• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Jutik, Psalah satu petani cabai asal Tuban yang terpaksa memanen cabai lebih awal karena tanaman cabainya diserang hama patek. (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)

Jutik, salah satu petani cabai asal Tuban yang terpaksa memanen cabai lebih awal karena tanaman cabainya diserang hama patek. (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)

Hama Patek Menyerang, Petani Cabai di Tuban Terpaksa Panen Lebih Awal

Redaksi by Redaksi
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

TUBAN, Tugujatim.id – Sejumlah petani cabai di Desa Boto, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban terpaksa belum bisa mengoptimalkan hasil panennya di saat harga komoditas ini melambung tinggi.

Selain akibat tingginya curah hujan, serangan hama patek juga membuat para petani terpaksa untuk memanen lebih awal hasil pertaniannya tersebut.

You might also like

Pungli.

Kasus Dugaan Pungli Sewa Lahan Pemkot Surabaya, LPMK Kalijudan Janji Kembalikan Uang Pedagang

20/07/2026 5:18 PM
Jembatan Sonokembang.

Jembatan Sonokembang Kota Malang Mulai Dibuka, Truk Tronton Bakal Dilarang Melintas

20/07/2026 5:01 PM

Untuk diketahui, patek adalah hama berupa penyakit tanaman akibat dari adanya spora atau penjamuran di mana biasanya banyak menyerang tanaman cabai.

Jutik (52) salah satu petani setempat saat dikonfirmasi di ladangnya menyebutkan, kondisi sudah terjadi beberapa bulan terakhir. Hasil panen yang biasanya ia peroleh pada keadaan normal, sekali panen mencapai 30 kilogram per seperempat hektarenya. Kini, ia mengaku hanya kurang dari dua sampai tiga kilogram saja.

“Biasa tiga sampai empat kali panen. Lah saya tanam dulu pada Juni 2020,” kata Jutik kepada awak media, Jumat (5/3/2021).

Jutik menambahkan, daun tanaman cabai yang terserang hama patek banyak layu dan membuat buah cabai tidak akan bisa berwarna merah. Ia menyatakan, jika dibiarkan, lama-kelamaanm cabai yang seharusnya nanti siap panen juga akan layu dan busuk.

Pihaknya mengaku jika hasil panen seadanya itu ia jual ke Pasar Baru Tuban. Harga cabai yang masih hijau dijual dengan banderol Rp 30 ribu per kilogram, sedangkan jika sudah berwarna merah Rp 120 ribu per kilogram. Namun, untuk harga hari ini, ia menyatakan di kisaran hanya Rp 50 ribu per kilogram.

“Kalau campuran seperti ini (perpaduan buah cabai merah dan hijau dijadikan satu, red) Rp 50 ribu saja,” kata Jutik.

Pihaknya hanya bisa pasrah. Seharusnya bisa menikmati hasil jerih payah selama menanam pohon, kini malah terkena penyakit.

“Bagaimna lagi, ya disyukuri saja mas,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tuban, Agus Wijaya sudah melakukan mengupayakan untuk menstabilkan harga cabai. Salah satunya dengan mencari pasokan baru agar harga bahan pokok bisa normal.

“Kami sedang mencari pasokan dan menambah suplai di pasar,“ kata Agus.

Sedangkan untuk penambahan pasokan didatangkan dari daerah mana, mantan Kabag Humas Pemkab Tuban, ini belum bisa menjawab banyak terkait hal itu. (Mochamad Abdurrochim/gg)

Tags: cabaiharga cabaiKabupaten TubanpetaniTuban
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Pungli.

Kasus Dugaan Pungli Sewa Lahan Pemkot Surabaya, LPMK Kalijudan Janji Kembalikan Uang Pedagang

by Dwi Linda
20/07/2026 5:18 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Kelurahan Kalijudan, Surabaya, menggelar pertemuan bersama LPMK Kalijudan dan para pedagang kali lima (PKL) terkait kasus pungutan...

Jembatan Sonokembang.

Jembatan Sonokembang Kota Malang Mulai Dibuka, Truk Tronton Bakal Dilarang Melintas

by Dwi Linda
20/07/2026 5:01 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Jembatan Sonokembang di Kota Malang, Jatim, kini mulai dibuka untuk masyarakat meski proses pembangunannya masih menyisakan tahap...

Rajut

Produk Rajut Ernawati Lolos Kurasi, Masuk Display Gerai Ritel Fashion Asal Jepang, Kini Tembus Pasar Internasional

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 3:30 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Produk rajut milik Ernawati, pelaku UMKM asal Desa Candipari, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, berhasil lolos kurasi Dinas...

TPA Benowo

Kebakaran TPA Benowo Dipadamkan Lima Jam, Tumpukan Sampah Jadi Kendala Utama

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 2:30 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Banyaknya tumpukan sampah menjadi salah satu kendala utama dalam proses pemadaman kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA)...

Next Post
Salah satu Akpol yang disuntik vaksin Sinovac di gedung Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Polres Tuban, Jumat (5/3/2021). (Foto: Humas Polres Tuban) tugu jatim

Tak Hanya Anggota, Polres Tuban juga Lakukan Vaksinasi pada Akpol dan Bintara

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID