• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Galak Gampil

Ilustrasi THR yang selalu ada saat Hari Raya Idulfitri (Foto: Unsplash.com)

Galak Gampil Lebaran Hari Raya Ternyata Sudah Ada Sejak Abad 16

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
2 years ago
in Sastra & Budaya
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Bagi-bagi galak gampil, angpao uang baru saat Lebaran sudah menjadi tradisi saat Hari Raya Idulfitri. Ternyata, tradisi yang disebut juga Tunjangan Hari Raya (THR) itu sudah ada sejak abad ke-16. Bagaimana cerita lengkapnya? Simak ulasan berikut ini.

Galak gampil identik dengan penukaran uang lama ke uang baru sebelum dibagikan ke sanak saudara atau kerabat. Biasanya, uang yang dibagikan dibungkus layaknya angpau.

You might also like

Larung Sesaji

Melihat Tradisi Larung Sesaji Pantai Serang Blitar, Khidmat Suroan Warisan Leluhur Sejak 1830

19/06/2026 10:15 AM
Malang

Gali Sejarah Teater Malang, DKM Kembali Gelar “SERAT” untuk Jembatani Kreatifitas Lintas Generasi

21/05/2026 3:32 PM

Akademisi Universitas Airlangga Surabaya Djoko Adi Prasetyo mengatakan, tradisi tersebut yang ada di Indonesia ini merupakan adopsi budaya dari Timur Tengah.

Meski tak ada teori atau bukti yang tertulis secara gamblang, tapi THR kemungkinan besar merupakan pengejewantahan dari sedekah dalam tradisi Islam.

Dosen Antropologi tersebut lebih dalam mengatakan jika tepatnya pada masa Kerajaan Mataram Islam di abad ke-16 hingga 18 menjadi tonggak sejarah bagi-bagi uang ini pertama kali muncul.

BACA JUGA: Usia Ratusan Tahun, Masjid Agung Darussalam Mojokerto Pertahankan Bagian Bernilai Sejarah

“Bangsawan biasanya memberikan uang baru sebagai hadiah kepada anak-anak pengikutnya saat Idulfitri. Hadiah itu sebagai bentuk rasa syukur atas keberhasilan mereka dalam menyelesaikan ibadah puasa selama sebulan penuh,” katanya.

Lantas, di era modern, di Indonesia pada masa kabinet Soekiman Wirjosandjojo dari Partai Masyumi mencetuskan THR sebagai bentuk kesejahteraan aparatur negara. Kemudian hingga saat ini bertahan sebagai tradisi pemberian uang untuk karyawan dan sanak saudara.

Meski tidak harus berbentuk uang cash atau angpau, Djoko menuturkan jika pemberian uang melalui elektronik atau transfer juga tak mengurasi makna simbol dari THR sendiri. Sebab, THR merupakan rasa hormat, bersyukur dan bisa saling berbagi.

“Kita juga harus paham bahwa budaya itu tidak abadi. Selama budaya itu masih ada masyarakat pendukungnya, maka budaya itu akan tetap lestari. Demikian sebaliknya, apabila masyarakat pendukung budaya tersebut sudah tidak mendukung lagi, maka budaya itu akan terkikis dan bahkan musnah,” tandasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Reporter: Izzatun Najibah

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: Galak GampilHari Raya IdulfitriHari Raya Idulfitri 2024Lebaran 2024
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Larung Sesaji

Melihat Tradisi Larung Sesaji Pantai Serang Blitar, Khidmat Suroan Warisan Leluhur Sejak 1830

by Mochamad Abdurrochim
19/06/2026 10:15 AM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Memeluk erat sebuah takir, nasi bungkus daun pisang, mata Hartini (47) menatap hamparan ombak selatan Pantai Serang,...

Malang

Gali Sejarah Teater Malang, DKM Kembali Gelar “SERAT” untuk Jembatani Kreatifitas Lintas Generasi

by Mochamad Abdurrochim
21/05/2026 3:32 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Dewan Kesenian Kota Malang (DKM) kembali menghadirkan ruang diskusi santai bagi para pegiat seni teater lewat agenda...

Busana Khas Malang

Kajian Sejarah Busana Khas Malang

by Darmadi Sasongko
11/04/2026 3:25 AM
0

Tugujatim.id - Kajian Sejarah Busana Khas Malang ditulis oleh Dwi Cahyono, Yayasan Inggil. Identitas sebuah daerah tidak hanya tercermin dari...

DPRD Kota Malang Catat PR Krusial di HUT ke-112, Kemiskinan hingga Banjir Belum Tuntas

Klambi Indis dari Sudut Pandang Seni Kontemporer

by Darmadi Sasongko
10/04/2026 11:05 AM
0

Tugujatim.id - Klambi Indis, dari sudut pandang Seni Kontemporer ditulis oleh Dimas Novib S, Pengurus Dewan Kesenian Malang. Tulisan ini...

Next Post
Bupati Sidoarjo.

Uji Syarat Formil, KPK Siap Hadapi Praperadilan Tersangka Korupsi Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID