bekesempatan mendapatkan undangan istimewa dari Voice of America untuk menjadi narasumber di sesi talkshow bersama Naratama Rukmananda Bio Jurnalis VOA. Sesi ini, Ficky menceritakan tentang latar belakang keluarga, studi di perguruan tinggi IPB, persiapan MUN, hingga perjuangan ke New York. Tak hanya itu, dia juga berkunjung ke rumah orang inspiratif Marlina Nasution, putri Prof Andi Hakim Nasution sekaligus Director Biostatistics PAREXEL.

Sehari semalam di rumah Marlina, Ficky banyak mendapatkan bekal cerita perjuangan karir Marlina sekaligus keliling ke kampus di North Carolina. Marlina Nasution mengatakan, harus fokus mengejar sesuatu selama ada kesempatan.

Ficky Haris Ardiansyah. (Foto: Dok Ficky Haris Ardiansyah for Tugu Jatim)
Ficky (kanan) saat berkunjung ke rumah Marlina Nasution, putri Prof Andi Hakim Nasution sekaligus Director Biostatistics PAREXEL. (Foto: Dok Ficky Haris Ardiansyah for Tugu Jatim)

“Ficky, kesempatan selalu ada. Fokus jika mengerjakan sesuatu agar hasilnya maksimal,” pesan Marlina untuk Ficky.

Laki-laki yang sudah 2 tahun menjadi anggota Pondok Inspirasi (Pondasi) ini juga berkunjung ke rumah Vice President and Head, Global Safety Sciences Sanofi Prof Juhaeri Muchtar di New Jersey. Prof Juhaeri menceritakan kisah perjuangannya dari keluarga yang kurang mampu hingga tekad kuatnya untuk kuliah sampai menjadi pengajar di University of North Carolina dan dipercaya menjadi vice president.

Selain itu, dia juga keliling kampus North Carolina State University, University of North Carolina at Chapell Hill, College Hunter University, dan New York University.

Gemblengan Pondok Inspirasi

Sudah dua tahun ini Ficky mendapatkan kesempatan bergabung di Pondok Inspirasi. Untuk diketahui, Pondok Inspirasi merupakan yayasan sosial pendidikan dan kepemudaan didirikan alumnus IPB University yang salah satu programnya memberikan beasiswa berasrama dan pembinaan bagi mahasiswa untuk meningkatkan kapasitas sekaligus sebagai pusat talent pool mahasiswa.

Ficky mendapatkan berbagai pembinaan mulai dari menulis ilmiah atau artikel, coaching dengan professional coach, dan mentoring dengan para pelaku bisnis atau pemilik usaha, salah satunya CEO PT Paragon Technology and Innovation Salman Subakat.

“Pondok Inspirasi powerful banget. Lengkap banget. Tidak hanya mendapatkan asrama atau pembinaan rutin, kami juga didekatkan dengan mentor-mentor dari berbagai perusahaan. Terpenting di Pondok Inspirasi, kami belajar langsung praktik, tidak sekadar teori,” ungkap Ficky.

Sejak masuk di Pondok Inspirasi, Ficky juga diajarkan untuk volunteering sekaligus meningkatkan network.

Ficky Haris Ardiansyah. (Foto: Dok Ficky Haris Ardiansyah for Tugu Jatim)
Ficky (kanan) foto bersama Vice President and Head, Global Safety Sciences Sanofi Prof Juhaeri Muchtar. (Foto: Dok Ficky Haris Ardiansyah for Tugu Jatim)

“Pondok Inspirasi membuka peluang potensi mahasiswa. Mereka akan menemukan potensi dan mimpinya sekaligus diberikan kepercayaan untuk berkembang dengan versi terbaik. Ficky, salah satunya sebagai penerima manfaat yang menangkap peluang itu,” tutup Pembina Pondok Inspirasi sekaligus Coach, Talent Advisor dan Psikolog PT Paragon Technology and Innovation Tanti Mantily Dewi.

Untuk diketahui, Ficky Haris Ardiansyah pun memiliki sederet prestasi yang membanggakan. Untuk tingkat regional, juara 1 Lomba Esai Dormitory Contest 2021 1 Individu, juara 1 Lomba Karya Tulis (Esai) X-Book 2021 1 Individu, Mahasiswa Terprestatif PKU IPB 2021, Mahasiswa Berprestasi Departemen Statistika IPB, dan Mahasiswa Berprestasi Bidang Penalaran Ilmiah Nasional IPB University.

Sementara di tingkat nasional, dia juga meraih juara 3 Lomba Essay Public Health Festival 2020, juara 1 Lomba Esai-Edufest Competition 2020, juara 1 Lomba Essay Ilmiah Pekan Kreativitas Mahasiswa STIKES Jenderal Achmad Yani Cimahi, dan juara 2 Essay Competition-Seminar and Competition of Animal Science 2021. Selain itu, juara 2 Presentation Essay Competition- Seminar and Competition of Animal Science 2021, juara 1 Gebyar Esai Nasional Tingkat Mahasiswa 2021, juara 3 NEW Championship Rumah Penalaran, dan juara 2 Lomba Essay FIP Fair 2022.

Sedangkan di tingkat internasional, semifinalis ISIC X SCI 2021 Essay Competition, Delegasi Istanbul Youth Leaders Summit 2022, Best Paper Istanbul Youth Leaders Summit 2022, dan terbaru menjadi Delegasi Future We Want Model United Nations, New York 2022.

 

Penulis adalah Founder Pondok Inspirasi (Pondasi).


Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim