• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Chatour Travel.

Tour Leader Tomi Wibisono S.Pd, C.M.U bersama Chatour Travel di Pesawat Garuda Indonesia yang terbang pada 22/07/2026. (Foto: dok. Chatour Travel)

Ketika Jemaah Chatour Travel Dominasi Pesawat Garuda Indonesia, 144 Orang Berangkat dengan Kompak

Dwi Linda by Dwi Linda
2 days ago
in Advertorial, Peristiwa
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Perjalanan ibadah umroh tidak lagi dibatasi usia maupun kondisi fisik, karena Chatour Travel berupaya memastikan seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan nyaman di Tanah Suci.

Tour Leader Chatour Travel asal Tuban Tomi Wibisono SPd CMU menceritakan pengalaman mendampingi rombongan umroh yang berangkat menggunakan maskapai Garuda Indonesia.

You might also like

Polije

Perkuat Pendidikan Vokasi di Wilayah 3T, Bappenas Tinjau PSDKU Polije Sabu Raijua

26/07/2026 4:33 PM
JFC.

Gus Fawait: JFC Bukan Sekadar Karnaval, tapi Penggerak Ekonomi Rakyat Jember

25/07/2026 12:46 PM

Dalam keberangkatan tanggal 22 Juli tersebut, sebanyak 144 jemaah tergabung dalam satu rombongan dan menempati hotel yang sama. Karena banyaknya rombongan yang berangkat, selain Tomi, ada dua Tour Leader (TL) lain yang ikut mendampingi yakni Ustadzah Hanna dan Ustadzah Firoh.

Banyaknya rombongan yang berangkat, membuat mayoritas pesawat Garuda yang terbang di hari itu, didominasi jemaah Chatour Travel.

Baca Juga: Penuh Makna, 45 Jemaah Umroh Pusaka by Chatour Travel dari Lansia hingga Gen Z Saling Bantu dalam Setiap Momen

“Jadi kemarin itu kami berangkat 144 total jemaah menggunakan Garuda Indonesia. Alhamdulillah banyak banget cerita di saat keberangkatan,” ujar Tomi.

Menurut dia, para jemaah berasal dari berbagai latar belakang dengan rentang usia yang beragam. Bahkan, terdapat dua jemaah yang harus menggunakan kursi roda sejak keberangkatan dari Indonesia hingga tiba di Tanah Suci.

“Ada dua orang itu tidak bisa jalan, artinya harus pakai kursi roda,” katanya.

Kondisi tersebut tidak menjadi hambatan bagi tim pendamping untuk memberikan pelayanan maksimal. Seluruh kebutuhan jemaah dipersiapkan sejak proses keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah di Makkah dan Madinah.

Pendampingan tanpa Memandang Usia

Tomi menjelaskan, salah satu tantangan terbesar selama mendampingi rombongan adalah membangun kebersamaan di antara jemaah yang memiliki usia, profesi, dan latar belakang berbeda. Karena itu, pihaknya sengaja mendorong interaksi antara jemaah muda dan lanjut usia agar tercipta rasa saling peduli.

“Jadi harus pinter-pinternya kami membuat mereka bisa berbaur, jadi bukan yang tua bersama yang tua dan yang muda bersama yang muda,” ungkapnya.

Jemaah Chatour Travel.
Sebagian jemaah di Jabal Khandamah yang berlatar belakang Masjidil Haram. (Foto: dok. Chatour Travel)

Menurut dia, jemaah yang lebih muda diberikan tanggung jawab untuk membantu dan mendampingi para lansia selama menjalankan rangkaian ibadah.

“Dan itu responnya luar biasa, alhamdulillah dia bisa belajar bagaimana melayani dan mengayomi yang lebih tua,” tuturnya.

Tomi menegaskan, selama perjalanan tidak ada perbedaan perlakuan berdasarkan usia maupun status sosial. Seluruh jemaah dipersatukan dalam tujuan yang sama sebagai tamu Allah.

“Yang sepuh betul-betul mengajarkan kesabaran untuk yang muda, dan muda memberikan energi yang positif untuk kita semuanya,” katanya.

