JEMBER, Tugujatim.id – Kebahagiaan terpancar jelas dari raut wajah Rifanda, guru honorer di salah satu SD di Kecamatan Ambulu, ketika mendengar keputusan Bupati Jember Muhammad Fawait (Gus Fawait) yang akan mengusulkan seluruh tenaga R4 menjadi PPPK Paruh Waktu Badan Kepegawaian Negara (BKN).
“Saya sangat senang sekali karena diperjuangkan, nanti insyaallah ada kejelasan terkait yang selama ini kita abdikan dan lakukan,” ungkap Rifanda dengan nada penuh syukur pada Rabu (20/8/2025).
Guru yang telah mengabdi selama lima tahun sejak 2020 ini mengaku lega karena akhirnya ada kepastian untuk nasib mereka yang selama ini berada dalam ketidakpastian.
“Ya, harapannya semoga bisa dikabulkan pengajuannya. Kalau misalkan kan jadi apa namanya bisa jadi semangat untuk kita. Nanti kan kejelasannya jelas. Kan soalnya kan kita Dombang Ambing apakah tetap akan apa akan tetap bisa jadi bekerja di instansi atau tidak,” harapan Rifanda.

Kegembiraan serupa juga dirasakan Muhammad Abdul Saleh, penjaga sekolah di SDN Ajung 5 yang telah menjadi tenaga honorer sejak 2019. Ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Bupati Jember yang telah memperjuangkan nasibnya.
“Ya, alhamdulillah sangat berterima kasih. Bersyukur sama Allah atas kebijakannya Bapak Bupati,” kata Abdul Saleh sambil tak mampu menyembunyikan rasa harunya.
Bagi Abdul Saleh, keputusan ini bagaikan angin segar di tengah kesulitan hidup yang dialaminya. Ayah empat anak ini mengaku tidak menerima gaji sejak Juli 2025, namun tetap setia menjalankan tugasnya sebagai penjaga sekolah sambil berjualan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
BACA JUGA: Gus Fawait Usulkan Seluruh Tenaga R4 Jadi PPPK Paruh Waktu Meski Kuota Terbatas
“Tetap siap apa yang menjadi keputusan. Tetap menerima. Cuma terkait usulan bupati ini sudah memberikan angin segar,” tutur Abdul Saleh dengan mata berbinar-binar.
Dirinya juga mengungkapkan harapannya agar pengajuan ini dapat dikabulkan. Walaupun hasil menunjukan sebaliknya, ia tetap menerima karena, setidaknya sudah mendapatkan kepastian.
“Kalau misalkan bisa jadi semangat untuk kita. Nanti kan kejelasannya jelas,” katanya optimis.
Selama ini, para tenaga honorer seperti dirinya hidup dalam ketidakpastian, tidak tahu apakah mereka akan tetap bisa bekerja di instansi pemerintah atau tidak.
BACA JUGA: Pemkab Jember Usulkan 3.378 Tenaga R4 untuk Diangkat PPPK Paruh Waktu
Keputusan bupati yang akrab disapa Gus Fawait ini memang mengejutkan. Mengingat, dari 3.378 tenaga R4 di Kabupaten Jember, pemerintah daerah hanya mendapat 190 orang yang dapat terakomodasi.
“Saya istikharah, saya salat malam, saya minta petunjuk sama Allah. Mudah-mudahan saya bisa mengambil kebijakan yang adil. Karena kebijakan seorang pemimpin itu akan berkonsekuensi baik di dunia maupun akhirat. Setelah saya tadi pagi lagi juga bangun, saya sudah mendapatkan jawaban dan saya musyawarah, maka dengan bismillahirrahmanirrahim pemerintah Kabupaten Deger akan mengusulkan seluruh tenaga R4 untuk menjadi P3K paruh waktu,” ujar Gus Fawait.
Setidaknya, upaya Gus Fawait tersebut telah memberikan harapan bagi para tenaga R4 di Kabupaten Jember, dengan harapan semua dapat terakomodasi menjadi PPPK Paruh Waktu.
BACA JUGA: Pemkab Sidoarjo Pastikan Tak PHK Pegawai Non-ASN di Sidoarjo
“Harapannya semoga bisa dikabulkan pengajuannya dan semua diterima menjadi ASN atau PPPK Paruh Waktu,” harap Abdul Saleh, mewakili suara ribuan tenaga honorer lainnya yang kini merasakan secercah harapan baru di penghujung tahun ini.
Kebahagiaan Rifanda dan Abdul Saleh menjadi gambaran nyata bagaimana sebuah keputusan pemimpin dapat memberikan dampak psikologis yang luar biasa bagi masyarakat, terutama mereka yang selama ini mengabdi tanpa kepastian status yang jelas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








