• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Tangkapan layar saat RM Aflakha Mangkunegara menerima penganugerahan juara favorit di Hotel Grand Mercure, oleh Christine Hakim yang juga ketua juri dalam Kompetisi Film Pendek Islami (KFPI) Tingkat Nasional Tahun 2022.

Tangkapan layar saat RM Aflakha Mangkunegara menerima penganugerahan juara favorit di Hotel Grand Mercure, oleh Christine Hakim yang juga ketua juri dalam Kompetisi Film Pendek Islami (KFPI) Tingkat Nasional Tahun 2022. (Foto: Kemenag Tuban)

Film Pendek ‘Sinar Agama dalam Budaya’ Raih Juara Favorit KFPI Tingkat Nasional

Herlianto A by Herlianto A
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

TUBAN, Tugujatim.id – Film pendek Islami dari Kabupaten Tuban yang mewakili Jawa Timur dengan judul “Sinar Agama Dalam Budaya” berhasil menjadi juara favorit dalam ajang Kompetisi Film Pendek Islami (KFPI) Tingkat Nasional Tahun 2022.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban, Ahmad Munir memberikan apresiasi atas capaian yang sangat membanggakan tersebut. Sebab, bisa membawa nama harum Jawa Timur, khususnya Kabupaten Tuban yang telah mendapatkan juara favorit secara nasional.

You might also like

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

04/06/2026 8:52 PM
Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

04/06/2026 3:30 PM

“Masyarakat Tuban patut berbangga dan saya berterima kasih atas semua partisipasi seluruh ASN dan keluarga besar Kemenag Tuban, serta seluruh masyarakat, terutama kepada Gus Aflakha yang telah menginisiasi film ini,” ujarnya.

Munir menjelaskan, film besutan putra Gomang Singgahan ini berhasil masuk dalam 5 besar seleksi nasional pada perhelatan yang digelar oleh Direktorat Jenderal Bimas Islam Kemenag RI, yang penjuriannya diketuai oleh Christine Hakim.

“Ada ribuan kontestan film dari seluruh Indonesia, dan film dari kabupaten Tuban ini masuk dalam 5 besar serta menjadi juara favorit dengan perolehan like sebesar 17 ribu per tanggal 20 Juli,” ungkapnya.

Pria yang juga Warga PSHT ini, berpendapat film tidak hanya menghibur, akan tetapi bisa menjadi sarana syiar Islam yang efektif bagi masyarakat.

“Film merupakan media syiar yang luar biasa dan mengena bagi masyarakat,” imbuhnya.

Penganugerahan juara favorit di Hotel Grand Mercure, Jakarta beberapa waktu lalu ini diserahkan langsung oleh aktris senior, Christine Hakim kepada Gus RM Aflakha Mangkunegara.

Dihubungi via telepon, RM Aflakha Mangkunegara yang juga putra dari KH. Nur Nasroh Tuban ini menceritakan dirinya membuat film ini minim persiapan.

“Kurang tiga hari, kami diberikan pamflet oleh Romo Kyai (KH Nur Nasroh, red), dan diutus mengikuti kompetisi ini sebagai syiar dan dakwah, karena ini kami anggap perintah, kami beserta tim langsung bergerak,” jelasnya.

Gus yang memilki jiwa kharismatik ini menceritakan niat awal memang bukan untuk menjadi juara dan bukan mencari apa-apa.

“Niat hanya ngestoaken dawuh (melaksanakan perintah) kyai dan yang kedua mencari pengalaman,” ujarnya.

Pimpinan jemaah Jagad Sholawat inijuga mengaku, dalam pembuatan film tersebut hanya satu hari, itu pun secara spontanitas saja.

“Tidak ada script yang kami buat, semua dialog spontan saja, pemain, kameramen, editing film semua dari sebagian anak pondok dan anggota Jagad Sholawat, namun kisah ini memang berdasarkan kisah nyata,” bebernya.

Perlu diketahui dalam film ‘Sinar Agama dalam Budaya’ tersebut berdurasi 9 menit 36 detik menceritakan orang kampung yang tanaman padinya banyak ditumbuhi rumput dan banyak di makan hama.

Beberapa warga menemui kepala desa dan hasil musyawarah dengan berbagai pihak termasuk tokoh agama setempat disepakati diadakan sedekah bumi dengan syarat tidak ada yang mabuk-mabukan lagi dalam acara sedekah bumi tersebut, di isi dengan pewayangan dan sholawatan dengan harapan hasil pertanian yang bagus.

Dalam film itu juga secara keseluruhan menggunakan bahasa Jawa. Hal itu juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para penonton. Karena, selain penuh dengan nasihat, film itu juga sekaligus memperkenalkan kepada penonton bahasa daerah yang ada di wilayah Indonesia

Adapun para pemenang pada ajang film religi nasional Kompetisi Film Pendek Islami (KFPI) Nasional Tahun 2002 adalah; juara 1: Seberkas Cinta Dari Dita karya Khusnul Arofah, DI Yogyakarta. Juara 2: Doa Yang Tersirat karya Dedeng, Sulawesi Tenggara dan juara 3: Penghulu Di Hulu Sungai karya Hari Subagio, Kalimantan Utara.

 

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim , 
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

Tags: film pendekFilm Pendek IslamiKabupaten TubanSinar Agama Dalam Budaya
Herlianto A

Herlianto A

Related Stories

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 8:52 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id- Sebagai upaya meningkatkan transparansi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, memasang foto juru parkir (jukir) pada rambu parkir digital di...

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

by Dwi Linda
04/06/2026 1:57 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Event tahunan di Banyuwangi, Jatim, jadi salah satu magnet wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki...

Jemaah haji Kabupaten Malang.

Update 2 Jemaah Haji Kabupaten Malang Wafat di Makkah, Sakit Sempat Dirawat di RS

by Dwi Linda
04/06/2026 1:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabar duka datang dari dua jemaah haji Kabupaten Malang yang meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi. Mereka...

Next Post
Amithya Ratnanggani Sirraduhita (kiri) pemateri sesi 3, Syifa Mustika (tengah) pemateri sesi 2, Fawila Fajriazzafira (kanan) pemateri sesi 1, yang menyampaikan materinya kepada para audiens pada acara Malang #MakinCakapDigital, Rabu (27/07/2022).

Amithya Paparkan Kiat Kelola Komunikasi Publik Era Digital di Workshop Malang #MakinCakapDigital

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID