MALANG, Tugujatim.id – Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang (FIK UM) melakukan penelitian terkait kasus kekerasan oleh pasangan pada perempuan di wilayah perkotaan Jawa Timur. Penelitian ini merupakan penelitian kolaborasi antara FIK UM bersama Department of Social and Preventive Medicine, Faculty of Medicine, Universiti Malaya.
Penelitian FIK UM ini mengambil sampel di empat kota. Yaitu Kota Blitar, Kota Malang, Kota Pasuruan, dan Kota Surabaya. Di mana masing-masing kota diambill empat kelurahan secara random dan setiap kelurahan diambil secara acak tiga RT.

Penelitian ini diangkat dari fenomena kekerasan oleh pasangan pada perempuan masih menjadi isu yang minim akan sorotan. Padahal, segala bentuk kekerasan pada perempuan merupakan target eliminasi dari tujuan sustainable development goals (SDGs).
Lebih jelasnya pada target 5.2 SDGs yaitu menghapus segala bentuk kekerasan kaum perempuan di ruang publik dan pribadi.
Kekerasan oleh pasangan dapat berupa kekerasan fisik, seksual, emosional, ekonomi, dan pembatasan aktivitas. Kekerasan oleh pasangan harus menjadi perhatian serius terutama untuk ruang pelaporan yang aman dan nyaman bagi perempuan yang menjadi korban kekerasan.

Beberapa profesor maupun dosen dilibatkan untuk memaksimalkan diskusi dan temuan. Dari Universiti Malaya terdiri dari Prof Dr Victor CW Hoe selaku Head of Departemen (Department of Social and Preventive Medicine, Faculty of Medicine, Universiti Malaya), Prof Low Wah Yun (Adjunct Professor Universiti Malaya untuk Departemen IKM UM), Prof Dr Choo Wan Yuen, Dr Noan Naqiah Mohd Hairi (Dean, Health and Wellbeing Research Cluster Epidemiology & Biostatistics Discipline), dan Dr Nik Daliana Nik Farid.
Pada Mei-Juni 2023 telah dilakukan proses perizinan dari Bangkesbangpol Jawa Timur hingga pihak RT. Pada akhir Mei, tepatnya pada Senin (29/05/2023), pukul 20.00 WIB, dilakukan pembukaan pelatihan enumerator melalui aplikasi Zoom Meeting dengan pemateri Nohan Arum Romadlona MKM selaku dosen Ilmu Kesehatan Masyarakat FIK UM yang sekaligus anggota tim peneliti. Pelatihan enumerator ini diikuti oleh sebanyak 16 mahasiswa UM yang dikelompokkan menjadi empat orang di setiap kota.
“Ke-16 enumerator ini melakukan proses pengambilan data dari Juni-Juli 2023 sesuai dengan penempatan yang telah dibagi,” kata Nohan Arum Romadlona.
Sebelum proses pengambilan data, setiap enumerator terlebih dahulu melakukan proses listing rumah tangga atau melakukan kunjungan ke setiap rumah untuk mengidentifikasi perempuan usia 15-49 tahun yang tinggal di rumah di setiap RT terpilih yang akan ditandai di sebuah peta sederhana untuk memetakan area dan penomoran responden.
Setelah mendapat data responden yang terpilih dengan cara acak, enumerator melakukan wawancara kepada responden yang bersedia.

Dalam proses pengambilan data, enumerator banyak dibantu oleh kader atau ketua RT setempat untuk bisa menjangkau responden melalui pendekatan internal. Selain itu, enumerator juga telah dibekali cara melakukan wawancara kepada responden yang baik dan benar, serta tentunya memperhatikan etika dan budaya setempat.
Data yang berhasil diambil oleh enumerator secara keseluruhan pada 4 kota sebanyak 520 responden yang bersedia dan tidak ada keterpaksaan. Data yang diperoleh nantinya akan dianalisis dan dijaga kerahasiaannya oleh tim peneliti.
Langkah selanjutnya akan dilakukan workshop atau sharing session terkait hasil dari penelitian ini dengan tim peneliti kolaborasi dari Universiti Malaya pada 28 dan 29 Agustus 2023 di Universiti Malaya, Malaysia.
Harapannya dari hasil penelitian ini, dapat memberikan kontribusi berupa intervensi kesehatan masyarakat atau bentuk lainnya yang bermanfaat bagi korban kekerasan oleh pasangan pada perempuan di wilayah perkotaan Jawa Timur khususnya dan secara umum untuk semua korban di mana pun termasuk dapat dilanjutkan untuk penelitian dengan wilayah yang luas dan beragam. (adv)
Writer: Feni Yusnia
Editor: Dwi Lindawati








