Tugujatim.id – Perjalanan ibadah umroh tidak lagi dibatasi usia maupun kondisi fisik, karena Chatour Travel berupaya memastikan seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan nyaman di Tanah Suci.
Tour Leader Chatour Travel asal Tuban Tomi Wibisono SPd CMU menceritakan pengalaman mendampingi rombongan umroh yang berangkat menggunakan maskapai Garuda Indonesia.
Dalam keberangkatan tanggal 22 Juli tersebut, sebanyak 144 jemaah tergabung dalam satu rombongan dan menempati hotel yang sama. Karena banyaknya rombongan yang berangkat, selain Tomi, ada dua Tour Leader (TL) lain yang ikut mendampingi yakni Ustadzah Hanna dan Ustadzah Firoh.
Banyaknya rombongan yang berangkat, membuat mayoritas pesawat Garuda yang terbang di hari itu, didominasi jemaah Chatour Travel.
“Jadi kemarin itu kami berangkat 144 total jemaah menggunakan Garuda Indonesia. Alhamdulillah banyak banget cerita di saat keberangkatan,” ujar Tomi.
Menurut dia, para jemaah berasal dari berbagai latar belakang dengan rentang usia yang beragam. Bahkan, terdapat dua jemaah yang harus menggunakan kursi roda sejak keberangkatan dari Indonesia hingga tiba di Tanah Suci.
“Ada dua orang itu tidak bisa jalan, artinya harus pakai kursi roda,” katanya.
Kondisi tersebut tidak menjadi hambatan bagi tim pendamping untuk memberikan pelayanan maksimal. Seluruh kebutuhan jemaah dipersiapkan sejak proses keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah di Makkah dan Madinah.
Pendampingan tanpa Memandang Usia
Tomi menjelaskan, salah satu tantangan terbesar selama mendampingi rombongan adalah membangun kebersamaan di antara jemaah yang memiliki usia, profesi, dan latar belakang berbeda. Karena itu, pihaknya sengaja mendorong interaksi antara jemaah muda dan lanjut usia agar tercipta rasa saling peduli.
“Jadi harus pinter-pinternya kami membuat mereka bisa berbaur, jadi bukan yang tua bersama yang tua dan yang muda bersama yang muda,” ungkapnya.

Menurut dia, jemaah yang lebih muda diberikan tanggung jawab untuk membantu dan mendampingi para lansia selama menjalankan rangkaian ibadah.
“Dan itu responnya luar biasa, alhamdulillah dia bisa belajar bagaimana melayani dan mengayomi yang lebih tua,” tuturnya.
Tomi menegaskan, selama perjalanan tidak ada perbedaan perlakuan berdasarkan usia maupun status sosial. Seluruh jemaah dipersatukan dalam tujuan yang sama sebagai tamu Allah.
“Yang sepuh betul-betul mengajarkan kesabaran untuk yang muda, dan muda memberikan energi yang positif untuk kita semuanya,” katanya.
Dia menambahkan, kebersamaan tersebut menghadirkan banyak pelajaran hidup bagi seluruh peserta.
“Dan yang lemah itu mengajarkan kami arti bersyukur,” ucapnya.
Momen Haru di Depan Kakbah
Selain kebersamaan antarsesama jemaah, Tomi juga menyaksikan berbagai momen emosional saat rombongan pertama kali melihat Kakbah. Dia mengaku ada jemaah yang langsung menangis, ada pula yang hanya terdiam karena tidak mampu mengungkapkan rasa syukur.
“Kemarin itu ada jemaah saya menangis saat pertama kali melihat Kakbah, masya Allah, ada juga terdiam karena sudah tidak sanggup mengungkapkan rasa syukurnya,” ujarnya.

Dia juga melihat banyak jemaah yang sepanjang perjalanan terus memanjatkan doa untuk keluarga, anak, saudara, dan orang-orang yang mereka cintai. Menurut Tomi, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa ibadah umroh bukan semata-mata persoalan biaya, melainkan berangkat dari keyakinan dan niat yang tulus.
“Insyaa Allah dengan Umroh Pusaka ini betul-betul Chatour memberikan peluang yang luar biasa kepada kita semuanya, jadi umroh itu bukan soal uang lagi tapi soal keyakinan dan niat kita,” katanya.
“Ternyata umroh itu tidak harus mahal,” imbuhnya.
Menutup keterangannya, Tomi berharap seluruh jemaah kembali ke Indonesia dengan membawa perubahan yang lebih baik setelah menunaikan ibadah.
“Dan mudah-mudahan semua jemaah nanti bisa kembali ke tanah air dengan membawa berkah umroh yang mabrur dengan hati yang lebih tenang dan bersih,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Chatour Travel merupakan penyelenggara perjalanan ibadah umroh dan haji khusus yang telah berpengalaman lebih dari 17 tahun.
Perusahaan ini beroperasi melalui PT Cemerlang Hajar Aswad serta telah mengantongi izin resmi sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Setiap tahun, total ada 15 ribu jemaah yang berangkat melalui travel yang sudah berkiprah selama 18 tahun ini. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: M. Imron Fauzi
Editor: Dwi Lindawati








