JEMBER, Tugujatim.id – Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan penyelenggaraan Jember Fashion Carnaval (JFC) bukan sekadar ajang seni dan budaya bertaraf internasional, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Jember berkomitmen menjadikan setiap kegiatan daerah memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan warga. Hal itu disampaikan Gus Fawait saat menghadiri JFC Red Carpet di Pendopo Wahyawibawagraha, Jumat malam (24/07/2026).
“Sebagai kepala daerah, tentu kami sangat mendukung setiap kegiatan positif. JFC tidak hanya menjadi ruang tempaan generasi penerus dunia karnaval, tetapi juga terbukti membawa dampak ekonomi yang nyata, terutama bagi sektor informal,” ujarnya.
Menurut Gus Fawait, penyelenggaraan JFC telah memberikan efek ekonomi yang dirasakan langsung masyarakat. Tingkat okupansi hotel meningkat hingga penuh, sementara pelaku UMKM, pedagang kaki lima, hingga sektor jasa memperoleh kenaikan omzet selama rangkaian acara berlangsung.

Karena itu, Pemkab Jember akan terus mengembangkan berbagai event daerah dengan mempertimbangkan dampak ekonomi yang dihasilkan.
“Kami sudah menekankan kepada seluruh OPD bahwa Pemkab Jember tidak akan menggelar kegiatan tanpa kalkulasi yang jelas. Setiap event harus dikaji secara mendalam agar benar-benar memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat,” tegasnya.

Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, Gus Fawait menyebut berbagai indikator pembangunan di Jember juga menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sekitar 8 ribu warga telah keluar dari kategori kemiskinan.
Dia optimistis angka tersebut akan terus meningkat seiring membaiknya perekonomian daerah. Bahkan, Pemkab Jember menargetkan jumlah penduduk miskin dapat ditekan hingga di bawah 200 ribu jiwa, capaian yang belum pernah diraih dalam satu dekade terakhir.
Baca Juga: JFC 2026 Usung Tema HEAL, Siap Promosikan Jember ke Panggung Dunia
Optimisme itu juga didukung capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Jember yang telah menembus lebih dari Rp1 triliun pada 2025, serta pertumbuhan ekonomi kuartal pertama yang menjadi salah satu yang tertinggi di kawasan Tapal Kuda.
Terlebih, kata Gus Fawait, JFC menjadi salah satu contoh bagaimana kegiatan seni dan budaya dapat menjadi instrumen pembangunan daerah, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat dan memperkuat citra Jember di tingkat nasional maupun internasional.

Tahun ini, Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026 mengusung tema HEAL (Humanity, Earth, and Life) dan berlangsung selama tiga hari, 24–26 Juli 2026, di Central Park Jember.
Rangkaian acara diawali dengan WKC x Pets Carnival pada Jumat (24/07/2026), dilanjutkan Wonderful Archipelago Carnival Indonesia (WACI) dan Artwear Carnival pada Sabtu (25/07/2026), serta ditutup dengan Grand Carnival pada Minggu (26/07/2026) yang menampilkan seluruh chapter JFC dan menjadi puncak perhelatan karnaval bertaraf internasional tersebut. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Feni Yusnia
Editor: Dwi Lindawati








