Film Kemarin: Kenang Perjalanan Band Seventeen, Tayang Perdana Hari Ini

  • Bagikan
sinopsis Film Kemarin
Poster film Kemarin yang mengisahkan band Seventeen yang menjadi korban bencana tsunami di Banten pada 2018 silam. (Foto: Mahakarya Pictures)

Bencana tsunami yang terjadi di tepi pantai Tanjung Lesung, Banten pada 22 Desember 2018 lalu tentu masih melekat di benak warga Indonesia. Tragedi yang menewaskan anggota grup band Seventeen ini menciptakan sebuah memori tragis tersendiri khususnya bagi Ifan sebagai satu-satunya anggota yang selamat. Kini kenangan itu akan diunggah ke layar lebar melalui film berjudul Kemarin yang akan tayang perdana hari ini (3/12) di bioskop.

Bencana tsunami yang terjadi saat band Seventeen tengah tampil di panggung ini menyebabkan tiga personelnya, M Awal Purbani, Herman Sikumbang, dan Windu Andi Darmawan meninggal dunia. Peristiwa tersebut juga menelan korban Oki Wijaya, sang road manager, Ujang dari kru, dan Dylan Sahara istri dari Ifan Seventeen.

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

Film Kemarin merupakan hasil produksi Mahakarya Pictures yang disutradadari oleh Upie Guava dan skenarionya ditulis oleh Whisnu Surya. Judul Kemarin pun diambil dari salah satu lagu band Seventeen. Berbentuk sebuah drama dokumenter, film ini mengisahkan perjalanan band Seventeen mulai dari awal sampai terjadinya bencana tsunami tersebut.

Baca Juga: Revisi Peraturan Wamil, Kini Artis K-Pop Bisa Tunda Keberangkatan

Film ini juga sempat beberapa kali tertunda untuk penayangannya di bioskop terkait kondisi pandemi dan bioskop yang masih belum bisa beroperasi. Dikabarkan bahwa film Kemarin dibuat untuk mengenang para korban tsunami tersebut khususnya personel band Seventeen dan orang-orang tercinta.

Cerita film dibuka dengan sebuah cerita band Seventeen dengan formasi lama yaitu dengan hadirnya vokalis Doni. Alur cerita yang maju dan mundur akan membawa penonton untuk memahami perjalanan Seventeen meniti karir di industri musik Indonesia.

Ifan sebagai satu-satunya anggota Seventeen yang selamat banyak terlibat dalam proses pembuatan film. Ia pun menjadi narator dalam film yang berdurasi 1 jam 55 menit ini. Ifan mengaku tak kuasa menahan tangis ketika harus mengingat kembali hubungannya dengan personel band dan manajemen Seventeen. Hampir keseluruhan cerita dalam film merupakan hasil dokumentasi pribadi dari band Seventeen dan sisanya merupakan reka adegan oleh pemain lain.

Baca Juga: 6 Rekomendasi Drama Saeguk, Drama Korea Berlatar Belakang Kerajaan

Film Kemarin seolah menyampaikan sebuah pesan dan gambaran bahwa tidak akan ada yang tahu apa yang akan terjadi di keesokan harinya. Jika kemarin kita mungkin masih bisa bertemu, bercengkerama, dan bergembira bersama orang tercinta namun siapa yang bisa memperkirakan hari esok. (Andita Eka W/gg)

  • Bagikan