Founder CCF Baskoro: Gerakan Kami untuk Ciptakan Sumber Penghasilan bagi Masyarakat - Tugujatim.id

Founder CCF Baskoro: Gerakan Kami untuk Ciptakan Sumber Penghasilan bagi Masyarakat

  • Bagikan
Dok/Tugu Jatim
Dok/Tugu Jatim

Oleh: Baskoro CCF, Founder CCF dan Inisiator Gerakan Ekonomi CCF

Tugujatim.id – Pandemi Covid-19 memberikan pengaruh yang sangat besar. Tidak hanya dari sisi kesehatan, tapi juga dari aspek yang lain, salah satunya adalah ekonomi. Kebijakan pemerintah dalam membatasi aktivitas masyarakat untuk memutus rantai penyebaran virus Covid-19 secara langsung tidak hanya memengaruhi dunia usaha, tapi juga kemampuan masyarakat untuk dapat bertahan di masa pandemi.

Saat banyak para pemilik usaha yang tidak dapat bertahan dan terpaksa harus menutup usahanya, kemudian pertanyaannya: Bagaimana dengan mereka yang tidak memiliki usaha, kehilangan pekerjaan, tidak memiliki sumber penghasilan, dapatkah mereka bertahan? Kemudian bagaimana dengan keluarga mereka?

Berangkat dari pertanyaan tersebut muncullah Gerakan Ekonomi CCF. Kami berkeyakinan, masyarakat lebih membutuhkan sumber penghasilan dari sekadar menerima bantuan sosial yang bersifat sementara. Gerakan Ekonomi CCF ini terbentuk di awal 2021. Meski aksinya sudah dimulai sejak April 2020, saat kami bergerak dalam Gerakan 100 Ribu untuk membantu para pedagang kecil di pinggir jalan agar dapat survive di tengah pandemi.

Salah satu pedagang kecil yang dimonitoring oleh tim CCF. (Foto: Dok/Tugu Jatim)
Salah satu pedagang kecil yang dimonitoring oleh tim CCF. (Foto: Dok/Tugu Jatim)

Gerakan ini memuat 2 hal, yaitu membantu para pelaku usaha mempromosikan produk mereka lewat platform digital yang telah kami sediakan yang bernama UKM Digi CCF dan tanpa dipungut biaya apa pun atau gratis. Selain itu, juga membantu masyarakat untuk memiliki sumber penghasilan sendiri lewat Gerakan 1.000 Usaha Mandiri CCF.

Gerakan 1.000 Usaha Mandiri CCF ini dikhususkan untuk membantu masyarakat yang tidak memiliki sumber penghasilan. Di mana kami membuat sebuah usaha sesuai dengan keinginan mereka. Kami sediakan modal kerja dan kami persiapkan segala sesuatunya. Kemudian kami serahkan usaha ini kepada mereka untuk dikelola. Dan 100% usaha ini menjadi milik mereka.

Saat ini sudah 9 usaha baru yang kami bentuk. Memang usaha yang kami buat tergolong usaha kecil. Namun, usaha ini mampu memberikan sumber penghasilan kepada masyarakat. Dan kami pun tetap melakukan pendampingan terhadap 9 usaha ini sampai mereka benar-benar bisa mandiri. Kami akan terus membentuk usaha-usaha baru di tengah pandemi untuk lebih banyak membantu masyarakat yang tidak berpenghasilan.

Aksi Mitra Ekonomi Desa atau AMED. (Foto: Dok/Tugu Jatim)
Aksi Mitra Ekonomi Desa atau AMED. (Foto: Dok/Tugu Jatim)

Upaya kami tidak berhenti sampai di sini. Kami berupaya untuk lebih memperluas gerakan kami dalam membantu masyarakat. Salah satunya adalah Aksi Mitra Ekonomi Desa atau AMED. Di mana aksi ini bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat pedesaan lewat kemitraan.

Aksi ini memiliki 2 kegiatan ekonomi, yaitu Mitra Ternak dan Mitra Tani. Saat ini AMED tahap awal dan sekaligus sebagai pilot project dipusatkan di Desa Botolinggo, Kabupaten Bondowoso. Mitra Ternak yang baru berjalan di sini, di mana kami menyediakan sekian pasang hewan ternak, yaitu kambing. Kemudian kami serahkan kepada masyarakat untuk mereka pelihara.

Dengan sistem bagi hasil atas anak kambing nantinya. Hasil keuntungan yang merupakan bagian kami nantinya akan dipergunakan untuk kegiatan sosial atau akan kami berikan kepada yang lain untuk mereka pelihara. Jadi, aksi ini akan berputar terus menghasilkan kesempatan bagi masyarakat, khususnya di pedesaan untuk memiliki sumber penghasilan sendiri.

Mari bersama kami membangun ekonomi masyarakat dengan menciptakan sumber penghasilan untuk mereka. (*)

  • Bagikan