News  

Gethuk Goreng Varian Rasa, Jajanan Tradisional Kreasi Pemuda asal Bojonegoro

Gethuk goreng. (Foto: IG gethuk_ndeso/Tugu Jatim)
Gethuk goreng kreasi pemuda di Bojonegoro yang mampu menghasilkan banyak omzet per bulan. (Foto: IG gethuk_ndeso)

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Siapa sih yang nggak kenal dengan jajanan tradisional bernama gethuk? Ya, gethuk merupakan jajanan berbahan dasar ketela pohon atau singkong. Tapi, kalau ada kreasi gethuk goreng barangkali hanya bisa Anda temui di Bojonegoro. Melalui tangan dingin pemuda Bojonegoro, gethuk ini dikirim hingga di berbagai daerah di Indonesia lho!

Gethuk goreng. (Foto: Kominfo Bojonegoro/Tugu Jatim)
Afrinda Trisna Juliansah, pemilik usaha kuliner asal Bojonegoro bernama Gethuk Ndeso. (Foto: Kominfo Bojonegoro)

Namanya Afrinda Trisna Juliansah, pemuda asal Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, yang mampu mengubah jajanan gethuk jadi bernilai tinggi. Meski usahanya baru dirintis pada September 2021, kini dia mampu menghasilkan omzet hingga Rp15 juta per bulan.

Afrinda mengaku awal merintis usaha kulinernya ini berjalan tanpa rencana. Saat itu dia kehilangan pekerjaan saat pandemi Covid-19. Itulah yang menjadi awal kehidupannya sebagai wirausahawan muda.

Gethuk goreng. (Foto: Kominfo Bojonegoro/Tugu Jatim)
Usaha gethuk goreng yang dibuat Afrinda Trisna Juliansah, pemuda asal Bojonegoro. (Foto: Kominfo Bojonegoro)

Dia bercerita, bermula saat dirinya melihat banyaknya singkong yang ditanam di halaman rumahnya. Melihat peluang ini, Afrinda kemudian bekerja sama dengan orang tuanya yang kebetulan mahir membuat jajanan tradisional.

“Saya teringat waktu kerja pernah membeli gethuk tradisional yang dijual di pinggir jalan. Kebetulan ibu saya pandai membuat jajanan,” katanya.

Gethuk goreng. (Foto: IG gethuk_ndeso/Tugu Jatim)
Gethuk goreng yang tampak menggugah selera. (Foto: IG gethuk_ndeso)

Dengan inovasinya, dia membuat gethuk goreng yang bercita rasa gurih dan enak yang bisa dinikmati semua kalangan, tentunya dengan pengemasan yang menarik bagi pembeli.

Gethuk goreng asal Desa Sumberjo, Kecamatan Margomulyo, ini diberi nama Gethuk Ndeso. Tentu saja ada berbagai varian rasa, di antaranya, gethuk goreng krispi dan original. Selain itu, isinya juga bervariasi, seperti gula merah, strawberry, keju, cokelat, dan nanas.

“Kami juga menjual dalam bentuk frozen maupun siap makan. Untuk frozen dijual Rp10 ribu-Rp13 ribu. Sementara untuk gethuk goreng siap makan antara Rp12 ribu-Rp15 ribu,” ujarnya.

Gethuk goreng. (Foto: IG gethuk_ndeso/Tugu Jatim)
Gethuk goreng dengan berbagai varian rasa. (Foto: IG gethuk_ndeso)

Menurut dia, cita rasa khas gethuk buatannya menjadikan kuliner desa berbalut modern ini laris manis. Proses produksinya juga tanpa menggunakan bahan pengawet.

Terbukti, Afrinda bisa meraup omzet kurang lebih Rp15 juta per bulan. Kini usahanya telah merambah penjualan hingga ke luar kota, seperti Surabaya, Sidoarjo, Malang, Solo, Cikarang, dan Tangerang.

Bahkan, di usia yang masih 23 tahun, dia kini mampu mempekerjakan lima karyawan untuk membantu mengembangkan usahanya itu.

 

 


Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim