SURABAYA, Tugujatim.id – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi keberhasilan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam menurunkan angka stunting dan kemiskinan secara signifikan.
Hal tersebut diungkapkan dalam sambutannya pada gelaran Festival Rujak Uleg 2023, di Jalan Kembang Jepun, Surabaya, pada Sabtu (6/5/2023) malam.
Diketahui melalui Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) pada 2020, angka stunting di Surabaya mencapai 12.788 balita. Kemudian pada 2021, jumlah stunting di Surabaya masih tinggi, yakni 6.722 balita atau 28,9 persen.
Namun, dalam kurun waktu dua tahun, angka prevelensi stunting di Surabaya mengalami penurunan yang signifikan menjadi 4,8 persen atau 923 balita.
“Kita bersyukur bahwa Kota Surabaya terus melaju, Kota Surabaya meneteskan kebahagiaan, Kota Surabaya terus meningkatkan kesejahteraan. Di Surabaya angka kemiskinannya mengalami penurunan signifikan,” kata Khofifah.
Selain stunting, angka kemiskinan di Surabaya juga tercatat mengalami penurunan. Melalui data resmi yang dirilis oleh Pemkot Surabaya, jumlah warga miskin di Surabaya pada awal 2022 mencapai 1,3 juta jiwa. Namun, pada akhir Desember 2022, angka kemiskinan mengalami penurunan drastis menjadi 219.427 jiwa atau setara 83,1 persen.
“Di Kota Surabaya angka kemiskinan juga penurunan sangat signifikan,” ujar Khofifah.
Namun, saat ini masalah kemiskinan masih menjadi pekerjaan rumah dari Pemkot Surabaya setidaknya dalam jangka waktu satu tahun ke depan, yakni berhasil mengentaskan 75.069 kepala keluarga dari status warga miskin.
Kendati demikian, capaian Pemkot Surabaya dalam menekan angka stunting dan mengentaskan jumlah kemiskinan di Surabaya turut diapresiasi oleh Khofifah.
Menurut Khofifah, keberhasilan tersebut menunjukkan adanya peningkatan sumber daya manusia pada seluruh warga Surabaya. “Itu artinya sumber daya manusianya semakin membaik dan mudah-mudahan terus membaik,” pungkasnya.