Dia menambahkan, kebersamaan tersebut menghadirkan banyak pelajaran hidup bagi seluruh peserta.

“Dan yang lemah itu mengajarkan kami arti bersyukur,” ucapnya.

Momen Haru di Depan Kakbah

Selain kebersamaan antarsesama jemaah, Tomi juga menyaksikan berbagai momen emosional saat rombongan pertama kali melihat Kakbah. Dia mengaku ada jemaah yang langsung menangis, ada pula yang hanya terdiam karena tidak mampu mengungkapkan rasa syukur.

“Kemarin itu ada jemaah saya menangis saat pertama kali melihat Kakbah, masya Allah, ada juga terdiam karena sudah tidak sanggup mengungkapkan rasa syukurnya,” ujarnya.

Umroh Chatour Travel.
Jemaah Chatour Travel di depan Kakbah. (Foto: dok. Chatour Travel)

Dia juga melihat banyak jemaah yang sepanjang perjalanan terus memanjatkan doa untuk keluarga, anak, saudara, dan orang-orang yang mereka cintai. Menurut Tomi, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa ibadah umroh bukan semata-mata persoalan biaya, melainkan berangkat dari keyakinan dan niat yang tulus.

“Insyaa Allah dengan Umroh Pusaka ini betul-betul Chatour memberikan peluang yang luar biasa kepada kita semuanya, jadi umroh itu bukan soal uang lagi tapi soal keyakinan dan niat kita,” katanya.

“Ternyata umroh itu tidak harus mahal,” imbuhnya.

Baca Juga: Chatour Travel Pastikan Keberangkatan Umrah Tetap Lancar, Ribuan Jemaah Berangkat dan Pulang selama Juni-Juli 2026

Menutup keterangannya, Tomi berharap seluruh jemaah kembali ke Indonesia dengan membawa perubahan yang lebih baik setelah menunaikan ibadah.

“Dan mudah-mudahan semua jemaah nanti bisa kembali ke tanah air dengan membawa berkah umroh yang mabrur dengan hati yang lebih tenang dan bersih,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Chatour Travel merupakan penyelenggara perjalanan ibadah umroh dan haji khusus yang telah berpengalaman lebih dari 17 tahun.

Perusahaan ini beroperasi melalui PT Cemerlang Hajar Aswad serta telah mengantongi izin resmi sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Setiap tahun, total ada 15 ribu jemaah yang berangkat melalui travel yang sudah berkiprah selama 18 tahun ini. (adv)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: M. Imron Fauzi

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Agen Resmi Chatour TravelBerita CHATOUR TravelBiro Umrah Chatour TravelJemaah Chatour TravelLayanan Chatour Travel
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Polije

Perkuat Pendidikan Vokasi di Wilayah 3T, Bappenas Tinjau PSDKU Polije Sabu Raijua

by Mochamad Abdurrochim
26/07/2026 4:33 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id - Tim Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI meninjau langsung kesiapan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU)...

JFC.

Gus Fawait: JFC Bukan Sekadar Karnaval, tapi Penggerak Ekonomi Rakyat Jember

by Dwi Linda
25/07/2026 12:46 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id - Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan penyelenggaraan Jember Fashion Carnaval (JFC) bukan sekadar ajang seni dan budaya bertaraf...

DNIKS.

HUT Ke-59 DNIKS, Gus Ipul Sampaikan 5 Pesan Penting Perkuat Kesejahteraan Sosial

by Dwi Linda
24/07/2026 8:34 PM
0

JAKARTA, Tugujatim.id – Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan lima pesan strategis kepada Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial...

Homecare Jember.

Homecare Jember Tuai Apresiasi, Wamenkes Sebut Berpotensi Jadi Percontohan Nasional

by Dwi Linda
24/07/2026 7:32 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id - Program Homecare Jember yang diluncurkan pemkab mendapat apresiasi dari pemerintah pusat pada Jumat (24/07/2026). Wakil Menteri Kesehatan...

Next Post
JFC.

Gus Fawait: JFC Bukan Sekadar Karnaval, tapi Penggerak Ekonomi Rakyat Jember

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID