PASURUAN, Tugujatim.id – Pasca pengumuman kenaikan harga BBM, jajaran Polres Pasuruan menggelar operasi pengamanan ke seluruh SPBU di Kabupaten Pasuruan, Sabtu (03/08/2022). Operasi pengamanan ini dilakukan anggota Polres Pasuruan guna mengantisipasi kemungkinan adanya aksi penimbunan, penyelewengan, penyalahgunaan, hingga penyelundupan BBM bersubsidi di SPBU.
“Kami akan terus tertibkan hal ini untuk mengantisipasi adanya penyalahgunaan BBM di sejumlah SPBU di wilayah Kabupaten Pasuruan,” ujar Kapolres Pasuruan AKBP Bayu Pratama Gubunagi.
Polres Pasuruan akan menempatkan puluhan personelnya dan dibantu anggota TNI pada saat jam operasional SPBU. Para personel gabungan disebar untuk memantau 31 SPBU yang sedang beroperasi di wilayah 11 kecamatan se-Kabupaten Pasuruan.
Personel polisi dan TNI mengawasi secara ketat pembeli yang membawa jerigen maupun tempat yang tidak sesuai dengan peruntukkannya. Petugas juga akan mengecek mobil tangki Pertamina pada saat mendistribusikan BBM ke SPBU. Pengecekan dilakukan mulai dari depo untuk memastikan kesesuaian jumlah BBM yang hendak dikirim hingga saat proses pengisian ke SPBU.
“Anggota kami di tingkatan polsek dari jajaran Polres Pasuruan yang disebar di masing-masing SPBU akan terus menjaga dan mengawasi untuk memastikan tak terjadi penyimpangan saat pengisian BBM ke SPBU,” ungkapnya.
Petugas pengamanan di SPBU akan langsung berkoordinasi dengan Satuan Intelkam dan Reskrim Polres Pasuruan jika ditemukan penyimpangan. Bayu menegaskan, polisi tidak segan-segan menindak dan menegakkan hukum bagi siapa saja yang melanggar dengan melakukan penyimpangan BBM.
“Di setiap SPBU, kami akan menerjunkan personel dari Polres Pasuruan hingga polsek yang dibagi dalam dua sif. Karena jam operasional tiap SPBU berbeda-beda,” imbuhnya.
Berdasarkan hasil monitoring petugas, perubahan harga BBM di seluruh SPBU di Kabupaten Pasuruan terjadi tepat pada pukul 14.30 WIB. Di mana harga pertalite dari Rp7.650, naik jadi Rp 10.000; solar dari Rp5.150, naik jadi Rp6.800; serta pertamax dari Rp12.500, naik jadi Rp14.500.
Sementara itu, terkait antrean warga yang membeli BBM masih terpantau normal pasca kenaikan harga.
“Sampai saat ini, untuk wilayah Kabupaten Pasuruan, ketersediaan BBM masih dalam kondisi aman,” ujarnya.